Sektor Perumahan Tanah Air Perlu Dana Rp184,663 Triliun

Anto ErawanOktober 15, 2015

RumahCom – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengatakan, bahwa sektor perumahan Tanah Air memerlukan dana sebesar Rp184,663 triliun. Dana sebesar itu, menurutnya, digunakan untuk membangun 61.575 unit Rasunawa (rumah susun sederhana sewa), 21.285 unit Rumah Khusus, dan penanganan kawasan kumuh seluas 37.407 hektar.

“Sedangkan kebutuhan lahannya adalah seluas 456 hektar dengan nilai sebesar Rp931 miliar,” Basuki, Selasa (13/10).

Dia mengatakan, pemerintah untuk saat ini  memiliki Program Sejuta Rumah dengan porsi untuk MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) sebanyak 603.516 unit, dengan pembagian Pemerintah 98.300 unit, Perumnas 36.016 unit, REI 230.000 unit, APERSI 155.000 unit, ASPERSI 18.800 unit, BPJS-T 35.400 unit, serta PEMDA 30.000 unit. Sementara untuk rumah non MBR sebanyak 396.484 unit, dibangun oleh REI sebanyak 250.000 unit dan swadaya masyarakat 146.484 unit.

Sementara itu, Direktur Perencanaan Pembiayaan Perumahan Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, Poltak Sibuea mengatakan, Kementerian PUPR menjamin akan memberikan dana kompensasi bagi fasilitas bank yang telah menyalurkan Kredit Pembiayaan Rumah (KPR) pasca terserapnya dana Fasilitas Likuidasi Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar Rp5,1 triliun sejak Juli lalu.

“Kendati pembiayaan FLPP telah habis, perbankan tetap diminta mencairkan pembiayaan bagi rumah murah, agar tak menghambat pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Untuk itu, kami arahkan ke dana subsidi pemerintah untuk membayar itu,” kata Poltak.

Di samping itu, imbuhnya, dana yang digunakan untuk membayar tunggakan FLPP tahun ini disebut dengan Subsidi Selisih Angsuran (SSA), karena pembayaran dana tunggakan dilakukan menggunakan jatah anggaran FLPP tahun depan.

Anto Erawan
Penulis adalah editor Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke:antoerawan@rumah.com atau melalui Twitter: @AntoSeorang

Foto: Anto Erawan

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Cicilan KPR Subsidi Akan Diturunkan Jadi Rp500 Ribu per Bulan

RumahCom - Penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) menjadi 7,5% akan diikuti dengan penurunan bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLP

Lanjutkan membacaFebruari 27, 2015

Pendanaan Rumah Subsidi Tak Hanya Skema FLPP

RumahCom – Program Satu Juta Rumah yang mulai bergulir akhir April lalu sangat dinanti masyarakat berpenghasilan rendah yang belum memiliki tempat tinggal. Kendala yang patut diantisipasi—dan dikh

Lanjutkan membacaMei 28, 2015

Kebutuhan Rumah Capai 800 Ribu Unit Per Tahun

RumahCom - Dirjen Pembiayaan Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) Maurin Sitorus menuturkan, sektor perumahan Indonesia masih menghadapi tantangan yang serius. “

Lanjutkan membacaJuni 3, 2015

Enam Pejabat Ditjen Penyediaan Perumahan Dilantik

RumahCom - Sebanyak enam orang pejabat Eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dilantik secara langsung oleh Menteri Pek

Lanjutkan membacaJuni 17, 2015

Bangun Rumah di Perbatasan, Pemerintah Gunakan Sistem Fabrikasi

RumahCom - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, pihaknya akan mendorong pembangunan rumah khusus di perbatasan dengan mengunakan modul hasil fabrikasi.

Lanjutkan membacaSeptember 7, 2015

Masukan