Rumah Rp600 Juta – Rp1,2 Miliar Paling Laris di Jabodetabek

Anto ErawanOktober 22, 2015

rumah menengah - by anto erawan

RumahCom – Kendati pertumbuhan ekonomi masih terpantau positif di kuartal III 2015, namun diperkirakan tidak akan melebihi 5%. Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika yang sempat terdepresiasi hingga melebihi angka Rp14.600 per Dolar, sementara tingkat inflasi sepanjang tahun mencapai 6,83%, lebih tinggi dari di periode yang sama tahun lalu sebesar 4,53%.

Kondisi ini memberikan pengaruh terhadap transaksi pasar perumahan yang terlihat melemah di semester I 2015. Hal ini terlihat dari menurunnya jumlah unit yang terjual, serta nilai penjualan secara keseluruhan. Demikian penjelasan Anindya Prayascitta Samesti, Analyst Research & Advisory Cushman & Wakefield Indonesia.

Hasil riset perumahan di Jabodetabek yang dilakukan Cushman & Wakefield menunjukkan, rata-rata jumlah rumah yang terjual di setiap perumahan mencapai 28 unit per bulan, lebih rendah dua unit dibanding dengan angka di semester sebelumnya. Namun, penurunan yang cukup besar terlihat pada nilai penjualan selama semester pertama lalu.

Rata-rata nilai penjualan turun sebesar 25% dan mencapai angka Rp32 miliar per bulannya untuk setiap perumahan. Penurunan ini tercatat sebagai penurunan terbesar dalam lima tahun terakhir.

“Rendahnya nilai penjualan ini, salah satunya juga dipengaruhi oleh banyaknya pasokan rumah dengan harga yang relatif lebih murah. Tipe rumah yang paling diminati berkisar Rp600 juta hingga Rp1,2 miliar dengan luas bangunan 45 meter persegi hingga 120 meter persegi dan luas tanah 60 meter persegi hingga 115 meter persegi,” kata Anindya.

Tangerang Masih Terbanyak
Dia mengatakan, dari semua area di wilayah Jabodetabek, Tangerang masih menyumbang penjualan tertinggi, yakni rata-rata Rp53,7 miliar. Akan tetapi, penurunan nilai penjualan terbesar juga terjadi di wilayah ini, yaitu 32% dari angka pada semester sebelumnya.

Lihat Juga: Daftar Rumah Dijual di Tangerang

Di sisi lain, pasokan baru selama semester I 2015 meningkat sebesar 1,84%, dari angka 5.190 unit di semester II 2014 menjadi 6.178 unit di semester I 2015. Dengan kondisi saat ini, pengembang cenderung lebih memilih untuk meluncurkan unit dengan ukuran kecil namun dengan skala yang lebih besar.

“Jumlah pasokan terbanyak dihasilkan wilayah Tangerang, yaitu sebesar 3.659 unit atau 59% dari total pasokan baru, dimana mayoritas pasokan adalah hunian segmen menengah dan menengah ke bawah,” kata Anindya.

Dari segi harga, imbuhnya, pertumbuhan harga pada semester 1 2015 lebih lambat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Rata-rata harga rumah di Jabodetabek tumbuh 7% per semester, sedangkan pertumbuhan harga tanah dan harga bangunan masing-masing mencapai 9% dan 5% per semester.

Regulasi Pemerintah
Menurutnya, regulasi pemerintah yang menaikkan rasio LTV (loan to value) akan berdampak baik bagi tingkat permintaan rumah di Tanah Air, khususnya Jabodetabek. Akan tetapi hingga semester II lalu dampak tersebut belum terasa. Namun Anindya yakin pasar akan merespon positif di semester II 2015 ini.

“Regulasi LTV mengatur maksimum rasio LTV untuk pembelian rumah pertama adalah 80%, sedangkan untuk rumah kedua dan ketiga masing-masing LTV sebesar 70% dan 60%,” tuturnya.

Di sisi lain, terkait dengan kondisi ekonomi yang tidak pasti, segmen perumahan menengah dan menengah ke bawah diprediksi masih akan masih mendominasi pasar.

“Pembeli rumah menengah ke bawah umumnya adalah end user yang membutuhkan tempat tinggal—bukan investor—jadi rumah di segmen ini paling mudah diserap pasar,” tuturnya.

Anto Erawan
Penulis adalah editor Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke:antoerawan@rumah.com atau melalui Twitter: @AntoSeorang

Foto: Anto Erawan

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Ini Dia Daftar Apartemen Baru di Jabodetabek!

RumahCom – Kelangkaan dan tingginya harga lahan di Jakarta membuat harga kondominium di Jakarta makin sulit dijangkau. Untuk itu, developer terlihat mulai bergeser ke luar Jakarta—seperti Serpong,

Lanjutkan membacaFebruari 18, 2015

Kelas Menengah Masih Dominasi Pasar Perumahan Jabodetabek

RumahCom – Sektor perumahan tapak (landed house) di jabodetabek selama semester II – 2014 masih memperlihatkan tren melambat. Hal ini terlihat dari grafik penjualan yang datar. Secara umum, hal in

Lanjutkan membacaApril 23, 2015

Di Tigaraksa Investor Properti Melabuhkan Asa

RumahCom – Tigaraksa digadang bakal menjadi magnet baru investor properti di Tangerang. Sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Tangerang, Tigaraksa digadang menjadi lokasi emas properti. Apalagi mengi

Lanjutkan membacaSeptember 23, 2015

Rumah Subsidi Pilihan di Tangerang

RumahCom – Lambatnya penyerapan rumah subsidi di Tangerang, Banten, disinyalir terkendala oleh minimnya informasi yang didapat oleh calon konsumen. Hal ini disampaikan oleh Ketua DPD Real Estat Indo

Lanjutkan membacaSeptember 30, 2015

Sukses Jual Rumah Subsidi, Mika Land Gandeng Bank BTN

RumahCom – Sukses memasarkan perumahan subsidi lewat Savana Residence, Mika Group, melalui anak usahanya PT Mida Karya Abadi Land (Mika Land), mulai melebarkan sayap ke perumahan kelas menengah.

Lanjutkan membacaOktober 9, 2015

Masukan