Jangan Lakukan 5 Hal Ini Saat Membersihkan Debu di Rumah!

Boy LeonardOktober 30, 2015

bersih debu

RumahCom – Bagi perumahan di wilayah tropis seperti Indonesia, debu adalah masalah yang menjengkelkan. Tidak hanya membuat rumah jadi kotor, partikel-partikel kecil ini juga menimbulkan banyak gangguan kesehatan.

Banyak cara digunakan untuk membersihkan maupun mencegah debu menumpuk di rumah, namun terkadang hanya membuat debu berpindah tempat tanpa benar-benar lenyap. Beberapa kebiasaan ini contohnya.

  1. Menggunakan kemoceng

bersih debu

Kemoceng mungkin salah satu alat pembersih debu tertua yang pernah digunakan. Kini, sudah saatnya Anda meninggalkan alat tersebut. Bukan hanya karena sudah ketinggalan zaman, tetapi juga efektivitasnya yang rendah. Membersihkan debu dengan menggunakan kemoceng hanya membuat debu beterbangan ke tempat-tempat lain di sekitarnya.

Solusinya: Penyedot debu adalah pilihan terbaik tetapi Anda juga bisa menggunakan lap basah. Debu-debu yang membandel akan menempel di lap basah. Selain itu, lap basah juga lebih fleksibel untuk menjangkau tempat-tempat sulit seperti di kusen jendela ataupun di balik lukisan.

  1. Menyimpan barang di atas lemari

bersih debu

Atas lemari yang datar sering dianggap sebagai tempat yang ideal untuk menyimpan berbagai barang yang jarang digunakan. Padahal, karena jarang dipakai, debu-debu justru akan berkumpul di sana. Dengan adanya banyak barang di atas lemari, debu bisa bersembunyi di antara celah-celah barang dan kian sulit digunakan.

Solusinya: Letakkan barang yang yang tidak digunakan pada tempat-tempat yang tertutup rapat, seperti boks penyimpanan atau lemari tertutup. Bebaskan daerah atas lemari dari benda-benda yang tidak terpakai. Bersihkan bagian atas lemari secara rutin.

  1. Mengganti ruang terbuka hijau di depan rumah dengan halaman beton

bersih debu

Tanah yang menjadi medium tumbuhnya tanaman di halaman kerap dituding sebagai biang kotor. Memang, jika kering, partikel-partikel tanah bisa beterbangan dan masuk ke rumah. Namun menutupnya dengan beton bukanlah solusi. Hal ini justru membuat lebih banyak debu beterbangan.

Solusinya: Pertahankan ruang terbuka hijau dan tanami. Rerumputan dan daun-daun tanaman lain bisa menjadi penahan debu agar tidak masuk ke rumah.

  1. Kesalahan dalam mengelap

bersih debu

Jangan mengelap dinding ataupun pintu dan bidang vertikal lainnya secara tergesa-gesa dengan alur kiri-kanan atau berputar, karena ini akan membuat debu justru beterbangan ke sana kemari.

Solusinya: Laplah bagian yang berdebu dari atas ke bawah secara perlahan. Dengan demikian, kotorannya akan jatuh ke lantai. Setelah itu, pel lantai secara perlahan.

  1. Menjemur kasur

bersih debu

Menjemur kasur kerap dianggap sebagai solusi untuk menyingkirkan debu. Biasanya, orang akan memukul-mukul kasur agar debunya beterbangan. Padahal, menjemur kasur justru membuat lebih banyak debu menempel. Memukul-mukul kasur adalah usaha yang sia-sia karena sebagian debu yang beterbangan akan kembali mendarat di kasur.

Solusinya: Gunakan alat penyedot debu.

Penulis adalah senior content writer di Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke: boyleonard@rumah.com

 

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Mengecat Eksterior Rumah? Jauhi Lima Kesalahan Ini!

RumahCom – Jika Anda berencana mengecat dinding eksterior rumah baru, hal yang perlu dipertimbangkan tidak hanya mencakup pemilihan warna netral saja. Meski terlihat simple, namun nyatanya Anda teta

Lanjutkan membacaOktober 29, 2015

Jarang Disadari, 6 Hal Ini yang Bikin Nyamuk Nakal Betah di Rumah

RumahCom. Nyamuk bukan serangga yang 'akrab' bagi masyarakat Indonesia, yang berada di iklim tropis. Baik musim panas maupun hujan, serangga penyebab gatal dan penyakit ini tak pernah berhenti mengg

Lanjutkan membacaOktober 29, 2015

Dengan Teknologi Ini, Rumah Bisa Dibangun Beberapa Jam Saja

RumahCom - Teknologi beton pracetak dan prategang dipercaya dapat membantu program sejuta rumah yang dibesut pemerintah. Pasalnya, sebuah rumah dapat dibangun beberapa jam saja dengan teknologi terseb

Lanjutkan membacaOktober 30, 2015

Masukan