Ini 6 Syarat Rumah Ideal Bagi Pemilik Anak Usia Dini

Boy Leonard23 Nov 2015

RumahCom – Apa yang menjadi pertimbangan utama Anda saat membeli rumah baru? Jarak dengan pusat kota, dengan jalan tol, atau dengan kantor? Seberapa besar Anda mempertimbangkan faktor kebutuhan anak saat hendak membeli rumah?

Terkadang, orang tua tanpa sengaja menomorduakan kebutuhan anak-anak pada saat membeli rumah. Padahal, anak dan orang tua memiliki kebutuhan psikologis yang berbeda. Ada hal-hal yang harus Anda perhatikan saat membeli rumah agar proses tumbuh kembang anak, baik fisik maupun mental, bisa berjalan dengan sempurna. Apa saja?

Menurut seorang motivator pendidikan kreatif, Rahmi Dahnan, Psi, agar proses tumbuh kembang anak dapat berlangsung dengan baik, orang tua harus menyediakan lingkungan yang baik. Tidak masalah apakah Anda tinggal di apartemen atau di rumah tapak, yang terpenting perhatikan faktor-faktor berikut:

1. Perhatikan karakter tetangga

Anak-anak harus bergaul dengan sebayanya. Mereka perlu bermain sekaligus bersosialisasi. Jika lingkungan perumahan lebih banyak dihuni oleh warga pensiunan, misalnya, anak-anak akan kekurangan teman untuk bermain dan bersosialisasi.

2. Taman atau Playground

Playground menjadi sarana sosialisasi anak-anak. Mereka bisa bergaul dengan teman sebayanya. Di sini mereka belajar berinteraksi, belajar bersosialisasi. Anak-anak belajar antri, belajar berbagi.

Pentingnya belajar bersosialisasi di antaranya agar anak tidak menjadi korban bully. Dengan bersosialisasi, anak-anak belajar menempatkan diri, belajar berkawan. Jika tidak, anak-anak akan menjadi tidak percaya diri. Anak-anak yang tidak percaya diri terlihat dari gerak tubuhnya dan membuatnya jadi sasaran pelaku bullying. Selain itu, sosialisasi membuat anak memiliki semangat berkompetisi.

Jika lingkungan cluster yang menjadi incaran tidak menyediakan taman bermain, setidaknya harus ada taman umum dalam jarak yang cukup terjangkau.

3. Ruang terbuka

Ruang terbuka diperlukan karena usia kanak-kanak adalah usia di mana mereka sedang aktif bergerak. Anak-anak harus punya ruang untuk berlari-lari, bermain sepeda, dan lain sebagainya. Kegiatan-kegiatan ini akan merangsang saraf motorik anak-anak.

4. Dekat dengan sekolah dengan kurikulum yang tepat

Menurut Psikolog Rahmi Dahnan, sekolah yang bagus adalah sekolah yang memiliki kurikulum pembentukan watak, Misalnya, sekolah yang membiasakan murid-muridnya belajar mengantri, sholat jamaah, mengunjungi panti asuhan.

Kebanyakan orang menilai sebuah sekolah dari kurikulum akademiknya. Padahal, akademik lebih tepat dikembangkan di usia yang lebih tinggi. Pada usia dini, anak-anak lebih baik dididik soal karakter.

Kedekatan rumah dengan sekolah harus menjadi pertimbangan. Sekolah yang jauh membutuhkan waktu tempuh yang lama, membuat anak kelelahan dalam perjalanan. Selain itu, jarak rumah yang dekat dengan sekolah memudahkan orang tua untuk mengawasi anak-anaknya.

5. Keamanan

Anak-anak membutuhkan banyak kegiatan di luar ruang, terutama di lingkungan perumahan. Mereka akan berlari-lari, bersepeda, petak-umpet, dan lain-lain. Sebagai orang tua, adalah tanggung jawab Anda untuk selalu mengawasi mereka. Namun lingkungan perumahan juga harus memiliki sistem keamanan yang baik untuk meningkatkan keamanan di lingkungan.

Tidak hanya peralatan canggih yang menjadi syarat, seperti CCTV, tetapi juga aspek sumber daya manusianya. Anda harus kenal betul dengan petugas keamanan di lingkungan, begitupula para petugas harus kenal betul dengan warganya.

Dengan demikian, petugas keamanan bisa langsung tanggap saat anak-anak mulai meninggalkan kawasan perumahan ataupun saat ada orang asing mulai berinteraksi dengan anak-anak Anda.

6. Kenyamanan di dalam rumah

Setelah Anda mendapatkan hunian yang ideal secara fisik, yang terakhir dan yang paling utama yang harus Anda sadari adalah kenyamanan saat menghuninya. Rumah adalah tempat anak ‘kembali’. Di rumah, anak-anak harus merasa nyaman, bebas dari rasa tertekan. Di rumah, orang tua juga harus membiasakan anak bersosialisasi, seperti berbagi, mengantri, dan sebagainya.

Penulis adalah senior content writer di Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke: boyleonard@rumah.com

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Wow, Tom Cruise Jual Rumah Seharga Rp802,5 M!

Rumah.Com – Selebriti Hollywood Tom Cruise menjual rumahnya di Telluride, Colorado, Amerika Serikat, seharga 59 Juta USD atau setara Rp802,5 Miliar. Pemeran utama dalam film blockbuster Mission Impo

Lanjutkan membaca4 Nov 2015

Hati-Hati dengan Kamar Mandi. Simak Feng Shui Ini!

RumahCom – Merancang tata letak ruang rumah memang gampang-gampang susah. Salah-salah, tata letak ruang rumah bisa mengacaukan fengshui yang membuat penghuninya tertimpa bermacam apes.Salah satu yan

Lanjutkan membaca6 Nov 2015

Hujan Turun Lagi, Ini Tandanya Rumah Harus Direnovasi

RumahCom – Meski agak terlambat, musim hujan akhirnya tiba. Hujan yang turun membuat udara lebih segar dan bersih. Namun demikian, Anda juga harus bersiap menyambut datangnya hujan. Jangan sampai An

Lanjutkan membaca11 Nov 2015

Empat Hunian yang ‘Pas’ Untuk Si Pecinta Kuliner

RumahCom - Bagi Anda penggemar kuliner, pasti senang berburu menu masakan khas dari berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri. Dan tentu merupakan suatu hal yang lebih menyenangkan, apabila loka

Lanjutkan membaca17 Nov 2015

Perumahan Ini Cocok untuk Keluarga dengan Anak Usia Dini

RumahCom – Saat mempertimbangkan untuk membeli rumah, jangan lupa pertimbangkan juga kebutuhan anak-anak Anda, terutama jika Anda memiliki anak usia dini. Lingkungan yang tepat akan menentukan prose

Lanjutkan membaca17 Nov 2015

Masukan