Sebagian orang merasa rumahnya belum lengkap tanpa hewan peliharaan. Anjing, kucing, dan kelinci adalah jenis-jenis hewan favorit yang dipelihara di dalam rumah. Masalahnya, hewan-hewan peliharaan kerap kali membuat rumah kotor dan merusak perabotan.

Mempunyai hewan peliharaan menjadi hiburan bagi beberapa orang. Melihat Si Doggy melompat-lompat menyambut Anda sepulang kerja atau Si Meong yang bergelayut manja di kaki Anda meminta makan adalah hal yang menyenangkan.

Tetapi masalahnya baik Si Doggy ataupun Si Meong tidak peduli dengan kebersihan rumah dan perabot Anda. Mereka tak peduli jika jejak kaki mereka membuat lantai kotor, tak peduli juga jika bulu-bulu mereka menempel di karpet dan sofa. Si Meong bahkan tak peduli jika hobinya mengasah kuku membuat rusak meja, karpet, dan sofa.

Nah, berikut ini adalah cara untuk mencegah atau setidaknya meminimalisir efek negatif dari memelihara hewan:

  1. Disiplin terhadap hewan peliharaan
Sumber: Pixabay

Sumber: Pixabay

Yang pertama dan yang terutama adalah mendisiplinkan hewan peliharaan Anda sejak dini. Tentukan bagian rumah mana yang boleh mereka masuki dan mana yang tidak. Anda harus konsisten dan disiplin untuk urusan ini. Sekali Si Doggy atau Si Meong diizinkan memasuki ke area terlarang, besar kemungkinan mereka akan mengulanginya.

  1. Luangkan waktu secara rutin untuk mengajak hewan peliharaan Anda keluar rumah

 

Sumber: Pixabay

Sumber: Pixabay

Biasanya, anjing, kucing, maupun kelinci mengunyah dan mencakar-cakar perabotan di dalam rumah karena bosan dan kurang aktivitas. Karena itu, luangkan waktu untuk mereka bermain di luar rumah.

Selain mencegah bosan, memberikan waktu keluar rumah secara teratur memudahkan Anda menjaga kebersihan rumah, terutama untuk anjing. Setelah berjalan-jalan, segera bersihkan kaki dan badannya agar tidak mengotori rumah.

Jika Anda tidak disiplin memberikan waktu peliharaan Anda untuk bermain di luar rumah, mereka akan keluar masuk sesukanya dan kaki-kakinya akan mengotori rumah Anda setiap saat.

  1. Mencegah hewan peliharaan mencakar-cakar karpet dan perabotan.
Sumber: Pixabay

Sumber: Pixabay

Aktivitas kucing mencakar karpet dan perabotan tak lepas dari naluri. Mereka melakukannya untuk menjaga kuku-kukunya agar tetap tajam. Ini berguna untuk membela diri. Selain itu, mencakar-cakar menjaga kucing tetap fit dengan menggerakkan otot bagian atas mereka.

Kalau Anda memelihara kucing dari kecil, Anda bisa membiasakan untuk memotong kukunya. Namun, ini hanya boleh dilakukan kalau Anda ingin menjadikannya kucing rumahan. Kalau Anda membebaskan kucing Anda berkeliaran, mereka butuh kuku yang tajam untuk membela diri.

Alternatif lain, tempelkan selotip bolak-balik di tempat favorit kucing Anda mengasah kuku. Perekat pada selotip tersebut akan menghilangkan nafsu kucing Anda untuk mengasah kuku. Selanjutnya, sediakan barang-barang lain yang bisa dipergunakan Si Meong untuk mengasah kukunya.

Berbeda dengan kucing, anjing biasanya menggaruk-garuk pintu karena ingin masuk.

Solusinya, gunakan lempengan akrilik (plexiglass) pada bagian yang kerap digaruk oleh anjing. Selanjutnya, pasanglah bandul lonceng atau benda lain yang menimbulkan suara. Ajarkan pada anjing Anda untuk membunyikan bandul lonceng ini jika ingin masuk. Jangan merespon jika ia tetap menggaruk pintu. Jika Si Doggy sudah terbiasa membunyikan lonceng, anda bisa melepas akrilik tersebut.

  1. Mengatasi masalah bulu.
Sumber: Pixabay

Sumber: Pixabay

Cara terbaik untuk membersihkan bulu hewan pada permukaan yang juga berbulu seperti karpet atau sofa kain adalah dengan menggunakan vacuum cleaner. Anda juga bisa menggunakan selotip yang dililitkan pada tangan. Dengan bagian perekat menghadap ke luar, lilitkan selotip pada tangan.

Selanjutnya, usap-usap permukaan sofa dan karpet dengan tangan yang telah dililit selotip. Bulu-bulu hewan peliharaan Anda akan menempel di sana. Tetapi selotip hanya bisa digunakan untuk permukaan kain atau bahan berbulu yang tipis.

Sementara itu, untuk permukaan padat seperti kayu atau lantai, cara terbaik adalah menggunakan kain microfiber. Anda bisa mendapatkan kain ini pada toko-toko perlengkapan rumah. Kain microfiber memiliki sifat mengikat kotoran sehingga bulu-bulu binatang akan menempel pada kain tersebut.

Vacuum clenaner tidak cocok untuk permukaan padat karena benda ini menyemburkan angin, membuat bulu-bulu hewan peliharaan justru beterbangan ke segala penjuru.

  1. Pilih bahan sofa yang mudah dibersihkan dari bulu.
Sumber: Pixabay

Sumber: Pixabay

Kulit semi-anilin adalah bahan yang paling tepat bagi pemilik hewan peliharaan yang membiasakan peliharaannya berkeliaran di dalam rumah. Kulit jenis ini dilapisi bahan pelindung untuk meningkatkan daya tahan kulit. Kulit jenis ini terasa lebih licin.

Jika Anda lebih suka material kain, hindari bahan dengan tenunan kasar atau tipis. Selain itu, letakkan kain pelapis tambahan di bagian sofa di mana hewan peliharaan Anda biasa ‘nongkrong’.

Penulis adalah senior content writer di Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke: boyleonard@rumah.com

KIRIM KOMENTAR