Langkah Cermat Ciptakan Rumah yang Aman untuk Anak

Fathia AzkiaDesember 28, 2016

RumahCom – Rumah memang memerlukan keamanan, terlebih ketika Anda telah memiliki buah hati. Anak memang menyukai aktivitas di luar maupun di dalam rumah. Meskipun Anda tidak selalu bisa memonitor aktivitas outdoor mereka, namun Anda dapat mengantisipasi dengan meningkatkan keamanan rumah Anda demi keselamatan mereka. Pastikan bahwa rumah Anda telah menjadi rumah yang sehat untuk keluarga dan juga tidak berpotensi mendatangkan bahaya. Artikel yang diambil dari Balkonie.com ini memberikan 8 tips bagi Anda untuk membuat rumah aman bagi si buah hati.

1. Stop kontak dengan penutup

Pada anak yang berusia lebih dari 5 tahun, orangtua mungkin tak kesulitan memberikan “instruksi” untuk tidak bereksperimen dengan stop kontak. Tapi bagaimana dengan balita—terlebih batita, yang sedang giat-giatnya bereksplorasi? Untuk keamanan, Anda bisa memilih stop kontak dengan penutup untuk menghalangi jari si kecil masuk ke dalam lubangnya. Selain itu, jangan lupa cabut segala macam kabel yang masih menyangkut di stop kontak agar tidak membahayakan anak Anda.

Alpha Media

2. Kompor tidak mudah dijangkau

Sekarang waktunya untuk mengamankan dapur rumah Anda. Pertama, pastikan si kecil tidak bermain di dapur tanpa pengawasan. Kedua, hindari meletakkan kursi, meja, peti, atau jenis panjatan apa pun di dekat kompor. Dan ketiga, jangan pernah meletakkan alat masak seperti panci dan penggorengan dengan tangkai pegangan menghadap ke luar, yang memungkinkan si kecil menyambarnya dan menumpahkan isinya. Selain alasan keamanan, dapur yang ditata dengan rapi dan aman juga dapat memperindah tampilan rumah Anda, bukan?

3. Setrika panas

Selain kompor, terdapat peralatan rumah tangga lainnya yang bersifat panas, yakni setrika. Terkadang perabot yang kecil menjadi mudah dilupakan dan menjadi alasan adanya beberapa ‘kecelakaan’ kecil di dalam rumah, seperti si buah hati yang terkena akibat dari setrika yang panas. Jika memungkinkan, sebaiknya si kecil tidak berada di dekat perabot yang satu ini. Simpan setrika Anda secara rapi dengan mengorganisir barang-barang di rumah Anda.

4. Keran & dispenser air panas

Untuk menghindari si kecil terguyur air panas dari keran kamar mandi, nyalakan pemanas air beberapa saat sebelum digunakan—jangan sepanjang waktu. Untuk dispenser air, ada baiknya jika diletakkan pada ketinggian yang tak terjangkau oleh batita. Keran air panas dispenser memang biasanya sudah dilengkapi dengan pengaman, tetapi tetap saja ada kemungkinan si kecil sukses mengutak-atiknya.

5. Kunci palang pengaman di tangga

Tangga ibarat magnet yang selalu menarik anak-anak untuk mendakinya naik-turun.  Untuk menghindari kecelakaan, pastikan Anda telah memasang pagar ataupun palang di setiap ujung tangga, dan memastikannya selalu aman terkunci—terutama pada saat si kecil sedang asyik bermain.

Alpha Media

Image via prebabyblog.com

6. Pagar di sekitar kolam

Kolam renang, bahkan juga kolam ikan, yang hanya memiliki kedalaman air sekian puluh sentimeter, adalah tempat yang amat potensial mengundang bahaya bagi anak-anak. Karenanya, pastikan si kecil tidak berkegiatan di seputar kolam tanpa pengawasan. Jika mungkin, pasang pula pagar di sekeliling kolam untuk menghindari anak terpeleset jatuh ke dalam air.

7. Lapisi sudut tajam

Sudut furnitur yang tajam seringkali mengakibatkan luka akibat terbentur, terutama pada batita yang sedang belajar berjalan. Untuk menghindarinya, Anda bisa memasang lapisan pengaman—yang bisa dibeli di toko perkakas rumah tangga ataupun toko perlengkapan bayi. Selain itu, tahukah Anda bahwa furnitur yang memiliki sudut tajam akan membawa dampak yang buruk menurut Feng Shui? Maka dari itu, sebaiknya Anda menghindari membeli furnitur yang berujung tajam.

8. Jauhkan obat & zat kimia berbahaya

Setelah digunakan, jangan lupa menyimpan kembali obat-obatan di dalam kotak obat, dan pastikan bahwa kotak tersebut berada di luar jangkauan anak-anak. Selain obat-obatan, simpan pula cairan pembersih lantai, obat nyamuk, cairan pemutih, deterjen, dan sebagainya, di tempat tertutup yang tidak bisa dibuka sembarangan oleh anak-anak. Jangan sampai, obat atau pembersih yang sebenarnya memiliki manfaat malah berbalik menjadi racun di rumah kita hanya karena kita sembarang meletakkannya. Jangan lupa juga untuk tidak membiarkan limbah rumah tangga begitu saja, karena banyak tangan jahil yang bisa saja menyalahgunakan limbah rumah tangga Anda. (Nayu Novita/Sasha Siregar)

Fathia Azkia
Penulis adalah content writer di Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke:Fathiaazkia@rumah.com atau melalui Twitter: @fathianyaaa

Foto: pixabay

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Rahasia Agar Anak Betah di Rumah

RumahCom - Mengajarkan anak untuk betah menghabiskan waktu libur di rumah, sepertinya bukan persoalan sulit bagi Teuku Zacky. Aktor yang kini tengah sibuk berbisnis event organizer ini menyiasati deng

Lanjutkan membacaAgustus 4, 2015

Ingin Anak Berprestasi? Berikut Tips Menata Ruang Belajarnya

RumahCom - Mendukung anak dalam prestasinya adalah hal yang wajib dilakukan setiap orang tua. Selain nutrisi tubuh, ada hal lain yang harus diperhatikan. Ya, ruang belajar. Ruangan ini tentu perlu di

Lanjutkan membacaAgustus 27, 2015

Agar Tak Salah Desain, Pahami 3 Perbedaan Kamar Tidur Anak Anda

RumahCom - Bagi anak-anak kamar tidur tidak hanya berfungsi sebagai ruang beristirahat, bermain dan belajar. Faktanya kamar tidur memiliki peranan penting bagi kehidupan mereka sehari-hari. Menyikapi

Lanjutkan membacaSeptember 28, 2015

Perumahan Ini Cocok untuk Keluarga dengan Anak Usia Dini

RumahCom – Saat mempertimbangkan untuk membeli rumah, jangan lupa pertimbangkan juga kebutuhan anak-anak Anda, terutama jika Anda memiliki anak usia dini. Lingkungan yang tepat akan menentukan prose

Lanjutkan membacaNovember 17, 2015

Ini 6 Syarat Rumah Ideal Bagi Pemilik Anak Usia Dini

RumahCom - Apa yang menjadi pertimbangan utama Anda saat membeli rumah baru? Jarak dengan pusat kota, dengan jalan tol, atau dengan kantor? Seberapa besar Anda mempertimbangkan faktor kebutuhan anak s

Lanjutkan membacaNovember 23, 2015

Masukan