Catat, 5 Syarat Mewujudkan Resolusi Anda untuk Memiliki Rumah!

Fathia AzkiaDesember 30, 2016

RumahCom – “Rumah adalah aset nomor satu yang paling menentramkan” ujar Kaukabus Syarqiyah, Financial Planner Kaukabus Financial Literacy Center kepada redaksi Rumah.com, Rabu (30/12).

Ibu enerjik yang biasa dipanggil Kikau ini juga mengatakan bahwa sangat memungkinkan bahkan menjadi keharusan membuat resolusi untuk memiliki rumah.

Ia juga menjelaskan biasanya kondisi usia muda masih memiliki gap dalam kurun waktu dua tahun pasca kelulusan untuk menyisihkan gaji pertama mereka dengan travelling, mencoba kuliner yang belum pernah dicoba, atau memenuhi gayah hidup fashion.

“Biasanya gap itu dialami oleh kaum muda usia 22-24 tahun, namun jika sudah memasuki usia 26-27 tahun Saya kira sudah harus memikirkan untuk memiliki rumah. Karena secara biologis, pertumbuhan terus meningkat sedangkan lahan segini-gini saja” jelas Kikau.

Ketika ditanya apakah resolusi memiliki rumah hanya untuk kalangan tertentu saja? Dengan semangat, Kikau menepis anggapan tersebut.

“Resolusi memiliki rumah tidak membatasi seseorang baik profesi, usia, status, dan jenis kelamin. Perempuan single misalnya. Jangan pernah berpikir bahwa hanya laki-laki saja yang nanti harus membeli rumah” papar Kikau.

Lagi-lagi Kikau mengatakan memiliki rumah juga bisa menjadi aset di masa depan, dan karakteristik harga rumah akan selalu naik tiap tahun. Maka dari itu Ia juga menambahkan, diperlukan 5 syarat penting untuk mencapai resolusi itu secara cermat.

Kikau menjabarkan langkah pertama yang harus dipikirkan adalah keinginan diri Anda dalam membeli rumah. Apakah ingin memiliki rumah yang ideal ataukah sederhana. Apabila Anda saat ini memiliki pendapatan Rp4 juta per-bulan sudah pasti masih belum bisa mendapatkan rumah yang ideal jika dilihat pasaran harga rumah saat ini.

“Hanya saja, hal itu bisa dibantu dengan menjawab pertanyan tujuan Anda membeli rumah. Apakah ingin memiliki rumah yang dekat dengan tempat kerja, ataukah bertujuan untuk dihuni? Pertanyaan itu akan menentukan Anda dalam memilih lokasi dan berpengaruh terhadap bajet Anda” ungkap Kikau.

Setelah syarat pertama terjawab, selanjutnya Kikau memaparkan bagaimana memenuhi Down Payment (DP) yang ditentukan.

“Seperti kita tahu ketentuan untuk DP minimal rumah itu sebesar 30%. Misalnya dengan pendapatan Rp4 juta, Anda menyisihkan 30% per-bulan untuk memenuhi DP minimal, ini juga harus berhati-hati. Sebab, harga rumah akan naik sedangkan Anda membutuhkan 5 tahun untuk bisa bayar DP minimal, ini sangat lama. Sehingga, usahakan Anda membayar DP di atas batas minimum. Caranya, Anda harus berhemat” saran Kikau.

Berhemat dapat dilakukan dengan cara mengurangi pengeluaran Anda yang konsumtif atau menambah pendapatan lain dengan cara bekerja paruh waktu. Kedua cara tersebut tentu memiliki konsekuensi tersendiri yang harus Anda lewati.

Kedua, harus konsisten dalam mempersiapkan cicilan. “besarnya cicilan per-bulan ditentukan dari harga DP yang Anda bayarkan. Banyak juga yang akhirnya merasa tidak sanggup karena harga cicilan kerap naik. Oleh sebab itu Anda harus membayar cukup tinggi pada saat DP agar terasa ringan pada saat mencicil” tambah Kikau.

Lalu bagaiman jika masih memiliki hutang, apakah diperbolehkan untuk membayar DP rumah?

Kikau memberikan solusi jika masih memiliki hutang yang berkaitan dengan pihak ketiga sebaiknya selesai hingga lunas dahulu. Namun apabila masih memiliki hutang yang tidak berbunga, seperti meminjam dari orang tua masih bisa dijangkau.

Ketika sudah membuat resolusi artinya menunjukkan sebuah komitmen yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh. Selain persiapan anggaran, ketiga ada baiknya Anda mulai belajar tentang ketentuan-ketentuan KPR perbankan.

Saat ini sudah banyak KPR dari berbagai jenis perbankan yang menawarkan produk KPR dengan berbagai keuntungan. Kikau menyatakan, dalam memilih KPR sebenarnya ditentukan oleh value individu itu sendiri.

“KPR kini beragam baik dari bank konvensional ataupun syariah. KPR konvensional biasanya melakukan pembayaran murah di awal, dan KPR Bank syariah cenderung mahal di bayaran pertama, namun bersifat tetap pada cicilan berikutnya” jelas Kikau.

Menurut Kikau, KPR Bank konvensional dinilai relevan untuk kondisi keuangan masih labil. “Misalnya pasangan baru yang bisa jadi berjalannya 2 tahun kehidupan baru akan mengalami perkembangan dari segi ekonomi. Hanya saja, perlu disiati dalam hal mangatur keuangan dalam cicilan, karena harga sewaktu-waktu berubah pada cicilan selanjutnya” tambah Kikau.

Selain memahami KPR perbankan, keempat Kikau menyarankan untuk belajar memilih pihak pengembang perumahan yang sudah memiliki rekam jejak yang baik. Hal ini bisa dilakukan menggunakan internet dan rekomendasi dari orang kepercayaan.

Kehidupan yang konsumtif merupakan godaan terberat untuk mewujudkan resolusi Anda. Untuk itu kelima hindari gaya hidup konsumtif berlebihan. “Perlu diingat bahwa hidup itu bukan saat ini saja. Terutama untuk para kaum muda, coba sesekali sharing dengan mereka yang berusia 30 tahun banyak dari mereka yang menyesal mengapa tidak memulai berinvestasi ketika muda. Jangan sampai kita panik di usia tua”.

Untuk menyiasati hobi Anda seperti mengumpulkan pernak-pernik, travelling atau barang serba fashionable, Kikau menyarankan agar Anda membuka rekening baru yang diperuntukan sebagai tabungan untuk hobi Anda. Anda bisa menyisihkan 20% dari pendapatan Anda. Secara tidak langsung Anda sudah melakukan perjanjian dengan diri Anda sendiri

Dengan demikian proses mengatur keuangan untuk mewujudkan resolusi Anda memiliki rumah akan tercapai tanpa harus mengorbankan keinginan Anda yang lain.

Kantri Maharani
Penulis adalah Content Writer: Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan Penulis, Anda bisa mengirim email ke:kantrimaharani@rumah.com atau twitter @jeungkant

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

10 Perumahan yang Paling Diminati 2015

RumahCom –  Pertumbuhan properti dari keterpurukan 2014 tentu membawa angin segar bagi pelaku bisnis properti di Indoensia. Hal ini dapat dilihat dari Survey Harga Properti Residensial (SHPR) Bank

Lanjutkan membacaDesember 28, 2016

Bogor Benahi Kota Dengan Sejuta Taman

RumahCom - Kota Sejuta Angkot menjadi julukan yang melekat bagi Kota Bogor, Jawa Barat, bahkan dalam berbagai acara kerap disebutkan angkot sebagai salah satu ciri khas kota yang juga dikenal sebagai

Lanjutkan membacaDesember 30, 2016

Potensi Hunian Berbasis Islami di Indonesia

RumahCom – Setelah dikeluarkan rilis dari Center for Middle - Class Consumer Studies (CMS), pusat kajian kelas menengah yang didirikan oleh Majalah SWA dan Inventure tahun lalu, yang menyatakan bahw

Lanjutkan membacaDesember 29, 2016

Sebelum Beli Rumah, Kenali Dulu Jenis Sertifikatnya!

RumahCom – Mencari perumahan baru untuk keluarga kecil Anda merupakan sebuah hal yang menyenangkan. Namun saat proses akadnya, tak jarang beberapa orang akan sedikit dipusingkan dengan segenap tahap

Lanjutkan membacaDesember 30, 2016

5 Kesalahan yang Kerap Dilakukan Pembeli Rumah Pertama Kali

RumahCom –  Membeli rumah tentu menjadi momen menyenangkan untuk setiap orang. Terlebih bagi first time buyer, atau pembeli rumah pertama kali. Tidak heran jika developer sangat mudah memikat calon

Lanjutkan membacaDesember 30, 2016

Masukan