MRT dan Pengaruhnya di Sektor Properti

Fathia Azkia30 Des 2015

RumahCom – Sedikit mengulas kembali, MRT atau Mass Rapid Transit dibangun oleh pemerintah guna memberikan kesempatan kepada warga kota Jakarta dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas mobilitasnya menjadi lebih andal, terpercaya, aman, nyaman, dan ekonomis.

Proyek transportasi masal ini rencananya akan rampung pada tahun 2018 dengan rute Lebak Bulus – Bundaran HI. Nantinya rute ini akan dilengkapi dengan 13 stasiun, yang terdiri dari 7 stasiun layang dan 6 stasiun bawah tanah. Sementara tahap II akan melanjutkan jalur selatan-utara dari Bundaran HI ke Kampung Bandan sepanjang 8,1km, yang ditargetkan beroperasi pada tahun 2020.

Dengan rampungnya MRT Jakarta pada 2018 nanti, banyak yang memperkirakan bahwa bisnis properti di sepanjang jalur yang dilintasi akan meningkat pesat. Benarkah? Menurut kacamata Senior Manager Era Graha Property, Katreen Markus, prediksi ini nampaknya malah akan sedikit meleset dari perkiraan sekarang.

“Kalaupun mengalami kenaikan, kemungkinannya hanya 50% saja. Tetapi ini juga menyasar objek properti yang memiliki fasilitas mumpuni dan akses termudah menuju salah stasiun MRT,” demikian diungkapkannya saat dihubungi tim Rumah.com pada Rabu siang, 30 Januari 2015.

Ia juga menambahkan, bahwa bidang properti yang bakal mengalami penjualan cukup sginfikan adalah apartemen dengan konsep ideal bagi kaum profesional. Mengingat para profesional memiliki mobilitas tinggi, sehingga membutuhkan akses cepat dari satu titik asal ke titik cepat. Dan jawaban atas permasalahan ini nampaknya akan bisa ditemukan dengan kehadiran MRT.

Pembangunan mempengaruhi minat masyarakat

Imbas terbesar dari pembangunan proyek MRT adalah kemacetan di beberapa titik yang semakin parah, seperti di sepanjang Jalan Raya Fatmawati hingga Panglima Polim. Tak ayal hal ini mendasari turunnya minat masyarakat saat hendak mencari rumah sewa di sekitaran kawasan ini.

“Ongkos sewa rumah untuk kaum ekspatriat pun menurun tahun ini. Di Cilandak, Jakarta Selatan, biaya sewa sekarang berkisar USD2000 – USD3000, sementara di Pondok Indah sebesar USD8000 per bulan,” tutur Katreen.

Bahkan menurut informasi yang Ia terima dari AREBI, daya beli di kawasan sekitar pembangunan MRT masih sama saja, tak ada perubahan yang signifikan. Bahkan ada cukup banyak koreksi harga yang diputuskan.

Sementara di sektor ruko, kehadiran MRT rupanya belum mampu memacu penjualan dan kenaikan harga. Padahal jika mengamati sepanjang Jalan Raya Fatmawati sampai Panglima Polim, pemandangan yang sangat mudah Anda temukan adalah deretan ruko dengan berbagai penawaran produk dan jasa.

Saat dikonfirmasi perihal ini, Katreen mengungkapkan jika harga ruko di sekitar kawasan ini terbilang masih stagnan. “Ruko yang terletak di lokasi strategis hampir mengarah ke Blok M saja masih dipasarkan dengan harga mulai dari Rp5 miliar sampai Rp7 miliar, belum ada tanda-tanda akan mengalami kenaikan yang pesat,” tandasnya mengakhiri pembicaraan.

Fathia Azkia
Penulis adalah content writer di Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke: Fathiaazkia@rumah.com atau melalui Twitter: @fathianyaaa

Foto: Fathia Azkia

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

MRT Beroperasi, Harga Lahan Naik 15%

RumahCom - Sudah jadi hukum alam, bahwa penambahan akses transportasi di sebuah kawasan akan mendongkrak harga lahan di kawasan itu. Begitupun dengan hadirnya sistem mass rapid transit (MRT) yang jika

Lanjutkan membaca17 Jan 2014

Data dan Fakta Proyek MRT Jakarta

RumahCom – Mulai 10 Oktober lalu, proyek Mass Rapid Transit (MRT) tahap I mulai dibangun. Di sepanjang ruas MH Thamrin, Jakarta Pusat pun terlihat beberapa spanduk permohonan maaf dari Gubernur

Lanjutkan membaca31 Okt 2013

MRT Tidak Otomatis Kurangi Kemacetan Jakarta

RumahCom – Pengembangan proyek transportasi masal (Mass Rapid Transit/MRT) seharusnya tidak mengurangi pertumbuhan jalan raya. Karena kedua hal ini ternyata tidak dapat menggantikan fungsi salah sat

Lanjutkan membaca8 Jul 2014

LRT Beroperasi, Cibubur–Cawang Cuma 15 Menit!

RumahCom -  Sebagai pengganti moda transportasi monorel yang urung dilanjutkan, Presiden Joko Widodo menugaskan PT Adhi Karya (Persero), Tbk (ADHI) untuk membangun Light Rail Transit (LRT) sebagai pe

Lanjutkan membaca24 Mar 2015

Masukan