Pembangunan Infrastruktur Bisa Bikin Harga Rumah Tak Terjangkau!

Anto ErawanFebruari 27, 2015

RumahCom – Melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (kemenpupera) Pemerintah tengah menggenjot pembangunan infrastruktur. Tak hanya itu, pemerintah juga membuat zoning pusat industri yang digadang akan meningkatkan economic base sebuah wilayah.

“Namun demikian, program infrastruktur ini harus sejalan dengan program sejuta rumah yang sedang digalakkan pemerintah. Pasalnya, kedua program tersebut bermuara pada kenaikan harga tanah di wilayah yang dilalui infrastruktur baru tersebut,” jelas pengamat properti Ali Tranghanda.

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch ini menuturkan, dalam sebuah mekanisme pasar, secara alamiah harga lahan di sebuah wilayah akan bergerak naik bila di wilayah tersebut mendapat akses yang baik.

Dibukanya akses transportasi kereta api saja akan dapat membuat pergerakan harga tanah, tuturnya, apalagi bila sebuah wilayah dilalui jalan tol. Harga tanah akan meningkat minimal 30%. Bahkan, di beberapa lokasi dengan harga tanah yang sudah tinggi, kenaikan bisa mencapai 60%.

“Hal ini akan membuat harga tanah di sekitar (infrastruktur baru) ikut naik. Hal ini  akan membuat tanah-tanah yang semula bisa dibangun rumah rakyat, menjadi semakin tidak terjangkau,” tukasnya.

Ali mengimbau, program infrastruktur jangan sampai berjalan sendiri tanpa memerhatikan potensi kenaikan harga tanah. Untuk itu, pemerintah harus tanggap dan ‘mengamankan’ tanah-tanah yang bisa dikembangkan untuk rumah murah.

“Tanpa hal tersebut, pemerintah akan semakin sulit merealisasikan program sejuta rumah. Karena yang menjadi masalah bukan keterbatasan lahan, melainkan keterbatasan tanah murah yang kian menyusut,” urainya.

Anto Erawan
Penulis adalah editor Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke:antoerawan@rumah.com atau melalui Twitter: @AntoSeorang

Foto: Anto Erawan

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Kenaikan Harga Rumah Bukan Karena BBM

RumahCom – Kenaikan harga properti yang terjadi di Indonesia tidak terjadi karena kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak), melainkan karena kebijakan pengembang dalam menaikan harga. Hal ini yang me

Lanjutkan membacaJanuari 5, 2015

Target Pembangunan Rumah Subsidi Cuma Mimpi

RumahCom – Sektor perumahan rakyat agaknya menjadi "anak tiri" pada masa kepemimpinan presiden Joko Widodo. Betapa tidak, dari dana kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) sebesa

Lanjutkan membacaJanuari 12, 2015

2015, Rumah Sederhana Justru Dipasok Pengembang Besar

RumahCom – Kenaikan harga BBM bersubsidi di akhir 2014 lalu membuat pengembang memberi gimmick marketing yang memberi harapan kepada konsumen bahwa harga properti yang dibelinya akan segera naik di

Lanjutkan membacaJanuari 22, 2015

Aturan (Baru) Pajak Jadi Batu Sandungan Sektor Properti

RumahCom - Menurunnya target penerimaan pajak di sektor properti membuat Dirjen Pajak berwacana membuat kebijakan pajak properti barang mewah (PPnBM) 20%. PPnBM hanya dikenakan untuk properti yang dij

Lanjutkan membacaFebruari 11, 2015

Masukan