Kelas Menengah Masih Dominasi Pasar Perumahan Jabodetabek

Anto ErawanApril 23, 2015

rumah-menengah- by anto erawan

RumahCom – Sektor perumahan tapak (landed house) di jabodetabek selama semester II – 2014 masih memperlihatkan tren melambat. Hal ini terlihat dari grafik penjualan yang datar. Secara umum, hal ini disebabkan oleh peraturan LTV (loan to value) yang dimulai September 2013 lalu.

Kondisi tersebut membikin banyak developer menawarkan unit rumah yang lebih terjangkau. Alhasil, nilai penjualan memperlihatkan tren penurunan.

Riset yang dilakukan konsultan properti Cushman & Wakefield menunjukkan pasar menengah (dengan kisaran harga Rp800 juta – Rp1,39 miliar) mendominasi pasar perumahan pada semester II – 2014 dengan nilai transaksi 39%.

Arief Rahardjo, Senior Associate Director Research & Advisory Cushman & Wakefied Indonesia menjelaskan, di sisi pasokan terjadi perlambatan, karena developer menunda peluncuran produk baru lantaran ekonomi yang masih melambat.

“Pasokan hunian terbanyak terdapat di Tangerang yang menyuplai 61% dari total pasokan,” imbuhnya.

Secara umum, tambah Arief, harga hunian tapak terpantau stabil sejak pemberlakuan regulasi LTV. Pertumbuhan harga tertinggi terlihat di Bogor, yang dipicu rencana pembangunan tol baru Bogor Outer Ring Road (BORR).

Ke depan, urai Arief, rencana peraturan pemerintah terkait pajak properti mewah (dengan harga jual minimal Rp2 miliar), akan membuat pengembang lebih banyak membangun rumah dengan harga yang lebih terjangkau.

“Sementara itu, peraturan tersebut juga akan membuat pengembang rumah mewah melakukan aksi wait and see dalam meluncurkan produk baru, karena mereka yang akan terkena imbasnya,” pungkasnya.

Anto Erawan
Penulis adalah editor Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke:antoerawan@rumah.com atau melalui Twitter: @AntoSeorang

Foto: Anto Erawan

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Tingkat Hunian Hotel Mewah di Jakarta Menanjak

RumahCom - Tingkat hunian hotel berbintang 3 dan 4 diproyeksikan menurun sampai akhir 2014, menyusul tingginya pasokan kamar hotel baru dalam 18 bulan terakhir. Dampak lebih lanjut, tingkat hunian hot

Lanjutkan membacaOktober 15, 2014

Kelas Menengah Kuasai Pasar Kondominium Jabodetabek

RumahCom - Menutup tahun 2014, aktivitas penjualan kondominium tetap kuat dan mencatat kenaikan per tahun yang signifikan baik tingkat pra-penjualan maupun harga. Kenaikan harga BBM dan regulasi LT

Lanjutkan membacaFebruari 18, 2015

Ini Dia Daftar Apartemen Baru di Jabodetabek!

RumahCom – Kelangkaan dan tingginya harga lahan di Jakarta membuat harga kondominium di Jakarta makin sulit dijangkau. Untuk itu, developer terlihat mulai bergeser ke luar Jakarta—seperti Serpong,

Lanjutkan membacaFebruari 18, 2015

Suplai Apartemen Bergeser ke Luar Jakarta

RumahCom – Hidup di apartemen agaknya tidak lagi didominasi masyarakat Ibukota Jakarta. Pasalnya, belakangan banyak berdiri hunian vertikal kelas menengah-bawah dan menengah di kawasan Bogor, Depok,

Lanjutkan membacaApril 22, 2015

Masukan