2015, Kenaikan Harga Properti Di Sydney Berkisar 11% - 15%

Anto ErawanApril 28, 2015

RumahCom – Kenaikan harga properti sebesar 14% di Sydney pada 2014 membuat para analis menghitung ulang kemungkinan kenaikan harga di tahun ini.

SQM Research—sebuah perusahaan riset Australia—bahkan menaikkan proyeksi pertumbuhan harga properti di Sydney menjadi 11% – 15% untuk tahun 2015. Padahal, prediksi sebelumnya hanya sekitar 8% – 12 %.

“Lokasi-lokasi dengan kekurangan pasokan hunian, seperti halnya Sydney, akan terus memiliki pertumbuhan harga properti yang kuat, meskipun suku bunga relatif rendah,” ungkap Louis Christopher, Managing Director SQM Research.

Di sisi lain, imbuhnya, pertumbuhan penduduk Sydney yang tinggi—sekitar 90 ribu tahun lalu—juga menyebabkan kota ini terus masih mengalami kekurangan pasokan hunian, kendati izin membangun gedung sudah ditingkatkan.

Louis Christopher menambahkan, tingginya kenaikan harga di Sydney dipengaruhi kuatnya fundamental ekonomi ibukota Negara bagian New South Wales (NSW) tersebut.

Saat ini terdapat mega proyek yang sedang dibangun di Sydney, termasuk International Convention Centre baru di Darling Harbour, kawasan Barangaroo senilai Rp60 triliun, dan proyek revitalisasi sebesar Rp80 triliun di kawasan Green Square.

“Pemerintah Federal NSW bahkan mengalokasikan anggaran sebesar Rp20 triliun untuk pengembangan kawasan Parramatta dalam beberapa tahun ke depan,” katanya.

 michael ginarto crown - anto erawan

Membidik Investor Indonesia dan Singapura
Sementara itu, Head of Crown Asia, Michael Ginarto menekankan bahwa peluang investasi di Sydney ini juga ditawarkan bagi para investor asal Indonesia dan Singapura.

“Kondisi ini semakin membuka peluang bagi Crown Group dalam memasarkan produknya di kawasan Asia Tenggara, khususnya di Indonesia dan Singapura,” ungkap Michael dalam siaran pers yang diterima Rumah.com.

Pada tahun lalu, paparnya, pasar Indonesia dan Singapura memberikan respon yang sangat positif terhadap produk-produk yang kami tawarkan. Tentu saja, selain kualitas produk yang baik, tingkat kenaikan harga properti di Sydney juga membuat investor Indonesia dan Singapura semakin tertarik untuk masuk.

Michael mengungkapkan, Crown Group akan meluncurkan proyek teranyar Crown Ashfield bulan Mei mendatang.

“Menara apartemen mewah senilai Rp880 miliar ini berada di kawasan barat Sydney yang sedang berkembang dan sangat populer bagi kalangan profesional muda dan keluarga,” pungkasnya.

Anto Erawan
Penulis adalah editor Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke:antoerawan@rumah.com atau melalui Twitter: @AntoSeorang

Foto: Anto Erawan

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Indonesia Sumbang 16,7% Penjualan Properti Crown Group

RumahCom – Indonesia merupakan salah satu pasar paling potensial bagi Crown International Holding Group, pengembang properti asal Sydney, Australia. Pasalnya, selama tahun fiskal Juni 2013 – Juni

Lanjutkan membacaJuli 23, 2014

Crown Group Resmikan Kantor Pemasaran di Surabaya

RumahCom – Setelah membuka kantor perwakilan di Jakarta tahun lalu, kini Crown International Holdings Group—pengembang properti yang bermarkas di Sydney, Australia—membuka kantor pemasaran di Su

Lanjutkan membacaAgustus 15, 2014

CBD Kedua Sydney Diburu Investor Indonesia dan China

RumahCom - Pada 2014 lalu, Sydney mencatat pertumbuhan nilai properti 14,5% dibanding tahun sebelumnya. Hal ini menjadikan ibukota negara bagian New South Wales (NSW) tersebut sebagai kota dengan pert

Lanjutkan membacaJanuari 6, 2015

Tiga Hal Ini Bikin Properti Australia Makin Prospektif

RumahCom -  Australia digadang masih menjadi lokasi investasi properti yang menarik bagi investor mancanegara. Setidaknya ada tiga hal penting yang menjadi indikator. “Pertama, kompetitifnya Dol

Lanjutkan membacaMaret 10, 2015

Masukan