Pengembang Korea Bangun Vilatel di Lombok

Anto ErawanApril 29, 2015

RumahCom – Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, kembali diramaikan oleh vila-hotel (vilatel). Kali ini, PT The One Partners—anak usaha TheVoo Architect & Engineers Group asal Korea—mengembangkan vilatel Royal Tulip Resort & Spa.

Dengan investasi Rp250 miliar, proyek yang berlokasi di Are Guling, Lombok Tengah bagian selatan ini berjarak 3 kilometer dari mega proyek Mandalika, Kuta.

Kepada sejumlah pewarta, Selasa (28/4), Eric Kim, CEO The One Partners menuturkan, pihaknya tertarik mengembangkan vilatel di Lombok, lantaran pulau ini seperti Bali 10 tahun yang lalu, dimana pantai, pasir, dan lautnya masih bersih.

Royal Tulip Resort & Spa  dikembangkan di atas lahan 20.263 m2 dengan luas bangunan 7.328 m2.  Ada 61 unit vila tipe 1, 2, dan 3 kamar tidur dengan luas unit mulai 175,72/99,12 hingga 582,68/270,39.  Untuk unit 1 kamar tidur ditawarkan mulai USD375.480.

“Total unit vila yang dijual 45 unit dimana 10 unit telah dibeli oleh investor dari Shanghai dan Beijing, sehingga hanya 35 unit villa yang akan ditawarkan kepada para investor di Indonesia. Sebanyak 16 unit akan dimiliki oleh pengembang dan tidak untuk dipasarkan,” ujar Kim Min Sung, Vice President The One Partners. “Kami membidik para investor menengah atas dan penjualan dilakukan bekerjasama dengan PRO/MAX Real Estate.”

Royal Tulip Resort Spa - Lombok - 2

Royal Tulip Resort & Spa dilengkapi berbagai fasilitas, antara lain outdoor wedding area, wedding chapel, promenade, kolam renang  dan  kolam renang anak, restaurant, spa, beach bar, beach volley ball, serta healing path. Sementara fasilitas untuk tiap unit villa antara lain  infinity & private pool, luxury dress room, surround system, outdoor cabana, outdoor shower, interior landscape, dan galaxy ceiling.

“Pembangunan proyek ini dimulai sejak Februari 2015 dan diperkirakan selesai pada Desember 2016,” kata Eric Kim.

Anto Erawan
Penulis adalah editor Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke:antoerawan@rumah.com atau melalui Twitter: @AntoSeorang

Foto: Dok. Royal Tulip Resort & Spa

Rusman H
Jul 27, 2015
Beritanya menarik, dan saya percaya ini dapat menambah devisa pariwisata lombok secara tidak langsung. Selain keuntungan tsb, apakah sebaiknya kita juga perlu waspada terhadap harga kenaikan properti yg bisa terdongkrak secara signifikan sehingga dapat berdampak masyarakat dg pendapatan rendah semakin tidak mungkin utk memiliki rumah. Bukankah sebaiknya problem perumahan utk rakyat dengan pendapatan rendah diselesaikan dulu, sehingga keuntungannya menyeluruh baik bagi warga yg sdh memiliki rumah yg harga rumahnya nanti juga turut terangkat seiring dengan kenaikan harga properti yg akan disebabkan oleh investor properti asing. Belajar dari pengalaman singapura yg palig tidak start nya semua warganya sdh memiliki rumah, baru kemudian orang asing dapat memiliki rumah, dan warga yg sdh memiliki rumah cukup berbahagia karena kenaikan harga rumah yang signifikan yang disebabkan oleh investor asing tsb. Terimakasih
KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Bali dan Lombok Dapat Predikat Pulau Terindah di Asia

RumahCom – Pulau Dewata, Bali lagi-lagi dinobatkan menjadi pulau terindah di Asia. Hal ini tercatat dalam hasil survei pembaca cntraveler.com yang baru-baru ini dirilis.Dalam daftar lima pulau t

Lanjutkan membacaOktober 21, 2013

James Weschler: Investasi Resor di Lombok Sangat Menjanjikan

Potensi pariwisata di Lombok membuat sektor properti, terutama properti resor, ikut terdongkrak. Tidak hanya pengembang lokal, pengembang mancanegara pun hadir ingin mencicipi manisnya bisnis properti

Lanjutkan membacaMaret 14, 2012

Properti Lombok Ini Bidik Investor Singapura

RumahCom – Pulau Lombok nan eksotis agaknya menarik bagi investor properti asal Singapura. Hal inilah yang membuat agen properti asal Hong Kong, Private Sanctuary, memasarkan proyek Mandalika View k

Lanjutkan membacaDesember 4, 2014

Pengembang Hong Kong Bangun Vila Mewah di Lombok

RumahCom – Melirik potensi pulau Lombok, pengembang asal Hong Kong Private Sanctuary Limited meluncurkan Mandalika View. Proyek mewah ini  terdiri dari 17 kavling dengan luas lahan berkisar 1.18

Lanjutkan membacaJanuari 14, 2015

Masukan