Lahan, Kendala Utama Pembangunan Rusun di Ibukota

Anto Erawan3 Jul 2015

RumahCom – Guna percepatan pengembangan rumah susun, bulan lalu DPD Real Estat Indonesia (REI) DKI Jakarta membentuk Satgas Pembangunan Rusun. REI DKI juga mengimbau pengembang yang memiliki kewajiban membangun rusun dengan Pemda segera berkoordinasi dengan Satgas tersebut.

Ketua DPD REI DKI Jakarta, Amran Nukman menjelaskan, pihaknya memiliki pengalaman kurang baik saat membangun empat menara Rusun di Pulo Gebang.

“Pembangunannya sudah delapan atau sembilan tahun, tapi belum beres. Dua blok sudah serah terima dan dua lagi akan menyusul,” kata Amran di sela acara buka puasa bersama 1.000 anak yatim DPD REI Jakarta di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Jakarta, Kamis (2/7).

Tahun ini, imbuh Amran, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melibatkan REI untuk membangun 7.000 unit rusun di Ibukota. Untuk itu, jajaran Pemprov memberikan suport penuh bagi REI untuk membangun hunian vertikal tersebut.

Dia menuturkan, pola konversi rusun dari pengembang selama ini adalah dengan menghitung luasan yang wajib dibangun. Luasan dikonversi dengan Rupiah. Dari sana baru terlihat jumlah unit rusun yang wajib dibangun pengembang.

Akan tetapi REI juga tengah memperjuangkan pola konversi baru. “Jadi, kami membangun (rusun) sendiri, boleh dijual dan uangnya untuk kami (pengembang), tetapi harganya ditentukan pemerintah sesuai patokan harga rumah susun subsidi,” jelas Amran.

kendati demikian, dia mengatakan pengembang bersedia menggunakan pola yang mana saja, karena memang sudah kewajiban.

Pemerintah Sediakan Lahan
Pada kesempatan yang sama, Syarif Burhanuddin, Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menguraikan, pemerintah akan menyediakan lahan untuk pembangunana rusun. Pasalnya, lahan ini yang sulit dicari di Jakarta.

“Langkah awal, kami akan menggunakan lahan PU yang idle, seperti di kawasan Pasar Rumput, Pasar Minggu, dan Kemayoran,” kata Syarif.

Dia menambahkan, sebuah wacana datang dari Wakil Presiden Jusuf Kalla. “Pak JK mengatakan, lapangan golf di Rawamangun pun bisa dijadikan rumah susun untuk rakyat. Daripada hanya digunakan 200 orang, alangkah lebih baik dijadikan rumah rakyat, tetapi tetap dengan konsep hijau,” pungkas Syarif.

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Perumnas Targetkan Bangun 200 Menara Rusun

RumahCom - Sejalan dengan program 1.000 menara rumah susun, Perum Perumnas menargetkan pembangunan sebanyak 200 menara rumah susun yang ditargetkan rampung 2017 mendatang. Target terdekat, Perumnas ak

Lanjutkan membaca17 Okt 2014

Sudah 40 Ribu Rumah Subsidi Gunakan KPR BTN

RumahCom - Sejak mulai bergulir pada 29 April 2015 lalu, realisasi Program Sejuta Rumah telah mencapai 40 ribu unit. Angka itu berdasarkan jumlah realisasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi Bank Ta

Lanjutkan membaca10 Jun 2015

Mimpi Ahok Bangun Rumah Susun di Atas Pasar

RumahCom - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama agaknya memiliki obsesi menerapkan konsep superblok untuk rusunawa bagi masyarakat menengah ke bawah. Namun dia mengatakan, rencananya tersebut

Lanjutkan membaca11 Jun 2015

242 Pengembang di Jakarta Mangkir Bangun Rusun

RumahCom – Tahun ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana membangun sebanyak 7.000 unit rumah susun (rusun) di Ibukota, dari target 50.000 unit yang ditetapkan. Pembangunan rusun ini diperuntu

Lanjutkan membaca12 Jun 2015

Cari Lokasi Rumah Subsidi, Buka Situs Ini!

RumahCom - Menanggapi animo masyarakat terhadap program sejuta rumah, Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meluncurkan situs khusus, yakni se

Lanjutkan membaca19 Jun 2015

Masukan