Anggaran Sektor Perumahan Indonesia Terkecil di Asia

Anto ErawanJuli 6, 2015

RumahCom – Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Maurin Sitorus, mengatakan bahwa alokasi anggaran untuk sektor perumahan di Indonesia harus ditingkatkan. Menurutnya, anggaran sektor perumahan ini di Indonesia lebih kecil dibandingkan negara-negara Asia lain.

“Pemerintah Indonesia hanya mengalokasikan sekitar 0,1% dari produk domestik brutonya untuk sektor perumahan. Jumlah ini lebih kecil dibandingkan dengan Filipina yakni sekitar 0,31%,” tutur Maurin, Jumat (3/7).

Dia menuturkan, negara–negara Asia lain seperti Thailand mengalokasikan 2,21% untuk sektor perumahan. Kalau dilihat dari sektor swasta, mortgage atau kredit perumahan sekitar 3,2% dari PDB, kurang lebih sekitar Rp330 triliun.

“Di Singapura 53% dari PDB, di Malaysia 30%, Thailand 15%, dan China 19 %. Kalau kita melihat resources yang dialokasikan sektor swasta dan pemerintah masih kecil,” terangnya.

Rendahnya alokasi anggaran untuk sektor perumahan ini, urainya, adalah salah satu penyebab backlog perumahan di Indonesia, selain masalah kemiskinan yang ada saat ini. Hal tersebut menjadi penyebab berkurangnya daya beli masyarakat, sehingga kepemilikan rumah masih rendah.

Untuk meningkatkan alokasi anggaran di sektor perumahan, imbuh Maurin, saat ini tengah digodok Rancangan Undang–undang Tabungan Perumahan Rakyat (RUU Tapera) yang telah masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas).

“Apabila RUU Tapera menjadi Undang–undang, ini akan menjadi resources yang powerful untuk sektor perumahan, karena beban APBN akan berkurang besar,” pungkas Maurin.

Anto Erawan
Penulis adalah editor Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke:antoerawan@rumah.com atau melalui Twitter: @AntoSeorang

Foto: Anto Erawan

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Bank Ini Bertekad Bantu PNS Miliki Rumah

RumahCom – Dalam rangka mendukung program satu juta rumah, PT Bank NTB dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) melakukan penandatanganan Kesepakatan Bersama (MoU) dan Perjanj

Lanjutkan membacaJuni 3, 2015

Kebutuhan Rumah Capai 800 Ribu Unit Per Tahun

RumahCom - Dirjen Pembiayaan Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) Maurin Sitorus menuturkan, sektor perumahan Indonesia masih menghadapi tantangan yang serius. “

Lanjutkan membacaJuni 3, 2015

Sudah 40 Ribu Rumah Subsidi Gunakan KPR BTN

RumahCom - Sejak mulai bergulir pada 29 April 2015 lalu, realisasi Program Sejuta Rumah telah mencapai 40 ribu unit. Angka itu berdasarkan jumlah realisasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi Bank Ta

Lanjutkan membacaJuni 10, 2015

Cari Lokasi Rumah Subsidi, Buka Situs Ini!

RumahCom - Menanggapi animo masyarakat terhadap program sejuta rumah, Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meluncurkan situs khusus, yakni se

Lanjutkan membacaJuni 19, 2015

Lahan, Kendala Utama Pembangunan Rusun di Ibukota

RumahCom – Guna percepatan pengembangan rumah susun, bulan lalu DPD Real Estat Indonesia (REI) DKI Jakarta membentuk Satgas Pembangunan Rusun. REI DKI juga mengimbau pengembang yang memiliki kewajib

Lanjutkan membacaJuli 3, 2015

Masukan