Rahasia Agar Anak Betah di Rumah

Agustus 4, 2015

RumahCom – Mengajarkan anak untuk betah menghabiskan waktu libur di rumah, sepertinya bukan persoalan sulit bagi Teuku Zacky. Aktor yang kini tengah sibuk berbisnis event organizer ini menyiasati dengan menghadirkan ragam fasilitas bermain di dalam rumah. “Daripada pergi ke mal, lebih baik di rumah saja. Quality time-nya lebih terasa, dan anak mudah diawasi. Lagi pula di rumah sudah tersedia fasilitas bermain yang cukup memadai untuk dua buah hati saya,” ungkap Teuku Zacky saat ditemui Rumah.com di kediamannya di Sasak Tinggi, Ciputat.

Saat memasuki halaman depan, kolam yang dipenuhi ikan mas berwarna oranye langsung menyapa mata. Kolam ikan ini menjadi salah satu tempat bermain favorit bagi anak laki-lakinya yang berusia 5 tahun. Menyusuri sudut ruang keluarga di dalam rumah, terdapat area bermain plus rak penyimpanan berwarna cerah, yang tersusun rapi dengan memanfaatkan area bawah tangga.

Halaman luas yang berada di belakang rumah pun turut dijadikan fasilitas bermain untuk anak-anak. Terdapat kolam renang yang cukup luas, kandang hewan, tempat bermain beralas pasir lengkap dengan kura-kura, ember dan sekop, trampoline, hingga ayunan kain. Saat dikunjungi, nampak kedua buah hati Zacky sedang asyik bermain bersama ayam kate peliharaannya.

“Kalau para orangtua ingin anaknya anteng di rumah, memang harus berkorban menyediakan fasilitas seperti ini. Selain itu pemilihan warna juga penting, agar anak tak cepat bosan dan makin bersemangat main,” tambahnya. Dampak yang dirasakan Zacky, sarana bermain dapat membantu dirinya untuk lebih mengenal karakter anak. Manfaat lain, ia tak perlu khawatir akan keselamatan mereka. Saat anak asyik berenang, Zacky dan istrinya, Ilmira, cukup memantau sambil duduk bersantai di mini bar yang berkonsep industrial.

Aktivitas berenang memang dikenal memiliki manfaat penting bagi anak. Menurut Griffith Institute for Educational Research, Australia, belajar berenang pada usia dini membuat anak dapat meraih perkembangan lebih cepat pada area kognitif, fisik, dan bahasa. Tak heran, sejumlah perumahan baru di kawasan Jabodetabek, Jawa Timur hingga Sulawesi dengan harga mulai 280 jutaan juga menawarkan kolam renang dengan berbagai bentuk dan ukuran dalam lingkungan, agar anak dapat belajar sekaligus bermain.

Mengusung konsep tropis-minimalis-industrial
Selain kolam renang, rumah seluas ± 500 meter persegi ini, juga dilengkapi fasilitas gym dan ruang baca yang berada di lantai dua. Mengusung tema tropis-minimalis-industrial, Zacky mengaku merancang sendiri keseluruhan desain bahkan interior rumah. Konsep minimalis hampir menyelimuti tiap ruang di rumahnya. Sementara, tema tropis begitu kental saat memasuki gerbang rumah yang dipenuhi tanaman rambat.

Pada lantai paling atas (rooftop) terdapat kebun mini yang ditanami sayuran dan buah-buahan. “Sayuran dan buah-buahan yang dijual di supermarket pasti sudah disemprot pestisida. Jadi daripada kita mengonsumsi makanan yang kurang sehat, lebih baik tanam sendiri saja. Selain mendapat kesegaran dan kesehatan, saya juga bisa mengajari anak untuk bercocok tanam dan mengenal alam,” ujar pria kelahiran Bandung, 32 tahun silam. Sedangkan area yang memisahkan ruang keluarga dan ruang makan dimanfaatkan sebagai budidaya tanaman hidroponik. Nuansa nature kembali diaplikasikan pada ruang makan, yang menggunakan kayu jati untuk meja dan bangkunya.

Pada pagi hingga sore hari, Zacky tak membolehkan AC dan lampu dalam keadaan menyala. Hal ini diterapkannya untuk membiarkan sinar matahari masuk ke rumah, melalui jendela kaca yang sengaja dibuka lebar. Cara ini selalu dilakukannya sejak 4 tahun menempati rumah agar menciptakan suasana yang asri dan nyaman.

Suasana hijau juga terasa pada halaman belakang rumah. Tak hanya diisi dengan fasilitas bermain anak, halaman belakang ini turut dimanfaatkan sebagai lahan pepohonan. Terdapat sekumpulan pohon pisang, kelapa dan kamboja, yang tumbuh dengan rimbun.

“Rumah itu kan tempat di mana kita tinggal untuk jangka waktu yang lama. Makanya harus dirancang sesuai kebutuhan dan keinginan, agar seluruh penghuninya merasa rindu untuk selalu pulang,” tutupnya mengakhiri perbincangan dengan Rumah.com.

Fathia Azkia
Penulis adalah content writer di Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke: Fathiaazkia@rumah.com atau melalui Twitter: @fathianyaaa

Gilang Ramadhan
Aug 04, 2015
nice
KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Tips Rumah Bebas Hewan Pengganggu

RumahCom – Kecoa, semut, nyamuk, dan tikus merupakan hama yang sering menganggu kenyamanan dan membawa penyakit bagi penghuni rumah. Kehadiran mereka bisa disebabkan perilaku buruk penghuni yang kur

Lanjutkan membacaJuli 31, 2015

Daftar Lengkap Rumah Subsidi di Provinsi Lampung

RumahCom – Lampung mendapat pasokan sebanyak 3.785 unit rumah sederhana tapak (RST) yang dibangun pengembang yang tergabung dalam DPD Real Estat Indonesia (REI) Lampung. Rumah subsidi untuk masya

Lanjutkan membacaJuli 31, 2015

Daftar Lengkap Rumah Subsidi di Sulawesi Tengah

RumahCom – Tahun ini, DPD Real Estat Indonesia (REI) Sulawesi Tengah menyumbang sebanyak 3.000 unit rumah sederhana tapak (RST). Lokasi rumah subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) ini

Lanjutkan membacaAgustus 3, 2015

Pemerintah Minta Pemda Siapkan Data Rumah Tak Layak Huni

RumahCom - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meminta pemerintah daerah untuk dapat menyiapkan data tentang rumah tidak layak huni (RTLH) masyarakat yang ada di daerahnya masing-ma

Lanjutkan membacaAgustus 4, 2015

Masukan