Bangun Rumah Beton dalam Hitungan Hari? Bisa!

Boy LeonardSeptember 23, 2015

RumahCom. Tanpa repot mencangkul tanah, tanpa bersusah-susah mengaduk semen untuk membangun konstruksi, sebuah rumah dengan struktur beton dengan kualitas Standar Nasional Indonesia (SNI), kini bisa dibangun dalam hitungan hari.

Selasa (22/9/15), menjadi hari yang istimewa bagi penduduk desa Tanjung Anom, Mauk, Tangerang. Indocement, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera), serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)  Habitat for Humanity akan mengganti 11 rumah warga yang terbuat dari gubuk reyot dengan RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat)-Indocement.

RISHA adalah rumah knock down hasil penelitian Pusat Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) bekerja sama dengan Indocement. Rumah ini terbuat dari panel-panel beton yang terbagi dalam tiga kategori sesuai fungsinya yakni panel struktur, panel dinding, serta panel kusen.

Panel-panel ini dipasang sedemikian rupa bak mainan anak-anak Lego, hanya dengan menggunakan mur dan baut. Tanpa semen. Caranya pun cukup mudah dengan mengikuti instruksi yang ada. Bahkan, orang yang awam konstruksi pun bisa membangunnya. Satu rumah tipe 33 diklaim bisa diselesaikan dalam waktu tiga hari saja.

“Orang yang belum dilatih sama sekali bisa langsung merakit hanya dengan melihat sekali. Kami pernah meminta petani kakao di Pariaman untuk membangun sekolah dan berhasil. Sedangkan penghuni diberikan pelatihan perawatan. Karena perawatan hanya mengecek saja. Jangan-jangan ada baut yang kendor, dan semacamnya. Sebenarnya tidak spesifik,” kata ketua Puslitbang Perumahan dan Permukiman Kemenpupera, Arief Sabaruddin, di Tanjung Anom.

Tak butuh semen untuk membangun rumah. Cukup satukan panel-panel ini dengan baut, Anda bisa mendapatkan rumah berstandar nasional.

Tak butuh semen untuk membangun rumah. Cukup satukan panel-panel ini dengan baut, Anda bisa mendapatkan rumah berstandar nasional.

Arief menjelaskan bahwa RISHA telah dikembangkan sejak 2004 dan telah melalui serangkaian uji coba, sebelum akhirnya diperkenalkan secara luas kepada masyarakat. Panel strukturnya juga didesain untuk menahan beban rumah dua lantai.

(Baca juga: Rumah Sederhana)

“RISHA sudah diuji di lab Puslitbang (Pusat Penelitian dan Pengembangan) pemukiman, di lab yang terbesar di Asia Tenggara. Untuk studi alam sudah dibangun di Aceh, puluhan ribu unit di sana, strukturnya oke, tidak ada masalah. Selama ini kita lihat selama lima tahun tidak ada masalah signifikan,” katanya.

Biaya RISHA ini, menurut Arief, sama dengan biaya pembangunan rumah konvensional. Biaya untuk satu tipe 33 yang dibangun di Tanjung Anom adalah sebesar Rp47 Juta. Namun biayanya bisa lebih murah setelah melewati Break Event Point (BEP). Bagi para produsen RISHA, BEP bisa dicapai setelah melewati produksi ke-500. Setelah itu, harga bisa diturunkan sebesar 35 persen.

“(Sebelum BEP) ada biaya investasi cetakan, peralatan. Jika ini jadi produk massal, saya yakin bisa bersaing. Kita juga pernah bangun sekolah di Garut. Satu konvensional, satu RISHA. Selisih biayanya hampir Rp100 Jutaan. Yang konvensional tiga kelas Rp300 Juta, yang ini hanya Rp200 Juta lebih sedikit,” kata Arief.

Panel struktur, panel dinding, serta panel kusen yang sudah terpasang.

Panel struktur, panel dinding, serta panel kusen yang sudah terpasang.

Pada saat RUMAHCOM berkunjung ke Tanjung Anom, rumah RISHA pertama tipe 33 sudah terlihat bentuknya, struktur-strukturnya sudah dipasang lengkap, beberapa bagian bahkan sudah dipasangi kusen dan dinding. Menurut Arief, proses pembangunan tersebut berlangsung dalam hitungan jam. Tak hanya cepat dan murah, kualitas RISHA juga lebih terjamin sesuai dengan SNI.

“Ini karena kontrol kualitasnya lebih mudah, cukup di satu titik saja (produsen panel). Sementara untuk rumah konvensional lebih susah, harus diperiksa satu per satu,” pria berusia 49 tahun itu menjelaskan.

Solusi backlog perumahan
Direktur PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk, Daniel Kundjono Adam, mengakui bahwa RISHA merupakan solusi yang baik bagi kebutuhan rumah masyarakat Indonesia, terutama bagi mereka yang kurang mampu. Tak hanya bisa didirikan dengan cepat, standar kualitas RISHA juga terjaga. Menurutnya, RISHA bisa membantu pemerintah dalam mengatasi backlog (kesenjangan jumlah rumah tersedia dengan jumlah keluarga yang membutuhkan) perumahan, yang mencapai 15 juta rumah.

Arief Sabaruddin (ketiga dari kiri) dan Daniel Kundjono Adam (kedua dari kanan) dalam peresmian pembangunan RISHA di Tanjung Anom

Arief Sabaruddin (kedua dari kiri) dan Daniel Kundjono Adam (kedua dari kanan) dalam peresmian pembangunan RISHA di Tanjung Anom

“Kita ingin membuat rumah dengan standar kualitas yang baik. Kami memimpikan rumah dengan standar yang baik untuk rakyat, dan ini rumah instan, kita bisa membantu dengan cepat sekali. Kalau konvensional, standar (kualitas) akan susah (dijaga), kedua, waktu akan lama. Ketiga, biaya jauh lebih mahal,” ujar Daniel.

“Kegiatan di Tanjung Anom dan sejenisnya lebih kepada meningkatkan gerakan membuat rumah yang layak untuk rakyat. Gerakan ini kita harapkan bisa bergulir dan membantu pemerintah mengatasi backlog perumahan,” ia menegaskan.

Warga penerima RISHA adalah mereka yang huniannya dinilai tidak layak huni oleh Habitat for Humanity.

Direktur nasional Habitat for Humanity, James Tumbuan, menjelaskan bahwa bukan hanya desa Tanjung Anom saja yang membutuhkan bantuan. Di kecamatan yang sama, Mauk, sedikitnya ada 500 kepala keluarga yang membutuhkan bantuan rumah layak huni.

“Ada empat desa lain yang membutuhkan bantuan yaitu Kedung Dalam, Marga Mulya, Gunung Sari, dan Sasak,” kata James.

Sejak pertama kali dikembangkan hingga sekarang, RISHA kini sudah berdiri di lebih dari 60 kawasan di seluruh Indonesia.

Daftar harga panel RISHA (per meter persegi):

Panel struktur:

Komponen P1: Rp110 Ribu
Komponen P2: Rp100 Ribu
Komponen P3: Rp90 Ribu

Panel dinding: Rp160 Ribu

Panel kusen: Rp50 Ribu

Rincian pembangunan rumah tipe 33 di Tanjung Anom (Total Rp47 Juta) dengan lantai semen pelur:

Panel struktur (gabungan P1, P2, dan P3): 142M2 (+-Rp14,2 Juta)

Panel dinding: 44M2 (Rp7,04 Juta)

Panel kusen: 40M2 (Rp2 Juta)

Atap, kaca, sanitair, daun pintu, finishing, dll: +-Rp24 Juta.

Catatan: Biaya pembangunan rumah bisa lebih murah hingga menjadi Rp35 Juta jika mengkombinasikan panel dinding beton dengan papan gypsum.

Boy Leonard
Penulis adalah content writer di Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke: boyleonard@rumah.com

Adi Maulana
Sep 11, 2018
Untuk daerah tasikmalaya udah ada blum bos
Dimas Febrians
Jun 26, 2018
Apakah komponen Risha di jual bebas untuk wilayah Tangerang...
Munjay Edi
Nov 12, 2017
informasi dan pertanyaan tentang produk RISHA
Wardah El Qudsiyah
Jun 29, 2017
Contact person yg bsa d hubungi
Awan bae
Mar 19, 2017
Untuk daerah Sumatera apakah sdh ada agen atau distributornya?
Éfi Suǒlàimén
Dec 12, 2016
Sy tinggal di Jakarta, alamat atw telepon yg bs di hubungi untuk konsul tentang Rumah Instan kmana dong??
Yuzammi Erwandi
Jun 24, 2016
Alamat yang bisa dihubungi.
Gitawati Ardyani
Sep 30, 2015
rumah beton RISHA ini hanya untuk kalangan tertentu atau bisa untuk kalangan umum berpenghasilan dibawah 5jt/bln?
in cun
Sep 29, 2015
mau lihat contoh rumah yg sudah di bangun/sedang di bangun , ada dimana?
MULTI ARMA SETIARTI
Sep 29, 2015
cara mendapatkan dan membeli RISHA, gimana ya caranya, saya minat sekali ,terimakasih
KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Lima Tahun, Pemerintah Sediakan 2,2 juta Rumah Subsidi

RumahCom – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menargetkan produksi rumah murah yang dapat dibeli melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebany

Lanjutkan membacaNovember 21, 2014

Bank Asing Pun Tertarik Pembiayaan Rumah Subsidi

RumahCom - Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Maurin Sitorus mengatakan, untuk pendanaan rumah subsidi melalui skema selisih suku bunga (SSB), peme

Lanjutkan membacaJuli 10, 2015

Pasarkan Rumah Subsidi, REI Banten Jemput Bola

RumahCom - Banten merupakan provinsi yang responsif mengimplementasikan program Sejuta Rumah yang dicanangkan pemerintah. Sebanyak 12.000 unit rumah sederhana akan dibangun di beberapa kota/kabupaten

Lanjutkan membacaJuli 14, 2015

Daftar Lengkap Rumah Subsidi Jawa Barat dan Banten

RumahCom – Real Estat Indonesia (REI) mendukung penuh program Sejuta Rumah yang diinisiasi pemerintah. Menurut Ketua Umum DPP REI, Eddy Hussy, program pemerintah tersebut sejalan dengan visi orga

Lanjutkan membacaJuli 27, 2015

2015, Perumnas Kembangkan 20 Ribu Rumah Subsidi

RumahCom – Sebagai perusahaan pelat merah, Perum Perumnas memiliki andil besar dalam menyukseskan Program Sejuta Rumah yang dimulai akhir April lalu. Akan tetapi untuk rumah sederhana tapak bersu

Lanjutkan membacaJuli 27, 2015

Daftar Lengkap Rumah Subsidi di Riau

RumahCom – Tahun ini, DPD Real Estat Indonesia (REI) Riau menyumbang sebanyak 8.000 unit rumah sederhana tapak (RST). Lokasi rumah subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) ini berada di

Lanjutkan membacaJuli 28, 2015

Daftar Lengkap Rumah Subsidi di Sumatera Utara

RumahCom – Di 2015 ini, DPD Real Estat Indonesia (REI) Sumatera Utara membangun sebanyak 6.916 unit rumah sederhana tapak (RST). Lokasi rumah subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) ini

Lanjutkan membacaJuli 28, 2015

3,1 Juta WNI Punya Dua Rumah atau Lebih

RumahCom - Sebanyak 3,1 juta penduduk di Indonesia diperkirakan memiliki rumah lebih dari satu unit. Akan tetapi pemerintah hingga kini mengaku masih kesulitan untuk melakukan pendataan rumah di Indon

Lanjutkan membacaSeptember 18, 2015

Izin Dipermudah, Muluskan Program Sejuta Rumah

RumahCom – Komitmen Pemerintah Daerah (Pemda) dan sejumlah kementerian untuk memberikan kemudahan perizinan bagi pembangunan rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) disambut stake holder proper

Lanjutkan membacaSeptember 18, 2015

Masukan