Sasar Ekspatriat, Serviced Apartment Menjamur di Cikarang

Anto ErawanSeptember 29, 2015

RumahCom – Cikarang merupakan satu dari tujuh zona kawasan industri di Kabupaten Bekasi. Perkembangan properti di Cikarang tak lepas dari peran tiga pengembang besar, yakni Jababeka dengan lahan 5.600 hektar, Lippo Cikarang (3.000 hektar), dan Sinar Mas Land yang mengembangkan Kota Deltamas (3.000 hektar).

Di sini beroperasi sekitar 4.000 perusahaan yang mempekerjakan sekitar 21.000 ekspatriat. Potensi inilah yang coba digarap beberapa pengembang yang membangun serviced apartment.

Stefanus Sehonanda, GM Sales & Marketing PT Puradelta Lestari, Tbk—pengembang Kota Deltamas—menjelaskan, proyek properti paling feasible di kawasan Cikarang adalah hotel dan serviced apartment, karena captive market-nya mencakup Lippo Cikarang, Jababeka, dan Deltamas.

Kota Deltamas sendiri, imbuhnya, telah memiliki dua serviced apartment yang beroperasi, yakni Sancrest dan Sakura Park. “Satu serviced apartment telah mulai dibangun dan masih ada empat yang kami follow up,” kata Stefanus kepada Rumah.com.

“Mayoritas penghuni kedua serviced apartment ini berasal dari Jepang, yakni sekitar 85% – 88%. Umumnya berasal dari perusahaan otomotif. Sisanya lokal, Amerika Serikat, Malaysia, dan Singapura,” katanya

Menurut Stefanus, penghuni serviced apartment umumnya pekerja asing yang tengah ditugaskan di kawasan industri Cikarang. Misalnya, pekerja yang membangun equiptment atau memasang mesin di pabrik yang berada di Cikarang.

Biasanya jumlahnya bisa belasan atau puluhan orang dan tinggal di serviced apartment selama tiga atau empat bulan,” urainya.

Sementara itu, Masahiro Koizumi, Wakil Presiden Direktur PT Puradelta Lestari, Tbk. memaparkan, ada sekitar 700 perusahaan Jepang di Cikarang yang mayoritas bergerak di sektor otomotif.

“Mereka inilah target market kami. Poin penting dari bisnis serviced apartment adalah hospitality. Dan di sini, kami menggunakan standar hospitality Jepang,” tuturnya.

Saat ini, imbuhnya, ada sekitar 20 serviced apartment yang beroperasi di Cikarang dengan tarif berkisar USD2.000 per bulan.

Di lain pihak, Lippo Cikarang, Tbk menggandeng Toyota Tsusho—anak usaha Grup Toyota—dalam mengembangkan serviced apartment Axia. Unit apartemen seluas 40 meter persegi tersebut disewakan USD2.700 per bulan.

Chief Marketing Officer Lippo Cikarang, Stanley Ang mengatakan, harga sewa serviced apartment di Cikarang bisa mencapai dua kali lipat jika dibanding dengan unit serupa yang disewakan di kawasan CBD Jakarta.

Menyitir data yang dirilis Colliers International Indonesia pada akhir 2014, sebuah apartemen dengan ukuran yang sama di kawasan SCBD “hanya” disewakan USD1.379 per bulan.

Berbeda dengan apartemen atau kondominium yang dijual secara strata title, serviced apartment di Cikarang umumnya dikelola sendiri oleh developer.

“Kami mengelola sekitar 3000 hektar lahan di Kota Deltamas. Kami ingin saat seluruh lahan terbangun dan seluruh proyek habis terjual, kami masih memiliki penghasilan berulang (recurring income), salah satunya dari serviced apartment,” kata Stefanus memberi alasan.

Harga Tanah Versus Construction Cost
Perbedaan lain dari serviced apartment di Cikarang dan di kawasan CBD Jakarta adalah “posturnya” yang pendek, hanya setinggi empat atau lima lantai. Menurut Stefanus, hal tersebut lantaran pengembang harus menghitung construction cost (biaya konstruksi) dengan harga tanah.

“Jika gedung makin tinggi, berarti construction cost makin mahal. Konstruksi bangunan yang paling sederhana dan murah paling berkisar empat atau lima lantai,” tuturnya.

Untuk kawasan dengan harga tanah yang masih murah seperti di Cikarang, jelas Stefanus, tidak efektif jika membangun gedung tinggi. Membangun gedung tinggi, lebih efektif dilakukan di kawasan dengan harga tanah yang sangat mahal.

“Developer serviced apartment pun masih melihat perkembangan pasar di Cikarang. Tak semua serviced apartment penuh saat beroperasi. Jadi, supply mengikuti demand,” katanya.

Anto Erawan
Penulis adalah editor Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke:antoerawan@rumah.com atau melalui Twitter: @AntoSeorang

Foto: istimewa

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Mengintip Potensi Properti Cikarang

RumahCom – Pertumbuhan kawasan industri di Cikarang disinyalir menjadikan properti di kawasan timur Jakarta ini berkembang pesat. Selain itu, akses yang mudah dan infrastruktur yang terus bertambah

Lanjutkan membacaJuni 15, 2015

Ini Kendala WNA untuk Miliki Properti di Indonesia

RumahCom – Rencana Pemerintah mengizinkan warga negara asing (WNA) memiliki properti di Tanah Air agaknya masih menemui sejumlah kendala. Pasalnya, rencana tersebut tidak didukung dari kebijakan per

Lanjutkan membacaJuni 30, 2015

Tower Acacia The Oasis Dibangun Dua Bulan Lebih Cepat

RumahCom – Memenuhi permintaan pasar yang cukup besar, PT Nusantara Prospekindo Sukses—anak usaha PT Cowell Development Tbk—membangun Tower Acacia di proyek The Oasis Cikarang dua bulan lebih aw

Lanjutkan membacaAgustus 29, 2015

Serviced Apartment ‘Tanpa Nama’ Dibangun di Kota Deltamas

RumahCom – Melalui PT Puradelta Lestari, Tbk., Sinar Mas Land dan Sojitz—mitra dari Jepang—mengembangkan serviced apartment di Kota Deltamas, Cikarang, Bekasi. Peletakan batu pertama apartemen d

Lanjutkan membacaSeptember 22, 2015

Cowell Luncurkan Show Unit Mahogany Residence

RumahCom –PT Nusantara Prospekindo Sukses (NPS), anak usaha PT Cowell Development Tbk. meluncurkan show unit Mahogany Residence, Ahad (27/9). Unit contoh yang dipamerkan adalah Suite Unit dengan lua

Lanjutkan membacaSeptember 28, 2015

Masukan