Pemerintah Lakukan Sosialisasi Tabungan Perumahan Rakyat

Anto ErawanSeptember 30, 2015

RumahCom – Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) masih terganjal persoalan, seperti belum tersedianya dana murah jangka panjang. Hal tersebut diuraikan Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Maurin Sitorus dalam acara sosialisasi Tapera kepada LK Tripartit (Lembaga kerjasama – Tripartit) Nasional, Selasa (29/9).

“Upaya pemenuhan kebutuhan akan hunian yang layak masih dihadapkan dengan belum tersedianya dana murah jangka panjang untuk menunjang pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” jelas Maurin.

Selanjutnya dia mengatakan, negara perlu menyelenggarakan sistem tabungan perumahan yang nantinya akan sangat membantu dalam menghimpun dan menyediakan dana murah jangka panjang.

Seperti yang telah diketahui sebelumnya, Tapera merupakan simpanan peserta yang secara periodik dalam jangka waktu tertentu hanya dapat dimanfaatkan untuk pembiayaan perumahan atau dikembalikan berikut hasil pemupukan setelah kepesertaan berakhir.

Lebih jauh lagi, mengenai besaran angsuran simpanan Tapera sebagaimana diusulkan di dalam Rancangan Undang–undang Tabungan Perumahan Rakyat (RUU – Tapera), adalah sebesar 3%, dimana sebanyak 2,5% berasal dari peserta dan 0,5% dari pemberi kerja. Sedangkan untuk pekerja mandiri, besaran 3% ditanggung sendiri.

“Pemanfaatan dana Tapera ini nantinya untuk pembiayaan pemilikan, pembangunan, dan perbaikan rumah,” kata Maurin.

Pada kesempatan itu, pihak Sekretariat Negara, Kementerian Keuangan, Kementerian Hukum dan HAM, serta Kementerian Ketenagakerjaan pun hadir mewakili pemerintah. Sementara itu, LK Tripartit yang hadir dalam sosialisasi tersebut memberikan respon yang positif.

Anto Erawan
Penulis adalah editor Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke: antoerawan@rumah.com atau melalui Twitter: @AntoSeorang

Foto: Anto Erawan

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Anggaran Sektor Perumahan Indonesia Terkecil di Asia

RumahCom - Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Maurin Sitorus, mengatakan bahwa alokasi anggaran untuk sektor perumahan di Indonesia harus ditingka

Lanjutkan membacaJuli 6, 2015

2016, Pemerintah Kucurkan Subsidi KPR Rp9,1 Triliun

RumahCom – Tahun depan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan mengalokasikan anggaran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) lebih besar dari 2015 ini. Menteri PUP

Lanjutkan membacaAgustus 11, 2015

Bangun Rumah di Perbatasan, Pemerintah Gunakan Sistem Fabrikasi

RumahCom - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, pihaknya akan mendorong pembangunan rumah khusus di perbatasan dengan mengunakan modul hasil fabrikasi.

Lanjutkan membacaSeptember 7, 2015

Pemerintah Pangkas Izin Pembangunan Perumahan

RumahCom – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) siap memangkas perizinan yang menghambat pembangunan perumahan. Untuk itu, KemenPUPR akan berkoordinasi deng

Lanjutkan membacaSeptember 16, 2015

3,1 Juta WNI Punya Dua Rumah atau Lebih

RumahCom - Sebanyak 3,1 juta penduduk di Indonesia diperkirakan memiliki rumah lebih dari satu unit. Akan tetapi pemerintah hingga kini mengaku masih kesulitan untuk melakukan pendataan rumah di Indon

Lanjutkan membacaSeptember 18, 2015

Masukan