Mengintip Potensi Perhotelan Bali dan Lombok

Anto Erawan7 Jan 2016

RumahCom – Dikenal sebagai salah satu tujuan wisata paling diminati di Asia Tenggara, Bali terus menarik minat pelancong lokal, regional, dan internasional untuk menikmati pemandangan pantai yang indah—terutama setelah infrastruktur di Pulau Dewata ini makin baik. Di sisi lain, Lombok pun mencuat sebagai alternatif tujuan wisata pulau di Indonesia yang menyedot wisatawan dari tahun ke tahun.

Tahun 2015 lalu merupakan tahun sulit untuk pasar perhotelan di Bali dan Lombok. Tingkat hunian dan tarif harian rata-rata (ADR) menurun lantaran faktor seperti depresiasi rupiah, gangguan abu vulkanik, dan pembatalan beberapa rute penerbangan penting.

Lantas, bagaimana bisnis perhotelan di kedua pulau eksotis ini di 2016? Berikut ini hasil riset yang dilakukan perusahaan konsultan C9 Hotelworks:

Bali Menanti Soekarno-Hatta
Perlambatan permintaan yang terjadi tahun lalu membuat pasar hotel di Bali mengalami penurunan tingkat hunian dan ADR dalam Dolar AS hingga September 2015. C9 Hotelworks sendiri tidak yakin akan terjadi pick-up tahun ini.

Faktor yang memengaruhi kinerja perhotelan 2015 antara lain melemahnya nilai rupiah, gangguan akibat aktivitas gunung berapi, minat belanja wisatawan asing yang berkurang, dan fakta bahwa pertumbuhan turis yang datang lebih lambat dibandingkan pertumbuhan pasokan hotel.

Meski pembangunan hotel melambat tahun ini, namun masih ada sejumlah besar pasokan ruang hotel yang dijadwalkan rampung dalam waktu dekat. C9 Hotelworks mencatat akan ada 115 hotel baru dengan 15.000 kamar pada 2019.

Sementara itu, meningkatnya rute penerbangan akibat ekspansi Bandara Soekarno-Hatta yang dijadwalkan rampung tahun depan diharapkan dapat mempermudah dan menambah jumlah turis. Bali juga akan mendapatkan keuntungan dari kebijakan bebas visa yang diberlakukan pemerintah. Saat ini ada 45 negara yang warganegaranya bisa masuk ke Indonesia tanpa visa. Jumlah ini akan meningkat menjadi 90 negara pada akhir tahun ini.

Terganjal Rute Penerbangan
Meskipun total wisatawan yang datang ke Lombok tumbuh 13% secara tahunan (pada September 2015 mencapai 1,16 juta), angka ini mungkin akan terpengaruh oleh pembatalan rute penerbangan Jetstar dari Perth, Australia, dan Tiger Air dari Singapura, serta kebangkrutan sejumlah operator penerbangan lokal berbiaya rendah.

Pembatalan rute penerbangan Jetstar dari Perth menyusul menurunnya wisatawan asal Australia yang datang ke Lombok, dari 25% di 2014 menjadi hanya 3% di 2015. Hal ini juga diduga menjadi alasan penurunan tingkat hunian hotel berkelas di Lombok.

Meski penurunan tingkat hunian diprediksi masih berlanjut di 2016 akibat depresiasi rupiah dan pembatalan rute penerbangan, hotel di Lombok melakukan perbaikan strategi untuk menarik lebih banyak wisatawan domestik dan regional.

Tercatat, sebanyak 16 hotel baru akan hadir di Lombok hingga 2019, dengan total 1.500 kamar.

Anto Erawan
Penulis adalah editor Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke:antoerawan@rumah.com atau melalui Twitter: @AntoSeorang

Foto: Anto Erawan

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

An alluring alternative to Bali

No longer in the shadow of its neighbouring Indonesian sister-island Bali, Lombok is boldly emerging as a cooler, less commercial, and more alluring alternative. The arrival of developers Private S

Lanjutkan membaca15 Jan 2015

Dipasarkan, Mandalika View Tawarkan Keindahan Lombok

RumahCom - Menawarkan keindahan Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, Private Sanctuary Limited—pengembang properti yang berbasis di Hong Kong—memasarkan proyek teranyar mereka: Mandalika View. Te

Lanjutkan membaca22 Jun 2015

Bintang Film ‘Baywatch’ Ini Beli Vila di Lombok

RumahCom – Kepulauan Gili memang menawarkan panorama pantai yang memesona, sehingga banyak turis—baik lokal maupun mancanegara—yang tertarik berkunjung ke pulau di Provinsi Nusa Tenggara Barat i

Lanjutkan membaca7 Jul 2015

Megakarya Segera Luncurkan Proyek di BSD dan Bali

RumahCom – Kendati laju bisnis properti tengah melambat, Megakarya Propertyndo tetap optimistis. Setelah meluncurkan apartemen Cinere Resort dan Bintaro Pavilion, Megakarya akan kembali memperkenalk

Lanjutkan membaca30 Jul 2015

Bali Seminyak Sejahtera Incar Potensi Properti Jakarta

RumahCom – Pengembang properti PT Bali Seminyak Sejahtera (BSS) terus melebarkan sayap bisnisnya. Pengembang kondotel Meritus Seminyak ini tengah mempersiapkan empat proyek anyar, salah satunya bera

Lanjutkan membaca11 Nov 2015

Masukan