Proyek LRT Dongkrak Properti di Sentul City

Anto ErawanJanuari 28, 2016

RumahCom – Keberadaan light rail transit (LRT) ditengarai akan memberikan efek positif terhadap kawasan di sekitar Jakarta. Melihat potensi yang dimiliknya, PT Sentul City, Tbk (BKSL), pengembang township Sentul City mendukung pembangunan moda transportasi massal tersebut.

“Infrastruktur moda transportasi seperti LRT sudah saatnya disediakan untuk koridor Jakarta-Bogor, mengingat Jakarta-Bogor sudah merupakan suatu tatanan Megapolitan. Dan sebagai dampaknya, akan menumbuhkan kegiatan-kegiatan ekonomi baru dan juga membantu memeratakan kesejahteraan di sepanjang koridor tersebut. Terhadap Sentul City, pembangunan LRT tersebut akan mempercepat pertumbuhan sebagai Kota Mandiri dan sekaligus menggerakkan banyak investasi baru di kawasan Sentul City,” ujar Andrian Budi Utama, Wakil Presiden Direktur PT Sentul City Tbk.

Seperti diketahui, imbuhnya, proyek LRT sudah diresmikan pembangunannya oleh Presiden Joko Widodo pada 9 September 2015 lalu. Pembangunan LRT  yang merupakan bentuk upaya pemerintah dalam mengurangi kemacetan lalu lintas di wilayah Jabodetabek sudah diatur dalam Peraturan Presiden (PP) Nomor 98 Tahun 2015 tentang Percepatan Kereta Api Ringan atau Light Rail Transit Terintegrasi di Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi.

Pembangunan LRT akan dilakukan secara bertahap, dengan total panjang 83,6 kilometer. Tahap pertama mencakup tiga trase, yaitu Cibubur-Cawang sepanjang 13,7 kilometer, Cawang-Dukuh Atas sepanjang 10,5 kilometer (Tahap I A) dan Bekasi Timur-Cawang sepanjang 17,9 kilometer (Tahap I B).

Untuk tahap kedua, total panjang lintasan LRT mencapai 41,5 kilometer, meliputi lintas layanan Cibubur-Bogor, Dukuh Atas-Palmerah-Senayan, Palmerah-Grogol. Seluruh tahap pembangunan diperkirakan rampung pada 2018.

Andrian mengatakan proyek LRT akan berpengaruh positif terhadap prospek Sentul City ke depan karena nantinya Sentul City akan semakin mudah diakses. Apalagi rencananya jalur LRT koridor Cibubur-Bogor akan melintasi kawasan Sentul City dan stasiun LRT juga akan dibangun di Sentul City.

”Dengan adanya LRT, tinggal di Sentul City akan semakin nyaman karena untuk menuju Jakarta dan sebaliknya semakin mudah dan tidak perlu menghadapi kemacetan. Begitupula masyarakat yang ingin menikmati fasilitas yang ada di Sentul City, juga akan semakin mudah untuk menuju Sentul City,” ujar Andrian.

“Bagi investor properti, lokasi adalah pertimbangan utama. Di samping itu, akses juga akan menjadi pertimbangan yang tidak kalah penting. Hal inilah yang kami berikan kepada masyarakat konsumen agar mau berinvestasi di Sentul City, baik residensial maupun komersial,” tuturnya.

Kenaikan harga properti sangat ditentukan oleh faktor pendorong (blower), jelasnya. Fasilitas yang makin lengkap dan bertambahnya infrastruktur transportasi seperti LRT akan menjadi pendorong harga properti di Sentul City sehingga akan terus meningkat.

AEON Mall di CBD Sentul City
Dengan semakin mudahnya akses ke Sentul City, Andrian berharap minat masyarakat untuk tinggal dan berusaha di Sentul City juga meningkat. Apalagi saat ini kawasan township seluas 3.100 hektar tersebut terus menambah fasilitas—yang terbaru adalah AEON Mall yang tengah dibangun di kawasan central business district (CBD) Sentul City.

Direncanakan beroperasi di 2018, AEON Mall Sentul City akan memiliki luas area 103.000 m². Mal ini merupakan bagian dari superblok seluas 600.000 m² di lahan 7,8 hektar. Menurut rencana, di dalamnya akan terdapat empat tower apartemen, office tower, dan hotel bintang lima.

Saat ini Sentul City sudah memiliki banyak fasilitas penunjang yang dibutuhkan penghuni. Untuk fasilitas pendidikan, tersedia sekolah BPK Penabur, Sekolah Fajar Hidayah, Sekolah Pelita Harapan, dan Sekolah Tinggi Ekonomi Tazkia. Sedangkan untuk gaya hidup, tersedia Sentul International Convention Center (SICC), lapangan golf Sentul Highland, Giant, dan pusat kuliner Ah Poong.

Andrian mengungkapkan, Sentul City merupakan tempat yang terbaik untuk tinggal dan berusaha. Keunggulan Sentul City, selain berada di ketinggian 300 – 800 meter di atas permukaan laut, juga menerapkan green concept, lokasi strategis, fasilitas yang makin lengkap, dan infrastruktur lingkungan yang baik.

Saat ini harga lahan perumahan Sentul City, kata Andrian, sudah mencapai Rp7 juta – Rp13 juta per meter persegi. Untuk lahan komersial, menyentuh angka Rp15 juta – Rp20 juta per meter persegi. Sementara, harga properti di Sentul City berkisar Rp900 juta hingga Rp20 miliar.

Karena harga lahan masih relatif lebih rendah dibanding kawasan lain, apresiasi harga properti di Sentul City akan cenderung relatif lebih tinggi di tahun-tahun mendatang, apalagi didukung dengan adanya akselerasi dalam pembangunan infrastruktur dan perkembangan fasilitas berkualitas tinggi lainnya.

“Dengan semakin bertambahnya fasilitas dan infrastruktur transportasi seperti LRT, harga properti di Sentul City ke depan akan tumbuh lebih tinggi lagi,” pungkas Andrian.

Anto Erawan
Penulis adalah editor Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke: antoerawan@rumah.com atau melalui Twitter: @AntoSeorang

Foto: Dok. Sentul City

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Gelontorkan Rp8 Triliun, Lippo-Sentul City Bangun CBD Sentul

RumahCom – Menggandeng Lippo Group, Sentul City berencana membuat kawasan CBD Sentul City lebih modern dengan membangun pusat perbelanjaan bertaraf internasional. Untuk mengembangkan area CBD in

Lanjutkan membacaMei 3, 2013

Gelontorkan Rp8,7 Triliun, AEON Mall Bangun 20 Mal di Indonesia

RumahCom – AEON Mall agaknya  mengincar Indonesia sebagai pasar potensial. Pasalnya, pengembang dan operator pusat belanja terbesar di Jepang ini menargetkan pembangunan 20 mal hingga tujuh

Lanjutkan membacaAgustus 26, 2013

Proyek Pembangunan LRT Telah Diresmikan Presiden

RumahCom - Pada 9 September 2015 lalu, acara groundbreaking proyek kereta ringan (Light Rail Transit/LRT) Fase I telah berlangsung seiring dengan bergaungnya suara sirine di kawasan Taman Anggrek, Tam

Lanjutkan membacaSeptember 11, 2015

Ini Dia, Rumah Subsidi hingga Rp200 Jutaan di Bogor

RumahCom – Udara yang sejuk, air tanah yang bersih, serta pemandangan yang indah, menjadi alasan banyak orang memilih Bogor sebagai tempat tinggal. Infrastruktur dan transportasi yang semakin membai

Lanjutkan membacaOktober 15, 2015

Hunian Vertikal Pun Menjamur di Pinggir Ibukota

RumahCom – Kini apartemen tak hanya ditemui di tengah kota Jakarta. Di kawasan penyangga seperti Bekasi, Depok, dan Tangerang pun hunian vertikal mulai menjamur. Arief Rahardjo, Director Research

Lanjutkan membacaOktober 23, 2015

Masukan