Bentuk Karakter Anak Lewat "Ruang Pengikat" Keluarga

Fathia AzkiaOktober 20, 2016

Area rumah juga berbahaya bagi anak-anak

RumahCom – Ruang tengah, sering juga disebut ruang keluarga, adalah pusat kegiatan sosial sebuah keluarga. Di sinilah pusat kehangatan keluarga terpancar.

Setelah seharian beraktivitas, seluruh anggota keluarga berkumpul di ruang tengah untuk berbagi cerita, bertukar pendapat, menyusun rencana, dan segala macam. Komunikasi antara orangtua dengan anak pun terjalin secara intens di area ini.

Yang mengejutkan, komunikasi jenis ini juga berpengaruh terhadap daya tangkap anak.

“Selain faktor genetis, pendidikan, gizi, teman, dan tingkat pendidikan ayah dan ibu, kecerdasan anak juga dipengaruhi oleh interaksi dengan anggota keluarga,” ujar Roslina Verauli, psikolog anak dan keluarga, kepada Rumah.com

Tak hanya itu, kemampuan sosialisasi seorang anak, menurut Vera, juga dipengaruhi oleh interaksi anak dengan orang tua. “Seorang anak yang kompeten secara emosional akan kompeten pula secara sosial,” ujarnya.

Jika orangtua tak mampu menjalin komunikasi yang hangat dengan anak, maka si kecil kehilangan kepercayaan diri.

“Seorang anak yang kepercayaan dirinya rendah akan rentan menjadi korban bully. Pelaku bully biasanya mencari korban yang rendah rasa percaya dirinya dan ini terlihat dari gerak tubuhnya,” ujar motivator pendidikan kreatif, Rahmi Dahnan, mengingatkan.

Lalu, bagaimana cara menjalin komunikasi yang baik dengan anak?

Psikolog dan konselor keluarga, Widiawati Bayu, menjelaskan bahwa setiap keluarga wajib memiliki ‘ritual keluarga’, yaitu saat seluruh anggota keluarga berkumpul.

“Ritual keluarga ada banyak macamnya. Bisa saat makan malam, bisa di ruang keluarga, yang penting ada waktu untuk berbincang dari hati ke hati, akademis, membahas topik yang menyenangkan,” ujarnya.

Bahkan keluarga Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, memiliki ritual “Mawar dan Duri” setiap makan malam. Masing-masing anggota keluarga menceritakan satu peristiwa menarik dan satu kejadian  menjengkelkan yang terjadi pada hari tersebut.

Tujuan ritual keluarga ini tidak hanya untuk berbagi wawasan, tetapi melatih anggota keluarga, khususnya anak, agar lebih berani berekspresi dalam emosi.

Contoh menata ruang keluarga tanpa televisi. (Kediaman Keluarga Ibu Leny - Kebayoran Baru, Jaksel)

Contoh menata ruang keluarga tanpa televisi. (Kediaman Keluarga Ibu Leny – Kebayoran Baru, Jaksel)

Merancang ruang keluarga yang ideal

Agar anggota keluarga tidak cepat merasa bosan saat harus melakukan ritual keluarga tanpa televisi, maka ruang keluarga harus dirancang senyaman mungkin. Sirkulasi udara dan pencahayaan yang baik dan kenyamanan ruangan dipengaruhi oleh penataan furniture.

“Sesuaikan dengan cermat setiap furnitur yang akan digunakan dengan besaran ruang. Ruang akan terasa sesak saat penataan dilakukan berlebihan, baik secara ukuran, bentuk, atau pemilihan warna,” ujar arsitek dan desainer interior, Esya Roza, dari Desain Dekor yang juga mendesain ruang keluarga di rumah Ibu Lenny (foto diatas).

Sesuai namanya, ruang keluarga harus menjadi area yang menjadi ‘pengikat’ keluarga. Di ruangan ini Anda bisa menampilkan benda-benda memorabilia anggota keluarga.

Memajang kaus kaki pertama si kecil, misalnya, dan menunjukkan dan mengingatkan betapa besar perhatian orang tua terhadap buah hati.

“Misalnya menampilkan karya-karya si kecil seperti lukisan atau puisi untuk keluarga, foto-foto liburan. Jadikan ruang keluarga sebagai museum yang menebar kenangan,” Esya menambahkan.

Kenyamanan ruang keluarga juga diciptakan lewat pemilihan pernik dekorasi. Karpet yang nyaman dan bantal-bantal besar atau bean bag bisa menciptakan suasana santai dan nyaman, sehingga anggota keluarga betah berlama-lama.

Anda juga bisa mengganti sofa dengan daybed. Untuk warna, Anda dapat memilih warna alam, seperti tekstur kayu untuk lantai, atau batu alam.

Cermat Memilih Rumah

Semua orangtua pasti peduli dengan pertumbuhan anak. Saat memilih rumah baru, fasilitas pendukung untuk aktivitas anak, seperti taman, sekolah dan area bermain, juga menjadi pertimbangan orangtua.

“Pencari properti saat ini tidak hanya mempertimbangkan fisik rumah. Membeli rumah, berarti membeli masa depan,” tutur Wasudewan, Country Manager Rumah.com.

“Karena itu, mereka harus memastikan bahwa perumahan yang diincar memiliki fasilitas lengkap untuk anak secara jangka panjang, seperti rumah sakit dengan dokter anak yang bagus, sekolah favorit, universitas yang bagus, hingga playground dan kolam renang. Dan untuk menemukan informasi yang lengkap seperti ini, pencari properti dapat mengandalkan Review Properti di Rumah.com.”

Dengan cara ini, konsumen pun dapat menghemat waktu karena dapat membandingkan banyak perumahan dengan cepat sebelum berkunjung ke lokasi.

Sebagai portal properti yang memiliki pilihan perumahan baru paling lengkap di Indonesia, Rumah.com saat ini dikunjungi oleh lebih dari 2,6 juta pengunjung setiap bulan.

Para pencari rumah baru di Semarang, Yogyakarta, Jabodetabek, Surabaya, Bali bahkan Makassar juga dapat menemukan hunian idamannya di Rumah.com.

Fathia Azkia
Penulis adalah content writer di Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke: Fathiaazkia@rumah.com atau melalui Twitter: @fathianyaaa

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Tips Cari Rumah yang Dukung Tumbuh Kembang Anak

RumahCom - Rumah, bukan sekedar kebutuhan papan yang bisa melindungi dari cuaca. Tetapi, tempat yang sangat penting dan berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. Tidak hanya mengenal anggota kelua

Lanjutkan membacaSeptember 21, 2016

10 Tips Agar Anak Tidur Tepat Waktu

RumahCom – Sulit tidur ternyata tidak hanya dialami oleh orang dewasa, anak-anak pun kerap mengalami masalah ini. Bila sudah begini biasanya mereka akan rewel sehingga Anda sebagai orangtuanya 'terp

Lanjutkan membacaSeptember 23, 2016

Amankan Anak Anda dari Efek Negatif Televisi Berbayar

RumahCom - Televisi berbayar yang juga dikenal sebagai televisi kabel atau televisi satelit kini bukan lagi dianggap sebagai bagian dari tren gaya hidup. Layanan ini kini bisa dibilang sebagai keb

Lanjutkan membacaOktober 4, 2016

Ide Desain Kamar Tidur Anak yang Menyenangkan

RumahCom - Lingkungan di sekitar anak memiliki dampak yang besar terhadap cara mereka tumbuh dan berkembang, sehingga kita sebagai orangtua selalu berusaha membuat ruang lingkup mereka nyaman dan me

Lanjutkan membacaOktober 6, 2016

Trik Merancang Ruang Keluarga di Rumah Minimalis

RumahCom – Ruang keluarga bagi rumah-rumah di Indonesia disebut sebagai hierarki tertinggi. Mengapa demikian? Ruang yang ukurannya tergantung dari luas bangunan rumah ini hampir setiap hari dikun

Lanjutkan membacaOktober 14, 2016

Masukan