Serba-serbi Utang dan Konsekuensinya

Kantri MaharaniOktober 28, 2016

RumahCom – Apakah Anda hendak berutang atau mungkin malah yang memberikan bantuan utang? Jika iya, sebelum melakukannya ada baiknya untuk menyimak artikel ini yang akan membahas serba-serbi utang dan konsekuensinya.

Utang sejatinya merupakan bentuk penggambaran karakter seseorang. Kaukabus Syarqiyah, Perencana Keuangan dari Kaukabus Financial Literacy mengatakan, unsur karakter sendiri masuk ke dalam 5C penilaian pihak bank untuk mengukur pemohon utang.

“Perlu diketahui, utang itu sangat berpotensi menimbulkan kecanduan. Jika sudah terbiasa berutang maka Anda akan ketagihan sehingga akan kembali berutang lagi. Justru yang ditakutkan, utang tidak kunjung selesai malah jadi gali lobang tutup lobang,” ujar Kikau kepada Rumah.com, Kamis (27/10/2016).

Sebelum memohon atau memberikan hutang, berikut tips yang diberikan Kikau untuk Anda:

Aturan pemberi hutang

Menurut Kikau, bagi pihak yang akan memberikan utang kepada si pemohon sebaiknya jangan langsung memberikannya. Alangkah bijaknya jika Anda melakukan seleksi terhadap si peminjam. Setidaknya ada poin yang harus Anda cari, antara lain:

  • Lihat rekam jejak si pemohon, bisa dari pernyataan teman, saudara, dan lain-lainya.
  • Anda tentu saja harus memiliki dana yang hendak diutangkan, dan jangan pernah mengada-ngadakan hingga meminjam kepada orang lain.
  • Perjanjian terkait batas waktu pelunasan harus jelas. Ketentuan ini tidak menutup kemungkinan ketika meminjamkan uang kepada keluarga.
  • Hindari menagih dengan cara yang buruk. Misalnya menagih di sosial media seperti kasusnya Julia Perez dan Ayu Ting Ting. Tentu saja, mengingat utang sangat erat kaitannya dengan karakter seseorang.

Aturan bagi pemohon utang

Bagi pemohon utang haruslah:

  • Mengetahui berapa jumlah yang mau diutangkan. Sesuaikan kebutuhan utangnya, dan sesuaikan besaran utang dengan kesanggupan membayar. Artinya jangan terlalu berlebihan.
  • Harus tahu kepada siapa Anda hendak berutang. “Misalnya cari orang yang lebih memiliki kemampuan finansial di atas kita. Sebaiknya, cari orang yang baik dan tidak memberatkan,” katanya.
  • Jangan berutang kepada rentenir.

Komitmen berutang KPR kepada bank:

Berutang juga biasanya dilakukan bagi mereka yang hendak membeli rumah. Berikut ini komitmen berutang kepada pihak bank yang harus Anda lakukan:

  • Cari tahu apakah Anda memiliki aset yang bisa menjadi jaminan kepada pihak bank. Jika punya, setidaknya ini bisa menjadi kemudahan. Tetapi sekali lagi ini hanyalah jaminan. Misalnya, saat membeli rumah secara KPR, maka aset yang ditangguhkan adalah rumah yang ia beli
  • Sadar diri apakah Anda mampu membayar atau tidak. “Ingat, pihak bank ketentuannya lebih ketat. Anda dituntut untuk menjalankan konsekuensinya apabila tidak memenuhi kewajiban. Dan patuhi ketentuan untuk menerapkan besaran cicilan 35 persen dari pendapatan Anda,” ujar Kikau.
  • Hemat. Ini adalah asumsi dasar yang harus dilakukan oleh semua orang yang sedang berutang.

Kantri Maharani
Penulis adalah Content Writer: Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan Penulis, Anda bisa mengirim email ke:kantrimaharani@rumah.com atau twitter @jeungkant

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Mengenal Apa Itu Drywall dan 7 Keunggulannya

RumahCom – Mungkin Anda masih asing dengan istilah dinding kering atau dalam bahasa inggris disebut drywall. Ya, di Indonesia dinding kering memang lebih dikenal sebagai plasterboard atau papan g

Lanjutkan membacaOktober 27, 2016

Volume Transaksi Properti di Jepang dan Australia Alami Penurunan

RumahCom - Dari hasil riset survey yang dilakukan Jones Lang LaSalle (JLL) terkait peningkatan volume transaksi properti di Cina, Hong Kong, Singapura dan Korea Selatan, dua negara di Asia Pasifik sep

Lanjutkan membacaOktober 27, 2016

Masukan