Rumah Terapung ini Dirancang untuk Terbelah Dua Jika Pemiliknya Bercerai

Wahyu ArdiyantoOktober 30, 2016

Ide desain rumah terbelah dua

RumahCom – Perusahaan desain dan teknik Belanda, Studio OBA, telah menyusun sebuah rumah terapung yang akan terbelah menjadi dua ketika penghuninya bercerai. Rumah yang diberi nama “prenuptial housing” ini terdiri dari dua unit yang terpisah namun bisa disatukan secara pas.

Dan ketika kedua pasangan merasa hubungannya semakin menjauh, maka mereka pun dapat melepaskan kedua unit tersebut yang jika diartikan secara harfiah berarti berpisah.

Baca juga:  The Citadel, Apartemen Terapung Pertama di Dunia

Rumah ini sendiri berawal dari gagasan dari Omar Kbiri yang tinggal di Amsterdam. Idenya ini muncul saat ia sedang berburu rumah bersama kekasihnya. Desain rumah baru ini jadi akan memastikan bahwa ketika hati Anda hancur terbelah maka rumah Anda pun akan terbelah.

“Tidak sedikit orang di sekitar kita yang mengalami cerita-cerita sedih yang menyesakan dada, perceraian,” tulis Kbiri kepada Huffingtonpost.com lewat email yang dikirimkannya.

“Kemudian efeknya akan berimbas ke hal yang lainnya seperti kredit, pajak, dan rus kembali melanjutkan hidup dengan membuka lembaran baru secepatnya. Malu jika harus kembali ke rumah orangtua, kan. Jadi saya pikir, mengapa tidak membangun rumah yang bisa menggatasi efek yang ditimbulakn dari perceraian atau perpisahan seperti itu?”

Kbiri kemudian bekerjasama dengan Studio OBA untuk mengubah idenya menjadi nyata lewat rancangan desain yang detil. Kbiri dan Studio OBA memutuskan untuk membuat rumah terapung karena terinspirasi kanal Amsteerdam – yang mampu memisahkan kedua unit kanalnya dengan sangat cepat dan lebih mudah.

Ide desain rumah terpisah

Ketika pasangan tersebut bermaksud melakukan rekonsiliasi terhadap hubungannya, maka rumahnya pun bisa disatukan kembali lagi.

Sekarang, Kbirii dan Studio OBA sedang dalam pembicaraan dengan reseller di Jerman, Cina, Inggris, dan Amerika Serikat tentang kemungkinan untuk menciptakan produk tersebut dalam bentuk fisik.

Dan kabar baiknya: Ketika pasangan tersebut bermaksud melakukan rekonsiliasi terhadap hubungannya, maka rumahnya pun bisa disatukan kembali lagi.

“Rumah mengapung ini dibuat untuk cocok ketika disatukan kembali lagi,” kata Kbiri.

Jadi apa Anda mau mencoba membuatnya juga? untuk sekedar berjaga-jaga mungkin?

Foto: Huffingtonpost

Wahyu Ardiyanto

Penulis adalah editor di Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke: Wahyuardiyanto@rumah.com atau melalui Twitter: @orang_rumah.

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Kawasan Kumuh Nigeria Akan Dijadikan Kota Terapung

RumahCom - Lagos, salah satu kota megapolitan di Nigeria terancam masalah serius akibat kelebihan beban. Seorang arsitek kelahiran Nigeria berencana menjadikan salah satu kawasan kumuh di Lagos menjad

Lanjutkan membacaJuli 16, 2013

Inilah Kota Terapung Pertama di Dunia

RumahCom – Berukuran panjang satu mil (1,609 kilometer) dan tinggi 25 lantai, sebuah kapal bernama Freedom Ship digadang sebagai kota terapung pertama di dunia. Kapal terbesar di dunia ini memil

Lanjutkan membacaDesember 2, 2013

Inilah Replika Monaco Versi Terapung

RumahCom – Jika Anda berencana menikmati liburan di sebuah kota terapung, kapal pesiar ini bisa menjadi alternatif yang tepat. Selain dilengkapi dengan replika Hotel de Paris, kapal pesiar ini j

Lanjutkan membacaJanuari 14, 2014

Segera Hadir: Pantai Terapung di Sungai Hudson

RumahCom – Desainer terkemuka asal Amerika, Blayne Ross mengajukan ide brilian di sektor pariwisata. Sebuah pantai buatan siap mengapung di tepi Sungai Hudson, New York, Amerika Serikat dalam dua ta

Lanjutkan membacaJuni 13, 2014

Masukan