Terungkap! Alasan Pengembang Bilang ‘Senin Harga Naik’

Fathia Azkia29 Des 2016

RumahCom – Properti di kawasan potensial dan menguntungkan pasti jadi rebutan. Harga hunian pun begitu perkasa dan sulit ditawar.

‘Hari Senin harga naik’ adalah slogan yang dipopulerkan salah satu pengembang properti nasional. Sudah pasti, slogan tersebut hiperbolik, namun kenaikan harga properti harus diakui memang sangat pesat. Terlambat sedikit, Anda harus gigit jari.

 

Bagi konsumen yang masuk kategori first time buyer alias pembeli properti pertama kali, perubahan harga bisa jadi menyesakkan. Pasalnya, mereka mungkin tengah mempersiapkan bujet, tetapi nilainya berubah saat mereka kembali tiga atau empat bulan kemudian.

“Sewaktu berkunjung ke salah satu perumahan di Depok sebelum bulan puasa, harga rumah minimalis yang saya idamkan masih dibandrol Rp300 Jutaan,” terang Rahayu Iswanto, ibu rumah tangga yang sedang mencari rumah baru.

“Tapi setelah balik lagi pada akhir November kemarin ternyata harganya sudah melonjak jadi Rp330 Juta. Alasan pengembang, karena sisa unit tinggal sedikit,” ia menambahkan.

Mencermati kondisi seperti ini, Sales Manager Kebagusan Terrace, Stephanie Cassandra, menyebut sejumlah faktor yang mendorong pengembang melakukan koreksi harga secara cepat.

“Umumnya, pengembang melakukan perubahan harga di awal dan pertengahan tahun. Namun kadang perubahan nilai jual juga bersifat situasional. Jika pasar sedang oke, developer tak segan menaikkan harga. Tetapi jika sedang lesu, developer tidak melakukan itu,” jelas Stephanie.

Faktor lain yang menyebabkan pengembang harus menyesuaikan harga adalah perubahan nominal PBB berikut NJOP.

(Baca juga: Mengapa Harga Properti Cepat Naik Tapi Sulit Turun?)

“Bila harga tanah berubah, harga jual juga pasti berubah. Kenapa naik di awal tahun? Ini biasanya karena dasar pengenaan PBB sudah terbit di Februari,” terang Stephanie.

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) serta bahan baku bangunan juga mempengaruhi strategi developer.

“Itu seperti alur otomatis. Setiap ada koreksi harga BBM atau material bangunan, ya mau tidak mau harga jual properti ikut naik. Mengingat keduanya masuk perencanaan biaya produksi,” imbuh Stephanie.

Menurut Wasudewan, Country Manager Rumah.com, kenaikan harga properti di Indonesia umumnya disebabkan kenaikan harga bangunan dan upah pekerja.

“Sepanjang kuartal tiga tahun 2016, properti di Surabaya mengalami peningkatan harga tertinggi. Sementara perumahan di Denpasar, Palembang dan Pontianak mengalami penurunan,” ujar Wasudewan, Country Manager Rumah.com.

Ia mengacu pada data Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia.

Strategi Developer

Pada kondisi tertentu, developer bisa saja terkesan tidak memberi pilihan banyak kepada Anda. Meski demikian, secara umum developer melakukan tiga kali koreksi harga dalam satu tahun dengan persentase antara 5-7 persen.

“Jika stok tinggal sedikit, dan permintaan banyak, biasanya pengembang menaikkan harga, dan tidak memberi diskon sama sekali. Ini bisa jadi kesempatan bagi developer untuk mengatakan kepada konsumen potensial ‘take it or leave it’,” ujar Stephanie.

Lalu, apa yang harus dilakukan oleh pencari properti untuk mendapatkan harga terbaik? Ia  menyarankan agar Anda mencari properti yang baru melalukan peluncuran atau masih dalam tahap pembangunan.

“Selain harganya jauh lebih rendah, pengembang biasanya juga kerap mengiming-imingi diskon saat peluncuran. Kelemahannya, konsumen tidak bisa mengetahui dengan pasti hasil jadi dari properti tersebut. Kedua, ada kekhawatiran kemunduran jadwal pembangunan,” ucapnya.

Jurus lain untuk mendapatkan harga terbaik adalah mengenal fasilitas di sekitar dan membandingkan sejumlah proyek perumahan di lokasi yang sama, seperti harga, jarak tempuh ke akses transportasi publik, sekolah dan lainnya.

Untuk mengetahui informasi tentang properti baru di seluruh Indonesia, Anda dapat mengunjungi  Review Properti (www.rumah.com/review) yang menyajikan ulasan properti para ahli.

“Kami menyajikan review paling lengkap di Indonesia untuk membantu para pencari properti mewujudkan rumah idamannya. Dalam review ini, Anda dapat terhindar dari janji manis developer yang mengatakan jarak perumahan dari pintu tol terdekat hanya 5 menit,” jelas Wasudewan.

“Ulasan ini mendalam, transparan dan profesional, yang disajikan dengan foto, peta, infografis dan video tiga dimensi sehingga memudahkan pencari properti dalam menentukan keputusan,” pungkasnya.

Fathia Azkia
Penulis adalah content writer di Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke: Fathiaazkia@rumah.com atau melalui Twitter: @fathianyaaa

arian arianti
Feb 04, 2017
ulasan yang bagus dan sesuai dengan kondisi yang ada.
Risma Stg
Jan 04, 2017
Developer di Indonesia sering menaikkan harga tanpa alasan jelas. Tidak rasional. Ini semua karena penduduk kita jumlahnya terlalu banyak, sehingga pasar rumah harganya selalu naik meskipun ada krisis 2008.
KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Nusa Dua Janjikan Kenaikan Investasi Properti 22%

RumahCom – Keuntungan modal atau capital gain merupakan satu dari sekian aspek penting yang harus diketahui betul saat berinvestasi. Dalam bidang properti, capital gain adalah keuntungan yang di

Lanjutkan membaca12 Agu 2016

Naik Rp150 Juta Per Tahun, Rumah di Jati Asih Jadi Buruan

RumahCom – Rumah -termasuk jenis properti lainnya- merupakan instrumen investasi yang masih dan akan terus menjanjikan. Nilainya tidak akan pernah turun drastis, meski kondisi perekonomian tengah me

Lanjutkan membaca28 Sep 2016

Tol Desari Picu Kenaikan Harga Rumah di Jagakarsa

RumahCom – Sudah hal yang lumrah jika pengembangan infrastruktur termasuk jalur tol akan memicu peningkatan harga rumah. Bahkan hanya dari kabar rencana awal saja, tak jarang beberapa spekulan prope

Lanjutkan membaca11 Okt 2016

Tarif Tol Naik, Mending Cari Rumah Dekat Stasiun KRL

RumahCom – Sesuai dengan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) No. 799/KPTS/M/2016 Tanggal 14 Oktober 2016 Tentang Penyesuaian Tarif Tol pada Ruas Tol Jakarta-Cikampek, maka p

Lanjutkan membaca20 Okt 2016

Wah, Rumah-rumah di Bekasi Naik Hingga 5%-17% Per Tahun!

RumahCom - Jika selama ini Bekasi menjadi bulan-bulanan candaan sebagai "Kota Planet", tapi itu semua kini akan berubah. Dan malah warga Bekasi harus berbangga sebab kenaikan properti, khususnya untu

Lanjutkan membaca18 Nov 2016

Masukan