Tiga Bentuk Tanah Kavling dan Pengertiannya

Fathia AzkiaFebruari 9, 2016

RumahCom – Sebagian dari Anda mungkin sering melihat spanduk maupun brosur bertuliskan “jual tanah kavling murah di lokasi strategis”. Namun tahukah Anda apa arti dari tanah kavling?

Dalam kamus Bahasa Indonesia, kavling adalah bagian tanah yang sudah dipetak-petak dengan ukuran tertentu yang akan dijadikan bangunan atau tempat tinggal. Dalam sebuah kompleks perumahan, terdapat bermacam-macam bentuk tanah kavling, sesuai letak atau posisinya di dalam perumahan tersebut.

Masing-masing bentuk kavling memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri, sehingga Anda harus memilih sesuai keinginan dan tujuan Anda membeli. Agar tak salah pilih, berikut Rumah.com rangkum tiga bentuk tanah kavling dan pengertiannya untuk Anda.

Cul de Sac Lot

Nama kavling ini berasal dari bahasa Perancis yang dapat diartikan sebagai tanah kosong di jalan buntu. Jenis tanah kavling ini biasanya memiliki bagian depan yang cenderung sempit, namun sisi belakang yang melebar.

Namun kondisi sempit dan terletak di ujung jalan buntu ini justru dapat memberikan keuntungan tersendiri. Segi keamanan, misalnya. Bangunan yang akan dibangun nantinya relatif menghadirkan suasana yang tenang dan jauh dari kebisingan. Nilai plus ini menjadikan tanah kuldesak cocok untuk lokasi tempat tinggal.

kavling-kuldesak

Kendati demikian, bentuk tanah ini memiliki kelemahan. Salah satunya adalah lahan untuk memarkir kendaraan. Lahan di bagian depan rumah yang terbatas, kerap membuat penghuni rumah kesulitan saat menempatkan satu atau bahkan dua mobil. Disamping tempat parkir, pintu masuk dari bangunan nantinya juga cukup sempit.

Interior Lot

Tanah kavling ini lebih dikenal dengan nama cluster atau klaster. Posisi tanah ini berada di tengah deretan kavling pada posisi satu blok. Interior lot biasanya hanya memiliki satu akses pintu gerbang masuk sehingga dapat dijaga dengan baik dan tidak bising.

kavling-interior

Privasi yang diperoleh dengan tinggal di tipe tanah kavling ini juga cukup baik dan perawatan bangunan juga tidak begitu banyak. Hal yang harus diperhatikan dari tanah kavling ini adalah masalah pemandangan dari bangunan yang biasanya hanya satu arah saja dan juga sirkulasi udara yang biasanya kurang begitu bagus.

T-Intersection Lot

Nama familiar dari bentuk tanah kavling ini adalah tusuk sate. Bagi beberapa orang, tanah kavling ini lebih ideal dijadikan tempat usaha dibanding rumah tinggal. Alasannya, lebih mudah terlihat dari jauh yang berarti bisa menarik minat pembeli.

tanah-kavling-tusuk-sate

Bila dialokasikan untuk hunian, diperkirakan akan mengganggu ketenangan penghuni karena lampu kendaraan yang melintas pada malam hari. Kelebihannya, jika dibangun sebuah hunian tentu tampilan eksteriornya akan mudah dipandang siapapun yang melintas.

Fathia Azkia
Penulis adalah content writer di Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke:Fathiaazkia@rumah.com atau melalui Twitter: @fathianyaaa

Foto:

Andry .
Aug 10, 2021
Iya hook murah karena buang tanah GSB, tp rumah hook lbh mahal karena ada tanah lebih
faza
Jan 02, 2019
Maaf mau nnya Kalo smisal dalam 1 perumahan Tanah hook dihargai 1jt/m Trus tanah kavling yg luas'y 100m malah dihargai 2jt/m Wajar kah itu.. Emg hook lebih murah dibanding kavling ya Terima kasih
faza
Jan 02, 2019
Maaf mau nnya Kalo smisal dalam 1 perumahan Tanah hook dihargai 1jt/m Trus tanah kavling yg luas'y 100m malah dihargai 2jt/m Wajar kah itu.. Emg hook lebih murah dibanding kavling ya Terima kasih
KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Tips Menyambung Dua Kavling Rumah

Oleh: Mauro Rahardjo & Lelyana Rahardjo RumahCom – Bertambahnya anggota keluarga atau kekayaan membuat sebuah keluarga acap kali membeli rumah/kavling kosong di sebelah atau belakang. Lantas,

Lanjutkan membacaAgustus 29, 2014

6 Faktor Penting Penentu Meningkatnya Harga Tanah

RumahCom - Berniat untuk investasi? Melirik investasi properti adalah salah satu ide brilian karena harga tanah terus melonjak setiap tahunnya. Dan ini bisa jadi prospek menguntungkan. Harga tanah mem

Lanjutkan membacaSeptember 4, 2015

‘Hak Atas Tanah Bukan Hak Eksklusif Pemilik’

RumahCom - Hak atas tanah bukan merupakan hak eksklusif pemiliknya. Artinya, hak atas tanah tidak dapat digunakan atau tidak digunakan semata-mata untuk kepentingan pribadinya, apalagi kalau hal itu m

Lanjutkan membacaSeptember 15, 2015

One Map Policy Diperlukan untuk Hindari Sengketa Tanah

RumahCom - Sebagai bentuk komitmen agar pertanahan didasarkan atas data-data yang valid serta akurat, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menerapkan layanan administ

Lanjutkan membacaJanuari 12, 2016

Masukan