Rumah Dekat Kawasan Industri? Anda Harus Tinjau Ini!

Kantri MaharaniFebruari 17, 2016

RumahCom – Membidik lokasi secara teliti pada saat akan membangun atau membeli rumah memang sangat penting. Jangan sampai, Anda kecolongan dan pada akhirnya Andalah yang akan merugi.

Lokasi selain dapat menentukan syarat sukses berinvestasi properti, sejatinya akan menjadi penentu kualitas hidup si penghuni rumah itu sendiri. Syarat rumah ideal di antaranya adalah kesehatan.  Percuma bila Anda mendapatkan rumah yang terjangkau dan sedap dipandang, tetapi lingkungannya tidak sehat.

Pada ulasan kali ini akan dibahas bagaimana memperhatikan kesehatan lingkungan pada kawasan industri seperti di Pulogadung, Jatake Tangerang, Cimanggis Depok, dan beberapa kawasan industri lainnya.

Mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup, setidaknya ada lima hal yang harus Anda perhatikan jika ingin membeli rumah di sekitar kawasan industri, yaitu:

1. Pengolahan limbah domestik industri

Bila Anda memiliki lahan atau rumah yang berlokasi dekat dengan kawasan industri, Anda harus melakukan pengecekan bagaimana industri tersebut mengelola limbah domestik industri mereka.

Setiap pabrik atau instansi wajib memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Selidiki bagaimana ketaatan mereka terhadap peraturan IPAL ini. Anda bisa bertanya langsung kepada pengembang. Soal teknis, Anda menanyakan pada Badan Lingkungan Hidup (BLH) setingkat provinsi.

Industri memiliki dua kategori limbah air yang dihasilkan. Pertama adalah Grey water wash, air limbah berasal dari kegiatan cuci tangan. Air limbah ini tergolong ringan, dan masih bisa diolah kembali asalkan diberikan treatment khusus.

Kedua adalah Black water wash, air limbah berasal dari kotoran produksi yang berbahaya. Artinya sudah tercampur bahan kimia. Apabila pabrik-pabrik tersebut membuang limbah berbahaya ke sungai atau kali, Anda perlu mengambil langkah secepatnya. Karena besar kemungkinan akan memberikan dampak yang bisa mencemarkan kualitas air tanah pemukiman.

2. Kondisi air

Kondisi air juga penting untuk ditinjau, apakah instansi tersebut menggunakan air tanah atau tidak. Industri biasanya menggunakan air dalam jumlah besar. Jika kegiatan ini mengambil air dari tanah, maka Anda harus berpikir ulang. Pengambilan air tanah dalam jumlah besar bisa merusak lingkungan sekitarnya.

Selain itu, coba sambangi pemukiman di dekat lokasi hunian atau tempat komersial seperti rumah makan. Cobalah mencuci makan di sana dan berkumur. Jika air terlihat keruh, berbau, dan memiliki rasa, sebaiknya Anda pertimbangkan kembali keinginan Anda untuk tinggal di daerah tersebut.

3. Kondisi Udara

Sebagian pabrik memiliki cerobong asap untuk membuang gas sisa hasil produksi. Untuk mengantisipasi terjadinya pencemaran udara secara langsung, Anda harus mengenali jenis industri apa sajakah yang melakukan produksi dekat rumah Anda.

Hal ini sangat penting karena jenis industri akan mempengaruhi asap yang keluar dari cerobong. Bisa jadi asap tersebut berbahaya bagi kesehatan. Selain itu, cari tahu juga sebaran asap pabrik-pabrik di dekat Anda. Apakah mencapai kawasan hunian incaran Anda atau tidak.

4. Kondisi Bising

Aktivitas pabrik dan lalu-lalang kendaraan berat kerap menghasilkan suara bising. Hal ini akan mempengaruhi ketenangan hidup Anda sehari-hari. Bila kegiatan pabrik berlangsung selama 24 jam, ada baiknya Anda berpikir ulang sebelum membeli rumah di sana.

5. Kondisi banjir

Setiap pabrik memiliki sistem pengolahan air hujan dan pengolahan limbah. Kedua sistem ini tidak boleh saling tercampur. Tujuannya agar air hujan bisa diolah lagi, juga agar tidak terkontaminasi limbah saat kembali ke tanah.

Tercampurnya air hujan dan limbah pabrik akan semakin berbahaya jika lokasinya rawan banjir. Beragam penyakit mulai dari yang ringan seperti iritasi kulit hingga yang berat seperti kanker bisa Anda alami jika terpapar air limbah secara langsung, yang meluber di saat banjir.

Namun, jika Anda hendak mencari rumah baru yang memiliki kondisi lingkungan yang aman dan nyaman, Anda bisa melihat resensi proyek sejumlah properti Tangerang di Rumah.com.

Hal ini akan lebih memudahkan Anda mendapatkan informasi dari sumber lain, selain dari pihak pengembang, agar Anda tidak dirugikan.

Feature picture: pixabay.com

Kantri Maharani

Penulis adalah Content Writer: Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan Penulis, Anda bisa mengirim email ke:kantrimaharani@rumah.com atau twitter @jeungkant

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Ini 6 Syarat Rumah Ideal Bagi Pemilik Anak Usia Dini

RumahCom - Apa yang menjadi pertimbangan utama Anda saat membeli rumah baru? Jarak dengan pusat kota, dengan jalan tol, atau dengan kantor? Seberapa besar Anda mempertimbangkan faktor kebutuhan anak s

Lanjutkan membacaNovember 23, 2015

Catat, 5 Syarat Mewujudkan Resolusi Anda untuk Memiliki Rumah!

RumahCom – “Rumah adalah aset nomor satu yang paling menentramkan” ujar Kaukabus Syarqiyah, Financial Planner Kaukabus Financial Literacy Center kepada redaksi Rumah.com, Rabu (30/12). Ibu en

Lanjutkan membacaDesember 30, 2016

Mengenal 4 Syarat Rumah Ideal

RumahCom - Memilih rumah yang berkualitas bagi pemula mungkin gampang-gampang susah. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Dalam bukunya "Konstruksi Bangunan Gedung Tidak Bertingkat" , Benny Pusp

Lanjutkan membacaJanuari 27, 2016

Mengenal Rangka Bangunan

RumahCom - Pada sebuah bangunan rumah, rangka bangunan merupakan struktur pendukung utama yang harus diperhatikan oleh setiap calon pembeli rumah baru. Khusus bangunan rumah permanen, rangka bangun

Lanjutkan membacaJanuari 29, 2016

Bolehkah Mendirikan Rumah di Dekat SUTET?

RumahCom - Meski sudah banyak penjelasan mengenai efek negatif rumah di sekitar Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET), masih banyak orang yang membangun rumah area tersebut. Pertanyaannya, baga

Lanjutkan membacaFebruari 10, 2016

Masukan