Setelah Beli Rumah Baru, Perhatikan 8 Hal Ini!

Isnaini KhoirunisaFebruari 29, 2016

RumahCom – Proses membeli rumah memang membutuhkan langkah yang panjang. Setelah selesai menandatangani kontrak pembelian rumah baru, saatnya untuk mengubahnya sesuai dengan keinginan Anda.

Ini adalah kelebihan dari membeli rumah baru. Anda memiliki kesempatan untuk mengubah tampilan hunian yang sesuai dengan kebutuhan dan pribadi Anda. Tapi, untuk beberapa pembeli rumah, terlebih pembeli rumah pertama kali, kesempatan ini justru menjadi hal yang sedikit membingungkan.

Banyak kustomisasi yang perlu Anda rinci dengan baik. Seperti memilih material countertops, keramik, plafon sampai dengan penataan ruang. Anda bahkan bisa meminta perombakan struktur seperti kamar mandi tambahan atau garasi. Semua bisa disesuaikan dengan bujet yang Anda inginkan. Nah untuk melakukan perubahan yang tepat, coba beberapa tips berikut ini, dikutip dari newhomesource.com

Baca juga: Rumah Baru

  1. Perubahan struktur bangunan

Ketika menandatangani kontrak, Anda bisa berkomunikasi dengan pengembang untuk meminta perubahan atau tambahan material agar pas sesuai dengan idaman Anda. Pada umumnya pembeli akan merasa sedikit pusing ketika menandatangi kontrak karena banyaknya dokumen legal yang mereka harus periksa.

Hal terpenting setelah mengubah struktur bangunan, Anda bisa menambah ruangan, mengganti lampu, atau bahkan membuat pintu kustomisasi yang nantinya disampaikan kepada tukang. Semua perubahan ini nantinya akan menambah biaya Anda dan akan dibayar langsung setelah rumah selesai dibangun.

  1. Upgrade setelah membeli

Setelah membeli rumah, sangat mungkin Anda ingin membuat beberapa perubahan pada rumah Anda. Misalnya perubahan dekoratif seperti warna cat, lansekap taman, pencahayaan, pipa saluran air, lantai garasi, list plafon, sampai dengan perubahan perabot rumah. Akan tetapi semua perubahan ini hanya bisa dilakukan oleh pemilik rumah yang sudah menyiapkan bujet yang cukup.

Sebenarnya Anda harus memilih dengan rinci mana yang harus diubah sekarang dan mana yang bisa direnovasi kemudian hari. Renovasi yang terlalu rumit juga tentunya akan memerlukan waktu pengerjaan yang lama, hingga Anda harus bersabar untuk menempati rumah tersebut.

  1. Manfaatkan waktu sebaik baiknya

Pada umumnya tersedia waktu 100 hari untuk Anda mengecek dan melakukan perubahan pada bangunan rumah setelah tandatangan kontrak. Dalam waktu yang terbatas ini, Anda harus rinci mencatat perubahan apa saja yang diperlukan untuk rumah Anda.

Tidak hanya disampaikan secara lisan, Anda juga bisa menyiapkan visualisasi contoh renovasi yang diinginkan kepada tukang yang akan merenovasi. Anda juga harus memahami keterbatasan waktu yang mereka miliki untuk mengerjakan rumah Anda, oleh karena itu manfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.

  1. Rumah contoh

Ketika hendak merenovasi rumah baru sesuai dengan impian, kita seringkali mencari rumah contoh yang mewah. Anda harus ingat bahwa biaya renovasinya tidak kecil dan Anda akan membutuhkan bujet yang besar. Jika tetap ingin menyesuaikan dengan bujet, mungkin tampilannya akan terlihat sedikit berbeda.

  1. Siapkan anggaran

Ayo, mulai siapkan anggaran untuk renovasi dan disiplin agar tidak overbudget. Coba jalan-jalan ke beberapa toko furnitur dekat rumah untuk mendapat wawasan soal harga dan produk yang sesuai keinginan.

Untuk menghindari pengeluaran berlebihan, Anda juga bisa berkomunikasi dengan konsultan desain di toko tersebut atau vendor interior desain yang Anda percayai. Sedikit tips, untuk menentukan bujet renovasi ideal bisa dihitung sekitar 12 persen dari harga rumah yang Anda beli.

  1. Kebutuhan vs keinginan

Coba untuk menjadi sedikit fleksibel. Ingat bahwa Anda memiliki anggaran pribadi dan tidak mungkin memenuhi semua keinginan yang diinginkan. Oleh karena itu, coba buat daftar “yang diinginkan” dan “yang dibutuhkan”. Dengan begitu Anda bisa berpikir seimbang dan menentukan diantara keinginan dan kebutuhan.

  1. Nilai jual kembali

Lagi-lagi, jangan sampai renovasi Anda menjadi berlebihan. Pembeli rumah baru memang ingin rumahnya mencerminkan selera dan gaya pribadi. Akan tetapi, penting juga untuk mempertimbangkan nilai jual kembali. Coba pilih kustomisasi yang disukai oleh sebagian besar orang, sehingga Anda tidak akan kesulitan jika ingin menjual kembali.

  1. Cari vendor yang terpercaya

Sangat penting untuk mencari konsultan desain interior yang bisa dipercaya. Mereka dapat memandu Anda dalam proses renovasi dengan memberi saran dan desain pilihan, hingga menerapkan anggaran Anda. Anda bahkan bisa meminta mereka agar memilih perabot yang sesuai dengan bujet.

Isnaini Khoirunisa
Penulis adalah content writer Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke: isnainikhoirunisa@rumah.com atau melalui Twitter: @isnaainaa

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Ayo, Dekorasi Rumah Baru Anda!

RumahCom - Pindah ke rumah pertama tentu memberikan perasaan yang berbeda. Beberapa orang merasa lebih bebas akhirnya bisa terlepas dari rumah orangtua atau rumah sewanya. Untuk itu, buatlah kesan aga

Lanjutkan membacaDesember 21, 2015

6 Langkah Cerdas Mengecat Tembok

RumahCom – Bingung ingin renovasi rumah karena bajet terbatas?. Sedangkan 2016 tinggal menghitunh hari. Tentu ini menjadi waktu yang tepat untuk Anda berkreasi. Rumah dengan tampilan baru bukan

Lanjutkan membacaDesember 27, 2016

Perhatikan Enam Hal Ini Sebelum Membeli Rumah

Bagi sebagian orang, mungkin termasuk Anda, membeli rumah adalah sebuah keputusan besar. Sebisa mungkin, Anda harus memastikan rumah yang Anda pilih sesuai kebutuhan, baik dari segi lokasi, fasilitas

Lanjutkan membacaJanuari 25, 2016

5 Cara Mencari Kota Satelit yang Pas Untuk Hunian

RumahCom – Meski tinggal di tengah kota masih menjadi idaman untuk hunian, namun belakangan ini area penyangga justru menjadi primadona. Menurut riset yang dilakukan oleh Rumah.com, dari 10 kawasan

Lanjutkan membacaFebruari 25, 2016

Masukan