Inspirasi dari Tradisi untuk Rumah Ramah Lingkungan

Anto ErawanFebruari 29, 2016

RumahCom – Indonesia yang beriklim tropis memiliki banyak kelebihan. Matahari yang bersinar hampir sepanjang tahun menjadikannya sebagai sumber daya alam yang terbarukan.

Beberapa orang mungkin berpendapat sinar matahari melimpah ini sering membuat rumah terasa panas. Apalagi jika tinggal di wilayah pesisir pantai, hawa di dalam rumah bisa terasa gerah.

Akhirnya, orang-orang berupaya agar rumah tidak terlalu terekspos sinar matahari terlalu banyak dengan meminimalkan jumlah jendela atau dengan memakai lapisan pelindung kaca sehingga intensitas sinar matahari ke dalam rumah bisa berkurang.

Sebenarnya, sinar matahari merupakan aset daerah tropis yang dapat mengurangi pemakaian lampu yang berlebihan. Soal cuaca di daerah tropis yang cenderung panas, nenek moyang kita justru memiliki cara tersendiri untuk menyiasatinya. Hal ini terlihat dari rumah-rumah tradisional Indonesia.

Jika diperhatikan, rumah tradisonal memiliki plafon tinggi dan jendela besar, yang terkadang bisa berfungsi sebagai pintu. Orang Eropa mengenal jendela jenis ini dengan nama french window.

Plafon tinggi memungkinkan sirkulasi udara berjalan baik. Sebagai penyeimbang, jendela besar memberi jalan bagi cahaya matahari masuk sebagai penerangan alami. Jendela pun akan menjadikan rumah lebih sejuk jika dibuka, sehingga pemakaian AC bisa dikurangi.

Paul Rudolph, arsitek kenamaan Amerika sudah lama memberikan perhatian terhadap arsitektur rumah-rumah tradisional Indonesia. Menurutnya, rumah seperti itu yang cocok untuk daerah tropis, yang dibuktikan dengan menerapkannya pada beberapa desain bangunan yang diwujudkan di Indonesia.

Hasilnya adalah gedung dengan desain unik yang memadukan antara plafon tinggi untuk sirkulasi udara yang baik dan jendela lebar untuk memanfaatkan sinar matahari sebagai cahaya alami. Pemakaian AC dan lampu dapat digunakan seminimal mungkin, sehingga penggunaan listrik tidak terlalu besar, dan tentunya rumah lebih ramah lingkungan.

Anda pun bisa menerapkan desain seperti ini untuk rumah tinggal. Alih-alih mengadopsi desain minimalis, mengapa tidak melirik arsitektur tradisional rumah Indonesia, yang memang diperuntukkan bagi daerah tropis.

Jika rumah memang harus dibuat bertingkat, karena alasan tanah yang tidak terlalu luas, pembuatan mezanin dapat dipilih agar rumah utama tetap memiliki plafon yang tinggi. Sedangkan jendela yang tinggi dan luas, dapat dipasang pada  ruangan yang menghubungkan ruang tengah dengan ruang belakang atau taman.

Beberapa orang bahkan membuat kamar tidur dengan jendela lebar yang menghadap ke taman, agar dapat menikmati pemandangan seperti berada di kawasan resor.

Juliana Harsianti

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Rumah Ramah Lingkungan Idaman Aliando

RumahCom. Seperti penampilannya yang cool, Aliando juga mempunyai selera desain rumah yang kalem pula. Minimalis tetapi bisa memenuhi segala kebutuhan menjadi syarat Ali untuk rumah idamannya. Seba

Lanjutkan membacaAgustus 22, 2015

Empat Tips Mendesain Rumah Ramah Lingkungan

RumahCom - Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa semakin hari, bumi kita semakin tua dan butuh perhatian lebih. Saat ini banyak isu-isu mengenai lingkungan yang marak dibicarakan se

Lanjutkan membacaDesember 24, 2015

Pentingkah Green Architecture untuk Hunian Anda?

RumahCom - Pentingnya menerapkan konsep hijau pada perumahan Anda justru mengingatkan kita akan pentingnya keberlangsungan hidup seluruh semesta yang asri dan juga dapat memberikan dampak positif untu

Lanjutkan membacaJanuari 4, 2016

Wah, Rumah Ramah Lingkungan Ini Dibangun dari Jerami!

RumahCom – Christian dan Deepti Wetjen sebagai pemilik rumah jerami memiliki visi yang luas untuk mengimplementasikan rumah yang ramah lingkungan. Hunian ini memiliki luas bangunan 355 meter persegi

Lanjutkan membacaJanuari 6, 2016

Ciptakan Bangunan yang Ramah Lingkungan

RumahCom - Isu pemanasan global kerap mendapatkan perhatian khusus. Gerakan untuk menghemat energi selalu gencar dilakukan, mulai dari hal-hal kecil sampai saat membuat konsep untuk membangun rumah.

Lanjutkan membacaFebruari 18, 2016

Masukan