“Skylight” Solusi Modern Menghemat Listrik di Rumah

Kantri MaharaniMaret 4, 2016

RumahCom – Jika jumlah tagihan membengkak meski Anda jarang menggunakan peralatan elektronik berdaya besar, kemungkinannya adalah karena Anda terlalu sering, atau bahkan jarang mematikan peralatan-peralatan kecil, terutama lampu.

Lampu yang idealnya hanya menyala di malam hari tak jarang menyala 24 jam. Penyebabnya mungkin karena Anda lupa mematikannya, atau bisa juga karena Anda memang membutuhkannya karena ruangan di rumah Anda tak cukup terang meski di siang hari.

Saat ini perumahan-perumahan baru banyak yang menggunakan jendela besar, sekitar 40 persen dari total muka rumah dengan tujuan memaksimalkan masuknya cahaya alami dari matahari. Nah, selain penggunaan jendela besar, Anda juga bisa menerapkan penggunaan skylight pada atap rumah.

Skylight secara harfiah berarti cahaya dari langit. Sesuai dengan namanya, skylight berfungsi mendatangkan cahaya dari langit ke dalam rumah dengan cara membuat semacam jendela di atap rumah.

Skylight sebenarnya bukanlah model arsitektur baru. Desain ini bisa Anda lihat pada bangunan-bangunan kuno peninggalan Romawi kuno. Bangunan yang menggunakan skylight ini bisa dijumpai ketika Anda sedang berjalan-jalan di beberapa negara di Eropa seperti Polandia, Spanyol, Yunani, Italia, dan Prancis.

Selain menambah estetika arsitektur bangunan, skylight juga memiliki tiga kelebihan yang bisa Anda rasakan di rumah:

  • Skylight dapat meningkatkan intensitas cahaya di setiap sudut area bangunan.
  • Dengan adanya skylight, Anda tidak perlu khawatir akan pemakaian lampu secara berlebih.

Dengan penggunaan kaca ataupun lapisan film yang tepat, skylight tidak membuat suhu udara di dalam rumah  meningkat. Di beberapa negara maju, pemerintahnya bahkan telah menganjurkan penggunaan skylight.

Jika Anda sedang membangun rumah baru atau berniat merenovasi rumah lama, ada baiknya mempertimbangkan penggunaan skylight ini. Berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan mengenai skylight.

1. Skylight cocok untuk semua model atap rumah

Pertama yang harus Anda ingat adalah skylight tidak dibatasi dengan model atap rumah. Artinya, baik atap berbentuk datar atau pun tidak, bisa didesain untuk pemasangan skylight.

Contoh pemasangan skylight pada model atap rumah yang tidak datar (source: yourhome.gov.au)

Contoh pemasangan skylight pada model atap rumah yang tidak datar. Jarak untuk setiap skylight satu dengan yang lainnya minimum sebesar 1,5 meter (source: yourhome.gov.au)

2. Sesuaikan pemasangan dengan bagian ruangan yang ingin diterangi

Langkah kedua adalah sesuaikan pemasangan skylight dengan bagian ruangan yang ingin Anda terangi. Dalam hal ini, tentu Anda juga harus mempertimbangkan nilai estetikanya.

Hal lain yang perlu Anda ingat adalah matahari bergerak dari timur ke barat. Jika Anda menempatkan skylight di bagian timur dan barat atap rumah, cahaya yang masuk akan sangat terang. Karena itu, ada baiknya menempatkan skylight di sisi utara atau selatan sehingga cahaya yang masuk lebih lembut.

Pemasangan Skylight bisa digunakan untuk ruang tamu. Contoh rumah di Australia ini memiliki atap rumah yang tidak datar. Dengan ketebalan kaca minimum 6,38mm (source: yourhome.gov.au)

Pemasangan Skylight bisa digunakan untuk ruang tamu. Contoh rumah di Australia ini memiliki atap rumah yang tidak datar. Dengan ketebalan kaca minimum 6,38mm (source: yourhome.gov.au)

Skylight juga bisa digunakan untuk pencahayaan sudut tangga pada rumah. Selain medapat memberikan pencahayaan alami, juga  menambah keindahan ruangan (source: houzz.com)

Skylight juga bisa digunakan untuk pencahayaan sudut tangga pada rumah. Selain medapat memberikan pencahayaan alami, juga menambah keindahan ruangan (source: houzz.com)

Pemasangan skylight untuk kamar tidur. Jendela dipasang tidak 180 derajat, melainkan dibuat kemiringan yang bertujuan sinar matahari tidak terpancar langsung (source: yourhome.gov.au)

Pemasangan skylight untuk kamar tidur. Jendela dipasang tidak 180 derajat, melainkan dibuat kemiringan yang bertujuan sinar matahari tidak terpancar langsung (source: yourhome.gov.au)

Contoh desain skylight ini bisa Anda terapkan pada ruang dapur Anda (source: houzz.com)

Contoh desain skylight ini bisa Anda terapkan pada ruang dapur Anda (source: houzz.com)

3. Pilih material yang tepat

Untuk membuat skylight, Anda bisa menggunakan dua material seperti kaca dan plastik sebagai penutup. Sedangkan untuk bingkai kaca bisa menggunakan alumunium atau baja.

Pemilihan kaca dirasa tepat, sebab lebih kuat tahan terhadap api. Akan tetapi dalam aplikasinya, Anda harus melapisi kembali menggunakan kaca pelapis beremisi rendah yang berfungsi menjaga panas. Namun untuk menggunakan kaca, Anda harus mengeluarkan sedikit kocek lebih besar.

Apabila kaca dirasa cukup mahal, Anda bisa menggunakan plastik sebagai pengganti kaca. Jenis plastik yang bisa digunakan adalah ABS, akrilik, dan polikarbonat.

4. Konsultasi dengan ahli

Satu hal yang perlu diperhatikan, Anda wajib berkonsultasi dengan para ahli sebelum memasang skylight. Meski berguna, skylight juga memiliki resiko.

Intensitas cahaya yang terlalu tinggi yang jatuh di permukaan yang sama secara terus-menerus bisa menghasilkan dampak negatif, salah satunya membuat warna suatu perabotan memudar. Pemilihan lokasi skylight, sudut pencahayaan, dan lapisan film harus betul-betul dipertimbangkan sebelum pemasangan.

Pemasangan skylight di atas kamar mandi bisa meningkatkan proses kondensasi atau pengembunan, terutama bagi Anda yang tinggal di kawasan beriklim sejuk seperti pegunungan. Saat Anda mandi menggunakan air panas, uap air akan lebih cepat menjadi embun karena sisi luar skylight lebih dingin. Akibatnya, akan muncul kerak atau lumut di permukaan.

Karena itu, konsultasikan dengan ahli arsitektur sebelum memutuskan penggunaan skylight.

 

Feature picture: Pixabay.com

Kantri Maharani
Penulis adalah Content Writer: Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan Penulis, Anda bisa mengirim email ke:kantrimaharani@rumah.com atau twitter @jeungkant

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Kaca Dekoratif: Sentuhan Estetika Lewat Permainan Cahaya

Kaca dekoratif merupakan kaca bercorak yang berfungsi sebagai penghias ruangan, baik eksterior maupun interior. Agar mampu memperkuat nilai estetis, maka paduan warna kaca dekoratif hend

Lanjutkan membacaDesember 28, 2011

Gunakan Permainan Kaca untuk Rumah Idaman Anda

RumahCom - Sudah bukan hal baru lagi bila penggunaan kaca dapat menambah keindahan dan sisi elegan pada interior rumah. Material unik berbahan lutsinar ini memang cocok dengan berbagai gaya hunian. M

Lanjutkan membacaSeptember 7, 2015

Mengenal Jenis Kaca Dekoratif

RumahCom – Bukan rumah namanya jika tidak ada jendela dan pintu di dalamnya. Selain fungsi utamanya untuk menjaga keamanan dan sirkulasi udara, kedua material ini juga bisa menjadi nilai plus pada e

Lanjutkan membacaFebruari 4, 2016

Tips Cermat Memilih Rumah Bebas Banjir

RumahCom - Memiliki rumah yang berada di kawasan  banjir sungguh merepotkan. Setiap tahun, Anda harus bergelut mengamankan barang-barang agar tidak basah. Lebih parah lagi, Anda tak bisa kemana-mana

Lanjutkan membacaMaret 3, 2016

Begini Caranya, Buat Kolam Ikan Terapi Sendiri di Rumah

RumahCom - Mungkin Anda sudah tidak asing dengan jenis terapi yang menggunakan giigitan kerumunan ikan pada sebuah kolam. Gigitan tersebut dipercaya bisa menghaluskan kaki Anda. Ikan garra rufa at

Lanjutkan membacaMaret 2, 2016

Masukan