Survei: Konsumen Menilai Properti di Indonesia Terlalu Mahal!

Anto ErawanMaret 31, 2016

RumahCom – Menurut hasil survei Property Affordability Sentiment Index 2015, orang Indonesia masih memiliki minat untuk membeli properti tahun ini, meskipun harga properti dianggap terlalu tinggi dan pertumbuhan ekonomi di tahun 2015 tidak stabil. 61 persen responden menyatakan puas dengan kondisi properti Indonesia di mana jumlah ini meningkat 9 persen dari tahun 2013.

Property Affordability Sentiment Index 2015 merupakan survey tahunan yang dilakukan oleh Rumah.com bekerja sama dengan Added Value Saffron Hill dengan total 1.070 responden. Survey ini juga mencatat beberapa indikator yang memperkuat keyanikan konsumen dalam mengambil keputusan properti. Antara lain:

58% merasa yakin dengan prospek peningkatan harga dalam jangka panjang
39% menganggap pertumbuhan properti dalam negeri sangat bagus
27% bunga KPR saat ini relatif rendah

Meski demikian, sebagian konsumen properti juga menyatakan ketidakpuasan terhadap kondisi industri properti saat ini. Beberapa fakta yang ditemukan, antara lain:
73% merasa harga properti saat ini sangat mahal
54% menganggap performa ekonomi dalam negeri tidak terlalu bagus
49% harga properti naik terlalu cepat

Namun ketidakpuasan ini tidak membendung para pencari properti untuk membeli hunian, karena 63 persen responden menyatakan akan berencana membeli properti dalam enam bulan ke depan.

Wasudewan, Country Manager Rumah.com menuturkan, hasil dari Property Affordability Sentiment Index 2015 menunjukkan insight positif masyarakat Indonesia terhadap kondisi properti di Indonesia tahun ini. Infrastruktur yang dibangun pemerintah yang terus mendapat sambutan positif dari publik juga ikut memberi pengaruh penting dalam meningkatkan keyakinan konsumen properti dalam mengambil keputusan.

“Pertengahan Maret ini, Bank Indonesia juga kembali menurunkan suku bunga acuan (BI Rate) menjadi 6,75%. Padahal akhir tahun lalu, BI Rate masih berada di angka 7,5%. Penurunan BI Rate akan diikuti aksi perbankan yang menurunkan suku bunga KPR/KPA. Melihat kondisi ini, tentu kita berharap prospek properti di 2016 ini akan kembali bangkit dan menggairahkan industri properti dalam negeri,” ujar Wasudewan.

Bagi Rumah.com, komitmen untuk membantu para pencari properti dalam menentukan keputusan properti terus diperkuat dengan berbagai fitur unggulan, seperti Perumahan Baru dan Review Properti yang mencakup ratusan proyek di Pulau Jawa, Bali dan kota Makassar.

Dalam kanal Perumahan Baru, para konsumen yang berminat memiliki perumahan dan apartemen baru (non-seken), dapat melihat informasi tentang properti secara lengkap, lokasi dan fasilitas sekitar berbasis peta serta kalkulator keterjangkauan untuk mengukur kemampuan pembayaran cicilan berdasarkan pendapatan bulanan. Dan melalui Review Properti, para konsumen properti dapat menilai spesifikasi material hunian, rencana pembangunan infrastruktur di sekitar lokasi hingga perbandingan harga dengan hunian lain di sekitarnya.

Foto: Anto Erawan

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Survei: Konsumen Masih Sulit Temukan Hunian Idaman

RumahCom – Konsumen properti di Indonesia ternyata menghadapi masalah dalam proses memilih rumah idaman mereka. Hal ini terungkap dalam survei yang dilakukan Rumah.com, situs properti terdepan di I

Lanjutkan membacaMaret 24, 2016

Pengembang Ini Pasarkan Rumah Subsidi Seharga Rp90 Juta

RumahCom – Kawasan Serang Timur, Banten, memeroleh pasokan seribu unit rumah subsidi menyusul peluncuran perumahan sederhana: Ciujung Indah. Hunian yang dikembangkan PT Vtri Bangun Dukuh Lestari

Lanjutkan membacaMaret 28, 2016

Cukup Bayar Rp99 Juta Bisa Miliki Apartemen di Ciputat

RumahCom – PT Gading Development, Tbk menargetkan dapat meraih pendapatan sebesar Rp1,2 triliun dari proyek The Spring Residences untuk lima tahun ke depan. Optimisme tersebut, menurut Budiawan L

Lanjutkan membacaMaret 28, 2016

Kurangi Backlog, Pemda Diminta Perhatikan Zona Kuning

RumahCom - Kementerian Pekerjaan Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menegaskan, penetapan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) untuk kawasan perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)

Lanjutkan membacaMaret 29, 2016

Ini Strategi Pemerintah Genjot Suplai Rumah

RumahCom - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan menyiapkan empat stategi untuk penyediaan perumahan untuk masyarakat. “Untuk men

Lanjutkan membacaMaret 29, 2016

Masukan