Tips Mudah Memelihara Anggrek

Anto ErawanApril 11, 2016

RumahCom – Iri rasanya melihat anggrek di halaman tetangga Anda tumbuh subur dan indah. Bunga anggrek memang tidak hanya mempercantik halaman rumah, tapi jika diletakkan sebagai hiasan di dalam ruangan, akan membuat ruangan lebih elegan dan nyaman.

Masalahnya, merawat anggrek butuh perhatian ekstra. Anda tak mungkin setiap saat membelinya hanya untuk mempercantik ruangan, karena bujetnya tidak sedikit.

Agar Anda tak perlu membelinya terus-menerus, simak cara jitu memelihara tanaman anggrek berikut ini.

Bibit Oke

Jika Anda ingin membeli tanaman anggrek, jangan mudah tergoda dengan harganya yang murah. Pastikan tanaman tersebut sudah pernah berbunga sebelumnya. Tanaman anggrek yang pernah berbunga kemungkinan besar akan berbunga kembali dalam waktu cepat.

Digantung

Jangan letakkan tanaman anggrek begitu saja di atas lantai atau tanah. Kondisi ini membuat air yang Anda siram pada tanaman susah mengalir. Akibatnya, akarnya akan mudah membusuk. Untuk itu, gantunglah anggrek atau letakkan pada rak tanaman.

Gunakan Media Tanam yang Menyerap Air

Bila Anda tidak punya banyak waktu untuk mengurus anggrek, jangan menggunakan arang sebagai media tanamnya. Arang akan menyerap panas dan membuat anggrek cepat kering.

Lebih baik pilih sabut kelapa yang dicampur dengan styrofoam. Sabut kelapa akan menyerap air yang dibutuhkan oleh akar anggek, sementara styrofoam memudahkan air untuk mengalir. Anda juga bisa menambahkan serat kayu untuk menjaga anggrek tetap sejuk karena serat tersebut menyerap air.

Jangan Terlalu Sering Disiram

Menyiram anggrek 1-2 kali sehari sudah cukup, dan tak perlu lagi menyiramnya saat anggrek terkena siraman air hujan. Anggrek yang terlalu sering terkena air, akan mudah busuk akarnya sehingga menimbulkan jamur.

Menanam Anggrek di Dalam Ruangan

Biasakan tetap memberi paparan sinar matahari bagi anggrek di dalam ruangan. Anda cukup meletakkannya di depan jendela pada pagi atau sore hari. Siram anggrek setiap sore dan segera keringkan jika ada air yang menggenang di daunnya untuk mencegah daun menguning dan busuk.

Saparinah Mumpuni
Foto: Stocksnap.io

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Empat Tips Membuat Taman Vertikal

RumahCom - Taman vertikal—sering disebut vertical garden, vertical landscape, greenwall, atau living wall—adalah taman yang dibangun tegak lurus, umumnya menempel di dinding. Tidak hanya di din

Lanjutkan membacaDesember 22, 2014

Larutan Pengusir Hama di Kebun

RumahCom – Merawat kebun di rumah sebetulnya merupakan pekerjaan yang relatif mudah. Dan saat hama datang menyerang, Anda tak harus menggunakan cairan kimia yang mungkin sulit didapatkan. Buat saja

Lanjutkan membacaDesember 31, 2015

4 Tanaman yang Mudah Dirawat Dalam Ruangan

RumahCom - Tanaman hias adalah salah satu tumbuhan favorit untuk ditanam di sekitar rumah. Tanaman hias juga bisa kita tempatkan di dalam rumah tentunya dengan menanamnya di dalam pot. Desainer interi

Lanjutkan membacaMaret 8, 2016

Bercocok Tanam di Lahan Sempit, Bisa!

RumahCom - Dengan semakin terbatasnya lahan untuk perumahan, maka makin sempit pula luas pekarangan yang dimiliki setiap rumah. Apalagi jika Anda tinggal di apartemen, hanya balkon-lah tempat kosong y

Lanjutkan membacaMaret 27, 2016

Membuat Espalier, Pagar Hidup nan Menawan

RumahCom - Di tengah kerinduan akan tempat tinggal yang dekat dengan asrinya alam, pagar hidup tentu layak jadi pilihan untuk menandai batas properti Anda. Pagar yang dirajut dari tanam-tanaman ini

Lanjutkan membacaApril 5, 2016

Masukan