Cara Sederhana Tingkatkan Kualitas Udara di Rumah

Anto ErawanApril 30, 2016

RumahCom – Kualitas udara dalam rumah yang buruk dapat memengaruhi kondisi kesehatan penghuninya, terutama bagi keluarga yang memiliki anak-anak. Polutan dan aleregen seperti serbuk, debu, jamur, dan bulu hewan peliharaan dapat memicu alergi dan asma, bahkan membuat sakit mata, hidung berair, sakit kepala, dan kelelahan.

Bagi Anda yang memiliki anak-anak dengan penyakit asma dan alergi, simak 5 cara sederhana dari livingwellspendingless.com dalam meningkatkan kualitas udara di dalam rumah.

1. Hilangkan Sumber Alergen

Membersihkan rumah dengan teratur akan mengurangi debu, serbuk, jamur, dan bulu hewan peliharaan yang beterbangan di udara. Bersihkan permukaan perabotan yang berpotensi menyimpan debu setiap hari, seperti karpet, meja, dan perabotan kayu lainnya. Jangan lupa membersihkan rak buku yang tinggi serta kipas di langit-langit.

Untuk mengurangi debu di tempat tidur, gunakan penutup kasur dan sarung bantal berbahan plastik. Gunakan air panas ketika mencuci seprai dan selimut. Terakhir, jangan biarkan ada orang yang merokok di dalam ruangan.

2. Gunakan Alat Penyaring Udara

Meskipun penyaring udara (air purifier) memiliki harga yang mahal. Namun mesin ini dapat menghilangkan dengan efektif sumber allergen yang berbahaya dan polutan dari udara di rumah Anda, sehingga dapat meningkatkan kualitas udara serta kesehatan keluarga.

Ganti filter secara teratur, kebanyakan penyaring harus diganti setiap 30-60 hari, tetapi jika keluarga Anda memiliki masalah alergi yang cukup berat, ganti penyaring dengan lebih sering.

3. Lebih Banyak Udara Segar

Tidak semua sistem pendingin dan penghangat ruangan menyuplai udara segar ke dalam rumah. Membuka jendela dan pintu paling efektif membuat udara segar bersirkulasi dengan baik, yang tentunya akan membuat udara di rumah Anda lebih berkualitas. Hal ini juga sangat penting bila Anda menyukai kegiatan di dalam ruangan yang membuat udara tercemar, seperti melukis, bermain pasir, dan memasak.

4. Hindari Pewangi Buatan

Semakin sedikit pewangi yang tercium di dalam rumah makan semakin baik. Jika memungkinkan, pilih bahan pembersih dan pencuci pakaian yang tidak wangi, termasuk deterjen, pelembut, dan bahan pembersih lain yang kerap digunakan di rumah. Pilih produk pembersih yang bebas aeorosol serta hindari penggunaan pewangi ruangan buatan yang berbahan kimia.

5. Bawa Tumbuhan dari Luar ke dalam Rumah

Segarkan udara dengan membawa tumbuhan ke dalam rumah, seperti lidah buaya, cemara, bunga lili, atau sansivieria untuk membantu menyaring udara dari allergen dan polutan. Tidak hanya sedap dipandang, tanaman-tanaman ini juga relatif mudah dirawat. Letakkan tanaman hias ini di tempat yang terekspos bahan kimia dan polutan udara seperti tempat mencuci baju, dapur dan kamar mandi.

Mita Agustina

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Mengatur Ventilasi Udara dengan Feng Shui

Oleh: Mauro Rahardjo & Lelyana Rahardjo RumahCom – Jika ingin mengetahui baik-buruknya feng shui sebuah rumah, cara termudah adalah dengan merasakan kenyamanan di dalam rumah tersebut. Kenya

Lanjutkan membacaOktober 20, 2013

Penempatan Tanaman dan Fertilitas Istri

Oleh: Mauro Rahardjo & Lelyana RahardjoRumahCom - Pada artikel sebelumnya, telah dijelaskan lima tips, salah satunya menempatkan tanaman di dalam Kamar Tidur sesuai dengan Peta Feng Shui individu.

Lanjutkan membacaJanuari 13, 2014

Agar Sirkulasi Udara Lancar di Rumah Kopel

RumahCom – Sirkulasi udara dalam rumah merupakan hal yang penting diperhatikan di negara tropis seperti Indonesia. Terlebih lagi di perumahan yang menggunakan sistem kopel alias semi-detached, y

Lanjutkan membacaJanuari 16, 2014

Aneka Tanaman Rambat untuk Percantik Hunian Anda

RumahCom – Tanaman rambat banyak digunakan untuk menghias taman, tak hanya outdoor, tetapi juga indoor. Bentuknya yang kecil sangat cocok untuk hunian mungil—selain indah, juga mampu menyuplai oks

Lanjutkan membacaDesember 12, 2014

Tanaman Cantik untuk Tidur Lebih Nyenyak

RumahCom - Tubuh yang terlalu lelah kadang membuat Anda malah susah tidur atau kurang menikmati tidur. Pasalnya pikiran Anda masih dituntut untuk mengingat berbagi kesibukan, sementara fisik sudah ing

Lanjutkan membacaApril 18, 2016

Masukan