Bermodal Rp150 Juta, Bisa Investasi Homestay di 10 Objek Wisata

Isnaini KhoirunisaApril 29, 2016

Kementerian Pariwisata bekerjasama dengan Bank Tabungan Negara (BTN) membangun homestay di 10 destinasi wisata di Indonesia.

BTN akan menyalurkan sumber dana untuk pembiayaan homestay tersebut dengan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menggunakan sistem Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, homestay yang dibangun BTN dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tersebut berkaitan dengan Program Sejuta Rumah. Nantinya satu unit homestay akan dihargai sekira Rp150 jutaan.

“Uang muka satu persen, bunganya fix 5 persen dengan tenor selama 20 tahun, jadi ya cicilannya sekira 800 ribuan,” jelas Arief saat konferensi pers Sinergi Pusat dan Daerah Menuju 12 Juta Wisman dan 260 Juta Wisnus 2016, di Jakarta, Kamis (28/4/2016), Seperti dilansir dari Okezone.com

Home stay tersebut nantinya, lanjut Arief bisa difungsikan sebagai penggerak ekonomi warga sekitar destinasi dengan disewakan kepada para wisatawan atau dijadikan tempat berjualan.

Arief menambahkan, jika homestay yang akan dibangun oleh BTN dan Kementerian PUPR itu disewakan dengan harga Rp200 ribu semalam, maka pemilik rumah meraup keuntungan Rp800 ribu jika dua malam disewa pada tiap akhir pekan.

“Diharapkan para UKM mampu untuk membeli rumah ini karena cicilannya hanya Rp800 Ribuan saja, sedangkan nanti si pemilik bisa dapat Rp800 Ribuan seminggu,” tambahnya.

Seperti yang sudah diberitakan, rencananya BTN akan membangun 100 ribu unit rumah di 10 lokasi destinasi wisata di Indonesia. BTN bakal bekerjsama juga dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

BTN Biayai 100 Ribu Rumah Penduduk di Destinasi Wisata

Direktur Utama BTN Maryono mengatakan, dalam pembangunan ini BTN akan membantu dalam hal pembiayaan rumah bagi warga di sekitar tempat wisata tersebut.

“Ya ini kan salah satu program sejuta rumah, untuk melaksanakan program itu BTN berikan fasilitas membangun rumah di 10 destinasi,” tutur Maryono saat ditemui disela acara Rapat Koordinasi Nasional Kepariwisataan, di Jakarta, Kamis (28/4/2016).

Maryono melanjutkan, nantinya BTN akan membiayai rumah-rumah penduduk yang dapat dijadikan sentra bisnis kepariwisataan di tiap destinasi.

“Misalnya di 10 destinasi itu di sekelilingnya ada rumah-rumah dan toko yang bisa menjual souvenir, restoran, dan lain sebagainya, itu yang kita biayai melalui KPR (kredit pemilikan rumah),” jelasnya.

Sebanyak 10 destinasi yang menjadi prioritas tersebut meliputi Danau Toba, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Borobudur, Bromo – Tengger – Semeru, Mandalika, Labuan Bajo, Wakatobi, dan Morotai.

Isnaini Khoirunisa
Penulis adalah content writer Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke: isnainikhoirunisa@rumah.com atau melalui Twitter: @isnaainaa

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Senjatai Rumah Anda Saat Liburan!

RumahCom – Menjelang pergantian tahun, mungkin beberapa di antara Anda merencanakan untuk menikmatinya dengan liburan keluar kota. Walau hanya kurang lebih empat hari meninggalkan rumah, tetapi pers

Lanjutkan membacaDesember 29, 2015

8 Tips Rumah Aman Selama Liburan

RumahCom - Liburan akhir tahun tinggal menghitung hari. Segala persiapan tentu sudah harus dicicil dari sekarang, termasuk persiapan untuk meninggalkan rumah. Nah, agar rumah tetap aman, berikut 8 tip

Lanjutkan membacaDesember 22, 2015

Jangan Biarkan Resolusi Beli Rumah Mengorbankan Bujet Liburan

RumahCom – Belakangan ini traveling tak hanya sebatas kegiatan rekreasi untuk menghilangkan stres. Traveling berubah menjadi bagian dari gaya hidup di kalangan usia muda (18-35 tahun). Masalahnya,

Lanjutkan membacaJanuari 27, 2016

Berlibur Sambil Berinvestasi di Indonesia Timur, Yuk!

RumahCom – Orang tua yang gemar berpetualang, entah itu ke pantai atau ke gunung, biasanya menularkan hobi yang sama kepada anak-anaknya. Alhasil, dari minat selaras inilah tercipta suatu misi bersa

Lanjutkan membacaMaret 10, 2016

Masukan