Cara Membuat Taman Mungil Terarium

Anto ErawanMei 2, 2016

RumahCom – Salah satu kekurangan dari rumah kecil atau rusun/apartemen adalah ketidaktersediaan lahan terbuka hijau untuk kebun dan taman. Biasanya, kita menggantinya dengan menanam beberapa tumbuhan dalam pot, seperti kaktus yang bisa di letakkan di atas meja atau teras rumah.

Tetapi dengan hadirnya terarium, Anda bisa menciptakan sebuah ekosistem mungil seperti sebuah taman bahkan hutan. Anggarannya pun jauh lebih murah, dan Anda bisa berkreasi sesuai impian.

Terarium merupakan kumpulan tanaman hidup yang tumbuh di dalam wadah transparan. Dari sini, Anda juga bisa melihat bagaimana sebuah ekosistem bekerja, mulai dari fotosintesis, respirasi, hingga jalannya air. Layaknya sebuah taman, Anda harus tetap menyiramnya dengan air, agar tanaman di dalamnya tetap hidup.

Ingin membuat terarium sendiri? Berikut bahan-bahan dan cara membuatnya.

Alat-alat yang Dibutuhkan:

  • Wadah kaca, bisa terbuat dari gelas, bohlam, stoples, dan memiliki tutup.
  • Batu-batu kecil.
  • Arang.
  • Tanah.
  • Moss, seperti tanah yang berlumut.
  • Tanaman, seperti kaktus dan begonia, atau sesuaikan dengan selera.
  • Miniatur hewan dan manusia, sesuaikan dengan selera.

Cara Membuat:

  1. Pada lapisan pertama, letakkan batu-batu kecil. Untuk volumenya tergantung besarnya wadah. Pada stoples besar misalnya, isi setinggi 1 inci.
  2. Lalu, letakkan arang di atasnya. Gunanya untuk menjaga air tetap segar dan menghindari tumbuhnya lumut dan bakteri.
  3. Selanjutnya, masukkan 3 inci tanah. Tak harus rata, Anda bisa membuatnya seperti bukit.
  4. Kemudian, Anda bisa menaruh kaktus, tanaman begonia, atau moss. Kreasikan sendiri sesuai selera.
  5. Terakhir, Anda bisa juga meletakkan miniatur kecil di dalamnya untuk mempercantik dan menyesuaikan dengan desain Anda.

Cara Pemeliharaan:

  • Terarium seperti sebuah hutan lebat. Hanya butuh sedikit pencahayaan sinar matahari. Untuk itu, agar tidak mudah kering, hindari meletakkan terarium Anda di tempat yang terkena sinar matahari langsung.
  • Sesekali, buka juga tutupnya agar proses pengembunan berjalan dengan baik. Biarkan terbuka kurang lebih satu jam lamanya. Jangan lupa ditutup, karena bisa kering dan mati.
  • Terarium hanya butuh sedikit air. Jadi, Anda bisa memberikannya sebulan sekali. Tanda-tandanya pun dapat dilihat dari bau dan bentuk. Perhatikan saat memberikan air, gunakan sendok kecil atau alat tetes air.

Astrid Septriana

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

4 Tanaman yang Mudah Dirawat Dalam Ruangan

RumahCom - Tanaman hias adalah salah satu tumbuhan favorit untuk ditanam di sekitar rumah. Tanaman hias juga bisa kita tempatkan di dalam rumah tentunya dengan menanamnya di dalam pot. Desainer interi

Lanjutkan membacaMaret 8, 2016

10 Sayuran yang Bisa Ditanam Kembali dalam Stoples

RumahCom - Anda mungkin seseorang penyuka sayuran atau secara rutin menyediakan sayuran bagi anggota keluarga. Tahukah Anda bisa mengembang biakkan makanan dan sayuran berikut di rumah Anda hanya deng

Lanjutkan membacaMaret 10, 2016

Bercocok Tanam di Lahan Sempit, Bisa!

RumahCom - Dengan semakin terbatasnya lahan untuk perumahan, maka makin sempit pula luas pekarangan yang dimiliki setiap rumah. Apalagi jika Anda tinggal di apartemen, hanya balkon-lah tempat kosong y

Lanjutkan membacaMaret 27, 2016

Membuat Espalier, Pagar Hidup nan Menawan

RumahCom - Di tengah kerinduan akan tempat tinggal yang dekat dengan asrinya alam, pagar hidup tentu layak jadi pilihan untuk menandai batas properti Anda. Pagar yang dirajut dari tanam-tanaman ini

Lanjutkan membacaApril 5, 2016

Mudahnya Membuat Taman di Atap Rumah

RumahCom - Memiliki rumah lengkap dengan taman yang indah tentu jadi impian Anda. Masalahnya, jika Anda menginginkan rumah di tengah kota atau tidak jauh dari pusat kota, keinginan tersebut harus dipe

Lanjutkan membacaApril 12, 2016

Masukan