Bisa, Prediksi Momen Tepat Jual Beli Rumah

Isnaini KhoirunisaJuni 13, 2016

RumahCom – Membeli rumah adalah keputusan besar bagi sebagian orang. Melihat nilainya yang besar dan harganya yang terus melambung tinggi, Anda harus lebih bijak menentukan momen yang pas membeli rumah. Meski bukan cenayang, ternyata Anda bisa mengecek waktu tepat membeli rumah.

Sayangnya, sebagian besar orang mengambil keputusan jual beli rumah di tengah kondisi yang mendesak, misalnya membutuhkan uang dengan cepat atau ada kejadian tak terduga di tengah keluarga. Namun jika Anda punya jeda waktu yang longgar, tidak ada salahnya menunggu waktu yang pas untuk mengambil keputusan.

Di adaptasi dari artikel Zillow, berikut ini beberapa indikator yang bisa menjadi penanda waktu pas membeli atau menjual rumah

1. Setiap pasar berbeda

Berbeda dengan kondisi pasar properti 20 tahun lalu, kini dunia properti banyak terpengaruh oleh hal eksternal khususnya dari kebijakan pemerintah dan perbankan. Jangankan membandingkan kondisi pasar properti dalam dan luar negeri, tren properti tiap kota di Indonesia memiliki warna yang berbeda.

Untuk itu, sebelum membeli atau membeli rumah, usahakan untuk mempelajari kondisi properti yang berlaku di lokasi tujuan. Lakukan riset sederhana dengan bertanya dengan pakar properti seperti broker agar mendapat wawasan terkini.

2. Fluktuasi suku bunga

Banyak orang yang mengandalkan fasilitas KPR untuk membeli rumah. Untuk itu suku bunga adalah pertimbangan jangka panjang yang sangat penting. Pada tahun-tahun pertama, mungkin Anda akan merasa diuntungkan oleh suku bunga rendah, namun pada tahun ketiga dan selanjutnya, kenaikan suku bungu bisa memberi pengaruh besar untuk porsi pengeluaran bulanan rumah tangga.

Agar tidak tertipu, Anda bisa mempelajari kondisi ekonomi saat ini dan membandingkan pilihan suku bunga yang pas untuk dimiliki. Jika diprediksi perekonomian akan berjalan mulus kedepan maka tidak ada salahnya mengambil KPR dengan suku bunga floating. Sementara jika sebaliknya, Anda disarankan memilih bank yang menyajikan suku bunga flat.

3. Perhatikan “Property Clock”

Tahukah Anda bahwa properti memiliki siklus berulang dari waktu ke waktu? Dikutip dari tulisan F.Rach Suherman, CPA yang pernah dipublikasikan pada harian Seputar Indonesia, Property clock merupakan sebuah siklus yang terbagi pada empat satuan market sentiment. Pertama adalah buyer’s market yaitu suatu keadaan dimana pembeli memiliki nilai tawar lebih kuat daripada supply. Situasi ini memungkinkan munculnya insentif kepada pembeli yang besar.

Siklus kedua, soft market yang merupakan stabilisasi waktu antara kekuatan demand (pembeli) dan supply (penjual). Keduanya memiliki daya tawar seimbang sehingga gaya tariknya lebih terletak kepada kompetisi diantara supply yang ada di pasar saat itu.

Ketiga, seller’s market yaitu kekuatan yang bertumpu pada nilai tawar tinggi yang dimiliki penjual (developer maupun individu). Kontrol supply menjadi demikian selektif dan tidak seimbang dengan ledakan permintaan. Akibat langsungnya adalah harga akan naik dan insentif untuk konsumen menjadi begitu pelit.

Dan yang terakhir weak market. Siklus ini membuat pasar mengalami perlambatan pemintaan sehingga penjual akan menata struktur equilibrium baru. Sebelum itu tercapai, supply akan menjadi berlebih karena daya serap yang rendah dan harganya mahal. Efeknya adalah over supply dan diskon/insentif menjadi andalan penting. Begitu seterusnya, setelah weak market ini, periode buyer’s market akan dimulai kembali.

Untuk itu sangat penting untuk Anda mengetahui sedang di jam berapakah kondisi properti saat ini.

4. Tunggu Waktu Tepat

Banyak orang yang merasa frustasi karena rumah yang dipasarkan tak kunjung laku. Perlu dipahami bahwa membeli rumah adalah keputusan yang besar, terlebih bagi mereka yang berpenghasilan rendah dan tidak memiliki tabungan untuk membayar uang muka 20 persen.

Pada kondisi properti yang krisis, tidak ada salahnya untuk mengalihkan misi menjual rumah menjadi menyewakan rumah.

Mengontrakkan rumah adalah keputusan yang bijak sembari menunggu waktu yang pas untuk mendapatkan harga jual yang diinginkan. Pada lokasi padat penduduk, rumah kontrak relatif cepat okupansinya sehingga Anda tak perlu khawatir mengalami kerugian.

Sementara itu, pastikan rumah Anda berada pada kondisi terbaik yang siap dijual dan pasarkan harga yang tepat sesuai dengan kondisi dan harga pasaran yang berlaku. Maka, rumah Anda bisa terjual kapan saja dengan cepat.

Isnaini Khoirunisa
Penulis adalah content writer Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke: isnainikhoirunisa@rumah.com atau melalui Twitter: @isnaainaa

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Tahun Ini Adalah Momentum Kebangkitan Properti Tanah Air

RumahCom - Perlambatan ekonomi selama 2014 lalu yang juga dipengaruhi oleh melemahnya sentimen investor selama periode pemilu memberikan dampak yang kurang menguntungkan bagi pasar properti. Seperti y

Lanjutkan membacaFebruari 12, 2015

Properti Cibubur: Momentum Kedua Setelah Dua Dekade

RumahCom – Cibubur pernah menjadi kawasan hunian favorit, lantaran hawanya yang segar dan pemandangannya yang masih alami. Namun, belakangan tak sedikit orang merasa Cibubur sudah tak layak lagi men

Lanjutkan membacaJanuari 5, 2016

Empat Momen Pas Beli Rumah

RumahCom – Banyak yang bilang jika mencari rumah sama sulitnya dengan mencari jodoh. Apalagi saat mencari rumah pertama, biasanya calon pembeli akan banyak melakukan pertimbangan. Seperti misalnya m

Lanjutkan membacaJanuari 12, 2016

Fundamental Kuat, Ini Momentum untuk Membeli Properti

RumahCom – Pelemahan ekonomi nasional yang diikuti melambatnya laju sektor properti terasa sejak 2015 lalu. Sejumlah pengembang bahkan mengerem peluncuran proyek mereka, sementara sebagian lagi “t

Lanjutkan membacaMaret 23, 2016

Masukan