Kelebihan Kekurangan Partisi Rotan dan Kayu

Kantri MaharaniJuni 17, 2016

RumahCom – Rumah minimalis modern memiliki karakter ruang tanpa sekat dan memiliki lebih dari satu fungsi.

Sesuai prinsipnya, misalnya, ruang tamu pada rumah minimalis modern juga berfungsi sebagai ruang keluraga.

Ruang makan, terkadang juga bisa menjadi ruang berkumpul keluarga untuk berbincang-bincang. Biasanya, untuk memisahkan area privasi tersebut, penghuni kerap menggunakan partisi, sketsel, atau penyekat ruangan yang disimpan antara dua ruangan.

(Cari rumah minimalis? Klik di sini)

Memilih material partisi tentu saja tidak sembarang pilih. Layaknya furnitur lain, partisi juga dapat memberikan nuansa yang hendak diinginkan.

Back to nature misalnya. Dimana rumah-rumah modern menginginkan nuansa alam yang mengingatkan penghuni akan kampung halaman.

Tidak heran, sebagian dari mereka menerapkan unsur alam pada furnitur rumahnya. Termasuk memilih material partisi. Saat ini sudah banyak berbagai material partisi, mulai dari kayu, vinyl, kulit, kaca, dan masih banyak lagi.

Jika Anda saat ini sedang bingung memilih partisi mana yang memberikan nuansa alam, coba untuk menerapkan partisi berbahan rotan atau kayu.

Kendati keduanya merupakan hasil hutan, namun jika sudah dibentuk menjadi partisi, tentu saja memiliki penilaian yang berbeda.

Munif, selaku Sales Sketsel Jepara, akan memberikan kelebihan dan kekurangan dari partisi kedua material tersebut:

Kelebihan partisi rotan

Partisi rotan yang dianyam (sumber: sketselrotan.com)

Partisi rotan yang dianyam (sumber: sketselrotan.com)

  • Rotan yang memberikan kesan natural, sehingga cocok untuk Anda yang ingin menerapkan gaya tropis atau bohemian.
  • Jalinan rotan memiliki tekstur yang unik. Rotan biasanya dianyam sedemikian rupa, sehingga memberikan kesan “rumah bilik” di rumah Anda. Sangat natural!
  • Partisi ini dapat dilipat saat tidak digunakan. Selain itu, bobotnya cukup ringan sehingga mudah dipindah-pindah.
  • Karena mudah dipindah dan dilipat, partisi rotan juga bisa diletakkan pada spot sempit. Misalnya di depan jendela atau sudut ruangan.
  • Harga untuk partisi rotan alami 3 pintu berkisar Rp1,5 juta – Rp3 juta.

Kekurangan partisi rotan

  • Jika memesan (indent) waktu yang dibutuhkan tidak bisa cepat. “Karena, pengrajin akan menganyam, dengan perhitungan penjualan dan kesanggupan jadi,” kata Munif.
  • Semakin mudah, semakin murah dan cepat. Sebaliknya semakin sukar, maka harga semakin mahal dan lama.
  • Mudah dimanipulasi. Sudah tersedia rotan sistesis. Mengapa ini menjadi kelemahan, karena daya tahannya kurang bagus. Selain itu, warnanya tidak bisa natural.
    Rotan sintetis memiliki warna yang cerah, sedangkan rotan alami hanya memiliki satu warna khas pilihan. Jadi harus berhati-hati dalam memilih.

Kelebihan partisi kayu

Partisi kayu ukir (sumber: jasaukirkayu.com)

Partisi kayu ukir (sumber: jasaukirkayu.com)

  • Memiliki nuansa alami (natural) yang kuat.
  • Khusus partisi kayu minimalis membutuhkan waktu penyelesaian yang cepat
  • Harga partisi kayu minimalis masih terjangkau berkisar Rp1,5 juta – Rp2 juta.
  • Mudah dirawat, dibersihkan, dan bisa berfungsi sebagai buffet.

Kelemahan partisi kayu

  • Partisi kayu bisa menyebabkan penyusutan dan renggang
  • Bila tidak memahami jenis-jenis material kayu pada partisi bisa menyebabkan kayu cepat keropos, lapuk, dan mudah dimakan rayap.
  • Pembuatan partisi kayu ukiran memakan waktu yang lama.
  • Tidak bisa dilipat atau dipindah-pindah, karena bentuknya yang solid dan berbobot berat.
  • Harga partisi kayu ukiran bisa mencapai Rp5 juta

Dari pemaparan tersebut dapat disimpulkan, setiap material partisi memiliki kelebihan dan kekurangan. Jadi, pilihan terbaik ada di tangan Anda. Selamat bermanfaat!

Feature picture: jasaukirkayu.com

Kantri Maharani
Penulis adalah Content Writer: Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan Penulis, Anda bisa mengirim email ke:kantrimaharani@rumah.com atau twitter @jeungkant

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Ragam Partisi Cantik untuk Rumah Anda

RumahCom – Tren rumah saat ini seringnya menggabungkan ruang keluarga sekaligus ruang tamu dengan ruang makan, tanpa adanya dinding pembatas. Jika Anda menganggap hal ini bukan masalah, tampilan sep

Lanjutkan membacaMaret 18, 2016

Masukan