Memilih Membayar Tunai atau Cicil Rumah?

Kantri MaharaniJuni 27, 2016

RumahCom – Setelah melakukan survei lokasi perumahan serta menimbang untung rugi yang bisa terjadi di masa depan, kemungkinan besar Anda sudah mendapatkan gambaran rumah mana yang sesuai dengan kriteria Anda dan tentu saja budget Anda.

Selanjutnya, Anda tinggal mempertimbangkan membayar secara tunai (cash) dan membayar dengan mencicil. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan, dan tinggal yang menentukan adalah kesiapan finansial Anda.

Apabila hendak membayar dengan mencicil rumah, Anda juga dituntut untuk teliti mempertimbang berbagai kemungkinan yang terjadi.

Berikut ini kelebihan dan kekurangan membayar secara tunai dan mencicil dalam pembelian rumah:

Tunai

Membeli tunai adalah membayar lunas. Memutuskan untuk membayar tunai sebenarnya adalah pilihan yang tepat. Mengapa? Karena Anda dapat terhindar dari beberapa kesulitan yang mungkin muncul di kemudian hari. Beberapa keuntungan membayar secara tunai antara lain:

  • Biaya pembelian akan lebih murah. Sebab, tidak terkena bunga. Bahkan beberapa pengembang kerap memberikan potongan harga bagi konsumen yang bersedia membayar secara tunai. Misalnya, perumahan Trevista Cijantung akan memberikan potongan harga mulai dari Rp50 juta setiap pembelian semua unit secara tunai.
  • Tidak dipusingkan dengan suku bunga yang naik-turun.
  • Tidak perlu ada biaya administrasi. Berbeda dengan mencicil, yang dikenakan biaya administrasi, sebaliknya, pengembang membebaskan biaya administrasi bagi konsumen yang membayar tunai.
  • Proses pembelian lebih cepat karena tidak ada proses perjanjian kredit dan proses-proses lainnya seperti pada KPR.
  • Tidak perlu pusing memikirkan jaminan.
  • Terhindar dari resiko kredit macet.

Kelemahan bila Anda membayar secara tunai antara lain:

  • Butuh waktu lama untuk mengumpulkan uang tunai. Jika terlalu lama, harga rumah akan semakin tinggi, atau bisa juga sudah habis terjual.
  • Harus membayar biaya tambahan untuk asuransi kebakaran. Pada KPR, bank akan mewajibkan debitur untuk mengikuti program asuransi kebakaran dan yang lain sesuai kebutuhan.
  • Jika ternyata kepemilikan rumah tersebut bermasalah, uang Anda bisa ‘menguap’ dalam waktu sekejap, khususnya untuk pembelian rumah sistem inden.

Mencicil KPR

Mencicil rumah dengan produk bank (KPR) adalah fasilitas yang dapat memudahkan konsumen untuk mendapatkan rumah meskipun dana belum tersedia sepenuhnya. Cara ini sangat tepat dilakukan apabila kebutuhan rumah kian mendesak.

Contohnya, bagi pasangan yang baru menikah atau mendapatkan penugasan kerja ke tempat lain. Berikut ini adalah tips membeli rumah dengan KPR:

  • Dapat terhindar dari kenaikan harga rumah yang terus-menerus.
  • Tidak harus menunggu terkumpul uang sejumlah harga rumah yang akan dibeli.
  • Besaran cicilan dapat disesuaikan dengan penghasilan tiap bulan.
  • Pihak banak akan meninjau keaslian izin tanah dan bangunan kepada pengembang sehingga kemungkinan untuk terjadinya resiko hukum sangat kecil.
  • Rumah Anda akan dilindungi oleh asuransi bila terjadi kebakaran dan asuransi jiwa.
  • Surat-surat rumah terjamin keabsahan karena sudah terseleksi oleh bank atau lembaga keuangan.
  • Cicilan yang Anda bayar sudah termasuk biaya asuransi kebakaran dari bank.

Kendati memudahkan, Anda akan tetap berhubungan dengan pihak ketiga, yakni pihak bank yang membutuhkan persyaratan ketat. Berikut kelemahan bila Anda membayar dengan mencicil:

  • Harga rumah lebih tinggi karena ada tambahan bunga dan biaya yang muncul lainnya, termasuk KPR.
  • Prosedurnya cukup lama dibanding Anda membeli secara tunai.
  • Butuh banyak dokumen untuk pengajuan KPR, seperti KTP, Kartu Keluarga, buku nikah, slip gaji, rekening koran dan masih banyak lagi.
  • Beresiko kredit macet saat ada hal-hal di luar perkiraan, misalnya sakit keras dan harus opname, sehingga anggaran cicilan terpakai, atau terkena PHK dan tabungan tidak mencukupi untuk membayar cicilan.

Sumber: Buku Beli Rumah Dengan Gaji di Bawah 5 Juta
Feature picture: pixabay.com

Kantri Maharani
Penulis adalah Content Writer: Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan Penulis, Anda bisa mengirim email ke:kantrimaharani@rumah.com atau twitter @jeungkant

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Punya Banyak Rumah Itu Perlu

RumahCom - Banyak orang beranggapan bahwa waktu yang tepat membeli rumah adalah pada saat sudah menikah dan memiliki anak. Padahal, waktu yang paling ideal justru saat belum berkeluarga. Alasan l

Lanjutkan membacaApril 14, 2016

Jangan Lakukan Cara Ini untuk Membayar DP Rumah!

RumahCom – Uang muka atau down payment (DP) merupakan salah satu syarat utama yang wajib ditunaikan saat Anda membeli hunian, baik itu rumah tapak, apartemen, rumah susun, atau properti lainnya.

Lanjutkan membacaMei 10, 2016

Beli Rumah Pertama? Pastikan Anda Mengecek Hal Ini!

RumahCom – Menemukan rumah pertama untuk ditempati adalah perjalanan yang panjang bagi mereka yang belum berpengalaman. Pertama, Anda harus paham rumah seperti apa yang dibutuhkan, kemudian mulai

Lanjutkan membacaJuni 9, 2016

Bisakah THR untuk Bayar DP Rumah?

RumahCom – Penulis buku Make it Happen, Prita Hapsari Ghozie, menuliskan bahwa salah satu tanda seseorang yang memiliki kesehatan secara finansial ditandai dengan memiliki rumah tinggal. Menurut

Lanjutkan membacaJuni 20, 2016

Masukan