Jangan Anggap Remeh Taman di Rumah

Kantri MaharaniJuni 29, 2016

RumahCom – Taman di rumah ternyata memiliki fungsi lebih dari sekedar pemanis atau relaksasi. Taman sangat bermanfaat bagi keberlangsungan makluk hidup secara biologis dan psikologis.

Pada saat membuat konsep perumahan, seorang arsitek mencoba membuat desain rumah agar dapat memberikan aura positif kepada penghuni. Salah satunya adalah bagaimana tetap tersedia lahan kosong di pekarangan baik depan maupun belakang rumah.

Sekilas memang terlihat seperti lahan sisa. Namun ternyata, taman bukanlah lahan sisa. Jauh dari itu taman adalah bagian dari perencanaan arsitektur bangunan.

Harri Purnama, arsitek sekaligus direktur utama Ciki Mitra Propertindo, menegaskan, pembuatan taman memiliki syarat tertentu. Jika dibandingkan dengan luas total tanah, bangunan rumah dan taman sebisa mungkin berbanding 70:30 atau lebih baik 60:40.

Perumahan Bunga Geulis 2.

Perumahan Bunga Geulis 2 di Depok.Denah Perumahan Bunga Geulis 2Denah Perumahan Bunga Geulis 2 di Depok

“Taman seperti penolong manusia saat musim kemarau. Sebab, dengan adanya taman Anda bisa membuat sumur resapan. Adanya sumur resapan ini bisa menyimpan cadangan air untuk diberikan kepada tanaman yang ditanam dipekarangan rumah,” katanya.

Taman tidak hanya sekedar estetika eksterior rumah. Sebab, jika sudah berbicara estetika eksterior, saat ini sudah banyak cara untuk bisa menyulap atau mempercantik eksterior rumah.

Maka, Harri juga merasa sangat perlu untuk tetap mengalokasikan lahan perumahan untuk tetap terbuka (dibuat taman).

“Jadi, taman adalah teman hidup untuk penghuni. Dengan adanya taman, penghuni akan senantiasa menanam tanaman hijau yang bisa menyuplai oksigen. Terutama bagi Anda yang tinggal di perkotaan,” ujar pembuat model untuk Perumahan Bunga Geulis 2 Depok.

Taman belakang yang ada di Perumahan Bunga Geulis 2.

Taman belakang yang ada di Perumahan Bunga Geulis 2.

Kegiatan menanam di rumah ini jugalah yang akhirnya menjadi isu menarik bagi masyarakat perkotaan yang merindukan kehidupan yang seimbang terhadap alam.

Harri juga sangat menyayangkan apabila penghuni merubah konsep arsitektur dengan menutup fungsi taman hanya untuk memperluas bangunan mereka.

Menurutnya, keterbatasan lahan bukan alasan untuk tidak memiliki taman. Terlebih, saat ini model rumah sudah kian variatif untuk menyiasati lahan yang terbatas.

Denah Perumahan Kadhaton Residence yang memiliki keterbatasan lahan.

Denah Perumahan Kadhaton Residence di Jagakarsa yang memiliki keterbatasan lahan, namun tetap memilih are hijau.

“Percayalah! Arsitek tentu sudah mempertimbangkan dan mengukur secara detail bagaimana lingkungan bisa memberikan kenyamanan untuk tinggal,” ungkap Harri.

Ia juga menjelaskan perbandingan yang terlihat cukup kontras pada rumah yang memiliki dan tidak memiliki area hijau di pekarangan rumah.

Rumah yang seluruhnya ditutup oleh bangunan akan terasa sesak, dan sirkulasi udara tidak terjadi leluasa. Meskipun, rumah itu sudah memiliki jendela dan ventilasi.

“Ada kesan gersang bila Anda berada di dalamnya. Tetapi, rumah memiliki area hijau (taman) akan lebih terasa sejuk, dingin, dan teduh. Tidak hanya berpengaruh terhadap kesehatan Anda, tetapi juga baik untuk psikologi seseorang,”tuturnya.

Taman akan membantu menetralisir kondisi iklim. Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki iklim yang fluktuatif. Taman akan membuat penghuni rumah menjadi lebih mudah beradaptasi.

Taman juga berfungsi untuk memperbaiki sirkulasi udara dan mengatur intensitas pencahaan alami dari matahari di dalam rumah.

“Faktor udara dipengaruhi oleh bangunan dan eksterior rumah, sedangkan pencahayaan dipengerahui oleh desain rumah. Untuk eksterior, yang berperan adalah taman, sedangkan untuk interior bisa melalui penerapan plafon yang tinggi,” jelasnya.

Harri juga berpesan, sebaiknya pada saat memilih rumah, perhatikan juga kebutuhan penghuni. Rumah ideal tidak ditentukan oleh ukuran, tetapi bagaimana setiap elemen rumah memberikan fungsi yang bermanfaat, salah satunya tidak mengenyampingkan keberadaan taman.

Feature picture: pixabay.com

Kantri Maharani
Penulis adalah Content Writer: Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan Penulis, Anda bisa mengirim email ke:kantrimaharani@rumah.com atau twitter @jeungkant

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Inspirasi Bikin Taman Dalam Ruangan

RumahCom - Banyak cara kreatif untuk membuat hunian Anda menjadi lebih hijau dan asri. Sebagian orang masih berpikir untuk mencari ruang sisa di luar rumah untuk dirancang sebagai taman mini. Padahal

Lanjutkan membacaMei 20, 2016

Trik Membuat Taman di Dalam Rumah

RumahCom - Akibat keterbatasan lahan, Anda merasa mungkin jika pekarangan depan digunakan sebagai taman. Anda pun lebih memilih menggunakannya sebagai garasi atau memperluas teras. Tapi, menciptaka

Lanjutkan membacaMei 25, 2016

4 Inspirasi Taman Tropis Minimalis di Rumah

RumahCom – Berbicara tentang konsep taman tropis memang tidak ada habisnya. Di antara banyak konsep taman, taman tropis lebih sesuai dengan dengan karakteristik rumah Indonesia. Pada dasarnya, ta

Lanjutkan membacaJuni 27, 2016

Masukan