Usulan DP KPR 0% Direspon Pebisnis Properti

Fathia AzkiaJuli 19, 2016

RumahCom – Uang muka atau down payment (DP) Kredit Pemilikan Rumah (KPR) merupakan salah satu aspek utama yang wajib ditunaikan saat Anda membeli hunian, baik itu rumah tapak, apartemen, rumah susun, atau properti lainnya.

Pemerintah terus menyesuaikan besaran DP minimal untuk mendorong gairah di sektor properti. Setelah menurunkan DP KPR konvensional menjadi 20% dan DP KPR syariah 15% Juni lalu, Pemerintah melalui Bank Indonesia berencana menurunkan kembali menjadi 15% untuk KPR Konvensional.

Bagi pembelian rumah tapak pertama dengan luas lebih dari 70 meter persegi, masyarakat diwajibkan membayar DP sebesar 15%. Sementara besaran DP 20% berlaku untuk rumah kedua, dan 25% untuk rumah ketiga.

Sedangkan pada rumah tapak dengan luas bangunan 22-70 meter persegi, perubahan LTV ini mengharuskan konsumen melunasi DP hanya 15% untuk rumah kedua dan 20% bagi rumah ketiga.

Relaksasi Loan to Value (LTV) ini diarahkan untuk membantu masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah, dalam memenuhi kebutuhan riil untuk tempat tinggal di tengah eko‎nomi yang melambat.

Meski begitu, rupanya kebijakan lama ini tidak cukup berpengaruh dalam memudahkan masyarakat untuk memiliki rumah tinggal.

Baca juga: Perumahan DP 20 Juta

DP 0% Bagi Rumah di Bawah Rp500 Juta

Menanggapi wacana penurunan uang muka KPR, Ketua Umum Asosiasi Pengembang perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), Eddy Ganefo, mengusulkan sebaiknya uang muka rumah ditiadakan saja.

Menurutnya, menghapus DP dinilai sebagai kebijakan yang lebih tepat dan efektif guna membantu calon pembeli rumah pertama, sekaligus menggairahkan kembali bisnis dan industri properti Tanah Air.

Ia mengonfirmasi bahwa selama ini ketentuan DP pada awal transaksi rumah sangat menyulitkan konsumen. Terlebih dalam kondisi ekonomi melambat dan daya beli yang turun saat ini.

Sependapat dengan usulan Eddy, Co-Founder Margonda Realty sekaligus Praktisi Properti, Rachmad Udaya, mengutarakan peniadaan uang muka layak diterapkan asal menyasar target konsumen yang dituju.

“Selaku pemain di bidang properti, Saya cukup setuju dengan usulan Ketum Apersi. Agar tepat sasaran, DP 0% ini hanya diperbolehkan bagi konsumen pembeli rumah pertama kali dengan harga jual rumah di bawah Rp500 Juta,” paparnya.

Menurut Rachmad, penghapusan DP dirasa mampu memberi stimulus dalam meningkatkan daya beli masyarakat yang saat ini tengah slow down.

Foto: Samasta Citayam

Fathia Azkia
Penulis adalah content writer di Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke:Fathiaazkia@rumah.com atau melalui Twitter: @fathianyaaa

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Simulasi Perhitungan DP Rumah dengan Reksa Dana

RumahCom - Mungkin Anda saat ini masih bingung bagaimana mengelola pendapatan perbulan Anda untuk mempersiapkan uang muka beli rumah. Ya, Kendala terbesar dalam menabung untuk uang muka (DP) beli r

Lanjutkan membacaJuli 15, 2016

Suku Bunga dan DP KPR Turun, Saatnya Beli Rumah!

RumahCom – Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 15-16 Juni 2016 lalu memutuskan untuk menurunkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 6,50%. Sementara suku bunga Deposit Facility turun sebesa

Lanjutkan membacaJuli 14, 2016

Tax Amnesty Disahkan, Bagaimana Kata Para Pelaku Properti?

RumahCom – Undang-undang mengenai pengampunan pajak (tax amnesty) oleh DPR akhir Juni 2016 lalu ternyata masih menjadi perbincangan hangat di kalangan agen properti. Pengampunan pajak diyakini bi

Lanjutkan membacaJuli 15, 2016

Jangan Tunda Lagi Mimpi Punya Rumah Sendiri!

RumahCom – Di pertengahan tahun 2016, beberapa kebijakan yang bakal diterapkan Bank Indonesia (BI) seolah menjadi angin segar bagi masyarakat yang tengah berencana membeli rumah secara Kredit Pemili

Lanjutkan membacaJuli 15, 2016

Praktisi Properti: DP Rumah 10% Paling Pas untuk Konsumen

RumahCom – Mulai Agustus mendatang, Bank Indonesia (BI) segera menerbitkan aturan Loan To Value alias batas maksimum pinjaman yang dapat dikucurkan oleh perbankan terkait Kredit Pemilikan Rumah (KPR

Lanjutkan membacaJuli 18, 2016

Masukan