Bagaimana Nasib Pasokan Rumah MBR Tahun Ini?

Fathia AzkiaAgustus 15, 2016

RumahCom – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, optimistis suplai perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) tahun 2016 dapat melangkahi jumlah tahun lalu.

Pada Indonesia Properti Expo di Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu (13/8), Basuki mengatakan bahwa pasokan rumah bagi MBR tahun 2015 kemarin tercatat hanya mencapai 690.000 unit.

Sementara data per Agustus tahun ini menunjukkan angka 400 ribu unit rumah yang telah terbangun. (Sumber: pu.go.id)

“Dalam rangka penyediaan bagi MBR pada 2015, paling sedikit disediakan 690.000 unit rumah, ini semua karena REI, BTN dan semua pihak yang terlibat bukan hanya karena Kementerian PUPR,” Basuki mengakui.

Basuki perpendapat, jika pada Agustus saja sudah bisa menyediakan 400.000 unit rumah, maka pada akhir 2016 pencapaiannya bisa melebihi tahun lalu.

Sejatinya, bagi Basuki, pencapaian penyediaan perumahan bukan sekedar mengejar target namun karena memang rumah dibutuhkan oleh MBR.

Sementara menyoal dana repatriasi tax amnesty yang tengah ramai diperbincangkan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan siap untuk mengelola sejumlah dana WNI di luar negeri yang kembali ke Indonesia (repatriasi).

Dana repatriasi merupakan hasil dari program pengampunan pajak (tax amnesty) yang diusung Kementerian Keuangan.

Di kesempatan yang sama, Basuki mengungkapkan jika ada dana repatriasi yang masuk, maka Kementerian PUPR akan mengoptimalkan dana tersebut untuk pembangunan infastruktur baru yang belum masuk di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Investasi dana tax amnesty di bidang infrastruktur yang paling potensial itu untuk jalan tol, air minum dan perumahan,” ujar Basuki.

Ia menambahkan, dana repatriasi tersebut merupakan salah satu dana yang didapatkan pemerintah, seperti halnya pajak dan dapat digunakan untuk membiayai pembangunan.

Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 122 tentang investasi tax amnesty ke sektor non-keuangan. Dengan demikian, peserta tax amnesty bisa melakukan investasi ke properti, infrastruktur dan sektor riil lainnya.

Dana repatriasi dari kebijakan tax amnesty akan didorong masuk ke sektor riil, salah satunya proyek infrastruktur baik pemerintah atau swasta. Jika masuk proyek infrastruktur, dana repatriasi diharapkan bisa lebih lama tinggal di dalam negeri.

Fathia Azkia
Penulis adalah content writer di Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke: Fathiaazkia@rumah.com atau melalui Twitter: @fathianyaaa

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

2016, Pemerintah Targetkan Bangun 700 Ribu Unit Rumah MBR

RumahCom – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bertekad melanjutkan pelaksanaaan Program Sejuta Rumah pada 2016 mendatang. Selain untuk mengurangi kekurangan ke

Lanjutkan membacaDesember 8, 2015

Pemda Diimbau Bebaskan IMB Untuk Rumah MBR

RumahCom – Perizinan merupakan salah satu kendala dalam menyukseskan Program Sejuta Rumah. Kendala ini ditengarai banyak terjadi di daerah-daerah. Melihat kondisi tersebut, Direktorat Jenderal Pe

Lanjutkan membacaJanuari 19, 2016

Rumah MBR Dapat Bantuan Rp6,2 Juta dari Pemerintah

RumahCom – Pemerintah, melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membantu prasarana, sarana dan utilitas (PSU) untuk 42.700 unit ru

Lanjutkan membacaJanuari 22, 2016

APERSI Banten: Pengembang MBR Butuh Bantuan Pemerintah

Anggota APERSI Banten saat menerima penghargaan dari BTN Tangerang. RumahCom - Pemerintah masih perlu menyempurnakan sejumlah kebijakannya agar Program Sejuta Rumah yang saat ini sedang berjalan bi

Lanjutkan membacaJuni 3, 2016

Ketua REI Jateng: SSB Diharap Sukseskan Sejuta Rumah

RumahCom – Juni lalu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) melakukan Sosialisasi Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor: 21/PRT/M/2016 tentang Kemudahan d

Lanjutkan membacaJuli 29, 2016

Masukan