Strategi Belanja Furnitur Bekas

Wahyu ArdiyantoSeptember 9, 2016

Perabotan bekas

RumahCom – Salah satu opsi untuk menghemat bujet belanja perabotan rumah tangga adalah dengan membeli furnitur bekas. Pasalnya selain harganya cenderung di bawah harga pasar (bahkan bisa jadi terpaut jauh), kondisinya juga tentu masih sangat layak pakai.

Tapi yang namanya memilih furnitur bekas tentu saja tidak bisa asal-asalan. Anda pastinya tak ingin, dong, membeli barang yang tak lama kemudian rusak dan tak bisa digunakan lagi.

Dan agar hal itu tak terjadi pada Anda, ini triknya.

Perhatikan penggunaannya

Tentukan furnitur yang ingin Anda beli secara second. Sebaiknya sih, Anda hanya membeli furnitur second yang sifatnya keras dan berat seperti lemari, meja, rak buku panjang, atau kursi teras. Alasannya, benda-benda tersebut terbuat dari kayu sehingga akan lebih tahan lama.

Tapi jangan membeli barang bekas yang akan Anda gunakan sehari-hari—seperti ranjang atau sofa– karena barang-barang ini biasanya juga digunakan pemilik semula setiap harinya sehingga kondisinya mungkin tidak lagi prima.

Cek bahannya

Perhatikan bahan pembuat furniturnya. Akan lebih baik jika Anda memilih furnitur yang terbuat dari kayu jati. Furnitur ini sangat tahan lama—meskipun bebannya berat—dan tak mudah rusak.

Sebaiknya jangan membeli barang second untuk lemari yang terbuat dari plastik dan kayu tipis. Perhatikan pula permukaan barang yang akan Anda beli, usap permukaannya dan cek apakah permukannya halus atau tidak.

Bila permukaannya terlalu licin, kemungkinan penjual mengecatnya kembali karena catnya yang mengelupas atau kondisinya yang sudah mulai rusak.

Usia barang

Jangan ragu menanyakan usia barang, lalu lakukan survei sendiri untuk mengetahui harganya yang baru serta kapan barang tersebut pertama kali muncul.

Bila barang yang terbuat dari kayu jati dan berusia tua tentunya wajar, tapi jika Anda akan membeli rugs yang usianya sudah tua sebaiknya pikirkan kembali. Beberapa barang yang menggunakan kain sebagai bahan utamanya cenderung lapuk jika berusia tua.

Pertimbangkan pemiliknya

Anda boleh mempertimbangkan untuk membeli furnitur bekas jika alasan penjual adalah dia akan pindah ke luar kota atau luar negeri, sehingga terpaksa menjual isi rumahnya.

Biasanya kondisi barang yang pemiliknya akan pindah cenderung lebih baik dibandingkan kondisi barang yang dijual karena pemiliknya sudah bosan. Pasalnya, ada kemungkinan mereka terpaksa harus menjualnya meskipun masih menyukainya.

Untuk itu ada beberapa website yang menyediakan barang yang dijual oleh ekspatriat yang akan kembali ke negaranya. Keuntungannya lagi, karena biasanya mereka berharap cepat terjual, mereka akan memberikan harga diskon.

Beli secara borongan

Maksudnya jika Anda melihat kondisi barangnya bagus, beli beberapa barang secara bersamaan dan mintalah diskon.

Misalnya jika Anda membeli meja kopi, rak buku, dan meja kecil untuk teras maka mintalah potongan harga karena Anda sudah membeli banyak. Penjual pasti akan memikirkan ulang permintaan Anda.

Foto: Stocksnap.io

Rina Susanto

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Cerdas Merawat Keindahan Furnitur Kayu di Rumah

RumahCom – Memiliki rumah yang dihiasi banyak furnitur kayu sebenarnya menuntut Anda untuk telaten merawat dengan benar. Karena pada dasarnya, furnitur kayu memiliki karakteristik yang berbeda denga

Lanjutkan membacaJuli 1, 2016

Tips Memilih Furnitur Ramah Lingkungan

RumahCom - Saat ini, hunian dengan konsep ramah lingkungan sudah menjadi tren dalam perkembangan properti. Tidak hanya dapat memberikan kenyamanan, tetapi juga dapat menjaga kelestarian lingkungan.

Lanjutkan membacaJuli 20, 2016

Atur Furnitur Berdasarkan Feng Shui

RumahCom – Feng shui dipercaya bisa membawa kebaikan dan keberkahan bagi penghuni. Tidak hanya dari sisi spiritual, fengshui juga cukup logis saat ditilik dari sisi ilmiah. Feng shui merupakan to

Lanjutkan membacaAgustus 5, 2016

Trik Menjual Furnitur Bekas

  RumahCom - Seiring bertambahnya waktu, furnitur di dalam rumah pun ikut berubah. Bukan berarti Anda bosan dengan furnitur itu lalu ingin membuangnya, melainkan karena fungsinya yang tak lagi

Lanjutkan membacaAgustus 28, 2016

Masukan