Desain Rumah 2 Lantai di Lahan Trapesium

Fathia AzkiaSeptember 26, 2016

RumahCom – Membangun rumah di lahan berbentuk kotak maupun persegi panjang merupakan pekerjaan yang relatif mudah. Berbeda cerita jika lahan yang dimiliki punya bentuk tak biasa seperti trapesium.

Ini bisa dikatakan sebuah tantangan berat, terlebih bila ukuran tanah tidak cukup luas. Namun dengan sedikit keahlian dan kreativitas masalah tersebut tentu bisa diatasi.

Bagi Anda yang mengalami hal demikian, Rumah.com menukil dari buku 21 Desain Rumah Tropis Modern contoh sketsa rumah di lahan trapesium seluas 72m2.

contoh sketsa rumah LT 72

Rumah dua lantai di lahan trapesium terdiri atas 4 kamar tidur, 3 kamar mandi, serta carport yang mampu menampung dua mobil berbaris.

Letak rumah diasumsikan berada di posisi hook, sehingga membuat pemilik rumah akan lebih leluasa memandang ke segala arah.

Oleh karena itu, bagian sisi rumah dimanfaatkan sebagai teras. Rumah didesain memiliki tiga buah teras; dua di depan dan satu teras di belakang.

Teras depan di lantai satu dan lantai dua dirancang untuk memberi kesan terbuka. Sementara teras di bagian belakang diletakkan di samping taman.

Teras di belakang berfungsi sebagai area peralihan dari taman ke ruang dalam sekaligus ruang jemur pakaian.

Penempatan teras di sisi luar dan dalam bangunan mampu membuat ruang lain di sekelilingnya mendapatkan udara segar.

contoh sketsa rumah LT 72-fasad

Penempatan ruang tamu dan ruang keluarga dibuat menyatu tanpa sekat layaknya rumah masa kini. Sebagai pembeda, interior kedua ruang tersebut ditata dengan konsep berbeda.

Ukuran ruang tamu sengaja dirancang mungil, dengan pertimbangan pemilik rumah jarang menerima tamu. Tepat di atas ruang tamu terdapat void sehingga membuat ruang terkesan lapang.

Berbeda dengan ruang tamu, ruang keluarga dibuat lebih lega pasalnya area ini selalu dimanfaatkan anggota keluarga untuk berkumpul dan menghabiskan waktu bersama.

Ruang makan dan dapur pun didesain seumpama ruang keluarga dan ruang tamu. Melebur tanpa pembatas guna memaksimalkan lahan yang ada.

Dapur memang dirancang dengan luas yang optimal, agar memudahkan aktivitas dan gerak penghuni saat memasak di sana.

Sementara ruang makan berada di samping taman, memberi kesan natural dan santai sekaligus mendapatkan udara segar.

Foto utama: Rumah.com

Fathia Azkia
Penulis adalah content writer di Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke: Fathiaazkia@rumah.com atau melalui Twitter: @fathianyaaa

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Pilih Arsitektur Modern atau Tradisional untuk Rumah Idaman?

RumahCom – Selain lokasi, mempertimbangkan gaya atau model desain rumah ternyata menjadi hal penting pada saat Anda memilih rumah untuk dibeli. Desain model rumah ternyata tidak hanya menjadi daya t

Lanjutkan membacaMaret 8, 2016

Mendesain Hunian Modern Bergaya Bali

RumahCom – Rumah tradisional etnis Bali mempunyai ragam keistimewaan dari sisi pembangunannya. Bila orang Tionghoa dalam membangun rumah harus memperhatikan aspek Ying dan Yang, berbeda dengan buday

Lanjutkan membacaMaret 10, 2016

Mengenal Karateristik Desain Postmodern

RumahCom – Selama ini mungkin masyarakat Indonesia hanya mengenal desain arsitektur rumah sebatas minimalis, modern, kontemporer, split level, tradisional, atau gaya eropa. Nama desain “postmodern

Lanjutkan membacaMaret 18, 2016

Trik Mengubah Rumah Tua Menjadi Modern

RumahCom - Siapa sih yang tak ingin punya rumah sendiri? Namun, sebagai pasangan muda, Anda tidak selalu mendapatkan rumah dengan membelinya. Ada kalanya Anda mendapatkan warisan rumah tua yang say

Lanjutkan membacaApril 9, 2016

Pedoman Merancang Rumah Modern Tropis

RumahCom – Dahulu, nenek moyang membangun rumah dengan memperhatikan kondisi iklim di sekitarnya. Hal tersebut dapat dilihat dari kekayaan rumah tradisional di Taman Mini Indonesia Indah. Atap ba

Lanjutkan membacaSeptember 9, 2016

Masukan