Harga Properti di Q3 2017 Diprediksi Tumbuh 1,15%

Fathia AzkiaAgustus 25, 2017

RumahCom – Berdasarkan survei triwulanan yang dirilis Bank Indonesia, responden memperkirakan indeks harga properti residensial pada kuartal ketiga (Q3) 2017 masih tumbuh sebanyak 1,15% (q-o-q) meskipun melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yakni 1,18% (q-o-q).

Kenaikan harga rumah terendah diperkirakan akan terjadi pada semua tipe rumah terutama rumah tipe kecil (2,57%, q-o-q). Sementara berdasarkan wilayah, harga rumah tertinggi diperkirakan terjadi di Bandar Lampung (4,58%, q-o-q).

Secara tahunan, harga properti residensial diperkirakan mengalami kenaikan lebih tinggi. Pada Q3 2017, harga properti residensial diprediski tumbuh 3,99% (yoy), lebih tinggi dibandingkan 3,17% (yoy) selama triwulan II-2017.

Jika diklasifikasikan berdasarkan tipe bangunan, kenaikan harga rumah tertinggi diprediksi terjadi pada rumah tipe kecil (7,79%, y-o-y). Sementara itu menurut wilayah, harga rumah di Surabaya diperkirakan mengalami pertumbuhan tertinggi (6,33%, yoy).

Sementara itu sebagian besar responden berpendapat bahwa faktor utama yang dapat menghambat pertumbuhan bisnis properti adalah tingginya suku bunga KPR (16,58%), lamanya perizinan (16,25%), pajak (15,40%), tingginya uang muka rumah (14,28%), serta kenaikan harga bahan bangunan (13,12%).

Survei BI: Harga Rumah di Q2 2017 Tumbuh Melambat

Hal ini nyaris senada dengan hasil survei yang dirilis Rumah.com Property Affordability Sentiment Index 2017, di mana sebanyak 86% konsumen properti menyatakan bahwa biaya dan proses Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang ada di Indonesia terbilang cukup berbelit.

Hasil survei juga menunjukkan 51% masyarakat Indonesia beranggapan bahwa nominal uang muka pembelian rumah atau apartemen yang dinilai terlalu tinggi, menjadi penyebab mereka belum mengambil fasilitas kredit properti dari bank hingga saat ini.

Menurut survei BI, berdasarkan lokasi proyek, suku bunga KPR tertinggi terjadi di Jambi (15,18%), sedangkan suku bunga KPR terendah berada di Sulawesi Barat (7,99%).

KPR Tetap Jadi Andalan

Dari sisi pembiayaan, sebagian besar pengembang (55,30%) menyatakan bahwa dana internal perusahaan masih menjadi sumber utama pembiayaan pembangunan properti.

Berdasarkan komposisi dana internal, sumber pembiayaan pembangunan sebagian besar berasal dari modal disetor (25,28%), laba ditahan (25,76%), lainnya (3,37%), dan joint venture (0,89%).

Sedangkan dari sisi konsumen, fasilitas KPR tetap menjadi pilihan utama dalam melakukan transaksi pembelian properti.

Simak juga: Gaji Rp8 Juta, Bisa Cicil Rumah di Bekasi

Hasil survei mengindikasikan bahwa sebagian besar konsumen (75,54%) masih memilih Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebagai fasilitas utama dalam melakukan transaksi pembelian properti residensial, meningkat dibandingkan triwulan lalu (74,31%).

Sedangkan proporsi konsumen yang memilih skema pembayaran tunai bertahap sebesar 17,07%, naik dibandingkan triwulan sebelumnya (16,74%). Sebagai informasi, tingkat bunga KPR yang diberikan oleh perbankan berkisar antara 9,76% – 13,29%.

Ingin membeli rumah dengan cara KPR? Cari dulu ragam perumahan barunya mulai harga Rp400 Juta hanya di sini!

Metland Tambun Bekasi, tawarkan rumah dua lantai dengan harga mulai Rp750 jutaan.

Metland Tambun Bekasi, tawarkan rumah dua lantai dengan harga mulai Rp750 jutaan yang bisa dicicil dengan KPR.

Fathia Azkia
Penulis adalah content writer di Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke: Fathiaazkia@rumah.com atau melalui Twitter: @fathianyaaa

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Q1 2017: Depok Konsisten Jaga Kestabilan Harga Rumah Tapak

RumahCom – Sebagai wilayah penyangga Ibukota, Depok, yang letaknya menjadi jembatan antara selatan Jakarta dengan kota hujan Bogor semakin diramaikan oleh sektor residensial. Jika pengembangan hunia

Lanjutkan membacaMei 5, 2017

Konsumen Makin Suka Bayar Rumah Tunai

RumahCom – Dari hasil survei harga properti primer yang dikeluarkan Bank Indonesia untuk triwulan I-2017, fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tetap menjadi pilihan utama konsumen dalam melakukan

Lanjutkan membacaMei 24, 2017

Survei BI: Suplai Apartemen Tertinggi di Makassar

RumahCom – Menurut hasil survei resmi dari Bank Indonesia, indeks harga properti komersial pada triwulan I-2017 baik secara triwulanan maupun tahunan tumbuh masing-masing sebesar 3,04% (qtq) dan 2,7

Lanjutkan membacaMei 26, 2017

Suku Bunga KPA Turun di Q1 2017

RumahCom – Pertumbuhan permintaan terhadap properti komersial terindikasi dari meningkatnya penyaluran kredit konsumsi sebesar 9,28% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya

Lanjutkan membacaJuni 5, 2017

Survei BI: Harga Rumah di Q2 2017 Tumbuh Melambat

RumahCom – Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada kuartal kedua (Q2) 2017 berada pada level 199,26 atau tumbuh sebesar 1,18% (q-o-q), melambat dibandingkan 1,23% (q-o-q) pada triwulan sebelum

Lanjutkan membacaAgustus 23, 2017

Masukan