TOD Bisa Sukses di Indonesia, Asal…

Fathia AzkiaOktober 5, 2017

RumahCom – Konsep Transit Oriented Development (TOD) mungkin masih ‘barang baru’ di Indonesia khususnya Jabodetabek. Meski sebenarnya negara tetangga seperti Singapura sudah lebih dulu menerapkan konsep tersebut sejak puluhan tahun silam.

Berkaca pada kesuksesan yang terjadi di Negeri Singa, Pemerintah Indonesia pun gencar mengembangkan konsep baru ini dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mendukung percepatan pergerakan kaum komuter, termasuk mengurai angka kemacetan.

Menurut Direktur Utama PT Duta Paramindo Sejahtera, Rudy Herjanto Saputra, konsep TOD yang tengah dikembangkan oleh Kementerian Perhubungan khususnya di lokasi angkutan massal, sejatinya harus didukung mixed-use development atau sistem pengembangan berbasis penyampuran fungsi.

Baca juga: 5 Keuntungan Tinggal pada Kawasan Hunian Berkonsep TOD

“Misalnya perkantoran, hotel, tempat tinggal, dan ruang komersial yang dikembangkan menjadi satu kesatuan, atau minimal dua produk properti yang dibangun dalam satu kesatuan,” ujarnya.

Hal tersebut penting, mengingat indikator keberhasilan sistem TOD di suatu wilayah adalah lebih banyak orang dapat tinggal dan bekerja, pergi bersekolah, berbelanja, dan kegiatan lain dengan berjalan kaki dari dan ke transportasi publik. Dengan kata lain, orang-orang dapat melakukan aktivitas lokal lebih efektif dan efisien.

Rudy menambahkan, “Penyediaan jejaring angkutan massal oleh pengembang properti hunian vertikal akan semakin penting, menjelang pelaksanaan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 25 Tahun 2017 tentang pengendalian lalu lintas melalui kebijakan electronic road pricing (ERP).”

Pergub itu menyebutkan ada sembilan ruas jalan yang akan diberlakukan sistem berbayar yaitu Jalan Sisingamangaraja, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH Thamrin, Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan Majapahit, Jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Jenderal Gatot Subroto, dan Jalan HR Rasuna Said, sekaligus melarang kendaraan bermotor melintas di sembilan ruas jalan tersebut.

“Kebijakan tersebut sudah pasti menimbulkan pergerakan masyarakat di mana akan semakin tergantung pada moda transportasi massal,” tukasnya.

Kurangi Angka Kemacetan

Sementara itu Mina Ondang, Senior Member of Investment Team dari Cushman & Wakefield meyakini, konsep TOD di kemudian hari bakal semakin masif.

“Proyek mixed use development menjadi masif dan di kemudian hari menjadi proyek favorit karena masyarakat tidak lagi bermacet-macetan. Bahkan jarak antara Tangerang dan Jakarta bisa ditempuh kurang dari satu jam,” paparnya.

Sebagai kota yang sibuk dengan kegiatan bisnis dan gaya hidup yang cepat, kemacetan menjadi salah satu masalah yang hingga kini belum terpecahkan di Jakarta dan wilayah penyangganya. Rata-rata masyarakat Jakarta menghabiskan waktu sekitar lima jam di jalan raya setiap harinya.

Menurut BPTJ tahun 2016, jumlah kendaraan dari Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi ke DKI Jakarta mencapai 1,4 juta/hari. 423.000 (31%) unit dari Tangerang, 426.000 (32%) unit dari Bogor dan 571.000 unit (38%) dari Bekasi.

Saat ini kawasan hunian berkonsep TOD istilahnya memang tengah menunggu rampungnya proyek MRT dan LRT yang masih dalam tahap pembangunan. 

Jika Anda tak sabar menunggu, opsi lainnya Anda bisa pilih kawasan residensial dengan fasilitas lengkap dengan harga Rp200 – Rp300 juta, ini beberapa pilihan huniannya!

Fathia Azkia
Penulis adalah content writer di Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke:Fathiaazkia@rumah.com atau melalui Twitter: @fathianyaaa

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Tren Kaum Urban Dorong Perumnas Bangun Hunian Dekat Stasiun

RumahCom – Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi atau disingkat Jabodetabek, tercatat memiliki 80 stasiun Kereta Api Listrik (KRL) dengan jumlah pengguna mencapai 914.840 penumpang per hari.

Lanjutkan membacaDesember 21, 2016

Geliat Hunian Berbasis TOD di Jakarta Barat

RumahCom – Pengembangan residensial berbasis Transit Oriented Development (TOD) semakin banyak digencarkan para pengembang real estat. Tujuannya tak lain adalah untuk menawarkan daya pikat dengan ke

Lanjutkan membacaJuni 2, 2017

Apartemen TOD Laris Diburu Investor

RumahCom - Penyerapan pangsa end user di apartemen berbasis Transit Oriented Development (TOD) hingga kini masih relatif minim. Menurut Djoko Santoso selaku Kepala Divisi Transit Oriented Developmen

Lanjutkan membacaJuni 21, 2017

Kaum Urban Butuh Peradaban Baru

RumahCom – Berbicara tentang problem terbesar masyarakat Jakarta saat ini, semua akan sepakat bahwa kemacetan menjadi masalah serius dan terus menumpuk yang sulit teruraikan.Secara ekonomi, kerug

Lanjutkan membacaJuli 31, 2017

DP Rusunami TOD Perumnas Cuma Rp2,2 Juta

RumahCom – Setelah beberapa waktu lalu meluncurkan proyek rumah susun berkonsep Transit Oriented Development (TOD) di Stasiun Tanjung Barat, Perum Perumnas bersama PT KAI kembali meresmikan pembangu

Lanjutkan membacaOktober 2, 2017

Masukan