Ini Sebabnya Pasar Apartemen Nasional Masih Lesu

Boy LeonardOktober 7, 2017

RumahCom – Pasar apartemen nasional masih belum bersemangat. Suplai yang tumbuh terlalu pesat ditengarai menjadi penyebabnya.

Pertumbuhan Properti Indonesia secara kesuluruhan masih belum bisa bangkit meskipun telah mendapatkan Investment Grade. Hal ini berdampak kepada penjualan apartemen di Kota Jakarta.

Hingga kuartal III-2017, penjualan apartemen di Jakarta tergolong lesu. Padahal suplai apartemen setiap harinya meningkat.

Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengatakan lesunya penjualan apartemen dikarenakan pasokannya yang terlalu banyak dengan jarak waktu yang sangat berdekatan. Sehingga konsentrasi untuk masyarakat membeli terpecah.

“Di satu sisi karena banyaknya pack line saling bergantian jadi pada saat baru mau konsentrasi di sini sehingga memecah fokus pembeli karena banyaknya pilihan,” ujarnya saat ditemui di World Trade Center, Jakarta, Selasa (3/10/2017).

Selain itu, yang menjadi kendala belum bisa bangkitnya sektor apartemen karena lesunya rental marketnya. Bahkan jumlah rental market pada saat ini sangat jauh dibawah dari tahun-tahun sebelumnya.

“Yang jadi kendala di apartemen itu adalah rental marketnya yang sedang lesu. Tidak seperti dulu lagi. Jumlahnya itu di bawah sebelumnya sehingga ekspektasi return yang lebih rendah dari sebelumnya. Kalau ini belum berkembang buat apa mereka beli lagi,” jelas Ferry.

(Simak juga: Tips Agar Apartemen Laku Disewa)

“Dalam apartemen ada dua market karakternya berbeda. Kalau menengah bawah konsen utamanya kemampuan mereka untuk membeli baik menyediakan down payment (DP) dan cicilannya. Jadi faktor LTV atau bunga bank yang rendah sangat terpengaruh,” ujarnya saat ditemui di World Trade Center, Jakarta, Selasa (3/10/2017).

Selain itu lanjut Ferry, pemerintah juga perlu memperbaiki situasi politik dan kondisi ekonomi dalam negeri agar bisa stabil. Pasalnya, bagi sebagai pembeli khususnya menengah ke atas, tujuan mereka membeli apartemen adalah untuk berinvestasi.

Mereka akan sangat memperhitungkan return yang didapat dari hasil pembelian tersebut. Sedangkan kondisi politik dan ekonomi makro menjadi faktor penting agar nilai ritern apartemen bisa tinggi.

“Kalau menengah ke atas beda lagi konsennya. Kebanyakan golongan ini adalah dengan motif investasi. Karena motifnya investasi mereka melihat makro ekonomi dan situasi politik yang terjadi. Karena ekspektasi mereka bagaimana barang atau project yang saya beli bisa menghasilkan sesuatu,” jelasnya.

Tak hanya itu, para pengusaha juga harus mulai bergeser dari jual beli apartemen menuju sewa. Karena selain berpotensi mendapatkan return yang besar, sewa apartemen juga bisa menjadi salah satu pendongkrak lesunya properti apartemen.

“Sewa apartemen sedikit marketnya hanya 5%. Sedangkan penjualan itu 95%,” kata Ferry.

Apartemen sebenarnya menawarkan keuntungan yang tak dimiliki rumah tapak. Dengan harga yang setara rumah tapak, Anda bisa memiliki apartemen yang lebih dekat dengan pusat kota dan beragam fasilitas umum lain. Tertarik membeli apartemen? Lihat pilihannya dengan harga mulai Rp200 jutaan di sinI!

Agregasi Okezone

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Siapa Raja Apartemen di Surabaya?

RumahCom – Kawasan Surabaya Barat dan Timur masih menjadi magnet bagi pembangunan apartemen di Kota Pahlawan. Colliers International Indonesia mencatat, Surabaya Barat dan Timur masing-masing men

Lanjutkan membacaJanuari 14, 2015

Tinggal di Apartemen Ternyata Seru Juga, Lho!

RumahCom - Apartemen identik dengan kesan sempit, terbatas, dengan lahan terbuka yang sangat minim. Meski demikian, bukan berarti tinggal di apartemen tidak seru. Apartemen mulai menjadi pilihan ka

Lanjutkan membacaFebruari 2, 2017

Harga Apartemen Tangerang Selatan Tumbuh 2,13%

RumahCom – Setelah sempat turun -0,10% pada kuartal I (Q1) 2017, Rumah.com Property Index mencatat adanya kenaikan harga sebesar 2,13% pada apartemen rentang Rp600 juta – Rp1,5 miliar di Tangerang

Lanjutkan membacaJuni 2, 2017

Kehadiran Superblock dan Gairah Pasar Properti Jakarta Timur

RumahCom - Harus diakui, kawasan Jakarta Timur memang terlambat berkembang ketimbang kawasan lain di DKI Jakarta. Hal ini tak lepas dari lambatnya pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut, serta

Lanjutkan membacaJuni 6, 2017

Sewa Bagus, Apartemen di Alam Sutera Diburu Investor

RumahCom – Bersaing dengan kawasan terpadu lain di wilayah Jabodetabek, Alam Sutera hingga kini terus berbenah diri. Jika dulunya masyarakat mengenal kawasan ini sebagai pusat bisnis dan hunian te

Lanjutkan membacaJuli 17, 2018

Pesona Jakarta Timur Kian Bersinar dengan Hadirnya AEON Mall

RumahCom – Harus diakui, kawasan Jakarta Timur memang terlambat berkembang ketimbang kawasan lain di DKI Jakarta. Hal ini tak lepas dari lambatnya pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut serta

Lanjutkan membacaOktober 2, 2017

Masukan