Ini Tips Simpan Sertifikat Tanah dari Presiden Jokowi

Boy LeonardOktober 14, 2017

Melanjutkan program Reforma Agraria, Presiden Joko Widodo membagikan sertifikat tanah di Tangerang.

RumahCom – Melanjutkan program Reforma Agraria, Presiden Joko Widodo membagikan sertifikat tanah di Tangerang.

Presiden Joko Widodo membagikan sebanyak 10.100 sertifikat tanah Se-Tangerang Raya di Tangerang Selatan. Sebanyak 10.100 sertifikat itu dibagikan kepada warga di tiga daerah yaitu Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.

“Saya titip kalau sudah pegang sertifikat beri plastik dan simpan baik-baik jangan sampai kehujanan dan rusak. Oleh karena itu, difotokopi karena ketika hilang sertifikat aslinya ngurusnya bisa pakai fotokopi,” ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, sebelumnya selama puluhan tahun masalah sengketa tanah terus terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Hal itu sedang dibenahi oleh pemerintah dengan menargetkan pemberian sertifikat tanah baru sebanyak 5 juta pada 2017, 7 juta pada 2018 dan 9 juta pada 2019.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga mengingatkan sertifikat boleh diagunkan. Namun, Presiden juga mengingatkan agar dana yang didapat digunakan untuk modal usaha yang produktif, bukan untuk kegiatan konsumtif.

“Saya tahu kalau sudah jadi sertifikat ini pasti banyak yang ingin ‘menyekolahkan’. Saya hafal dimana-mana ya begitu. Tidak apa-apa silakan ini dipakai untuk jaminan silakan,” ucap Presiden.

Kepala Negara meminta agar masyarakat juga berhati-hati dan mengkalkulasi dengan teliti jika ingin menggunakan sertifikat tanah sebagai agunan untuk mendapatkan modal usaha.

“Kalau ingin beli mobil, itu ditabung dari keuntungan (hasil usaha bermodal uang agunan sertifikat). Bulan ini untung Rp10 juta ditabung, bulan berikutnya untung Rp15 juta tabung, atau untung Rp5juta ditabung. Sudah untung Rp150 juta dapat mobil, beli. Bukan beli dari uang pinjamannya dari bank, hilang itu sertifikat,” tutur Jokowi menjelaskan.

(Simak juga: Ini Bedanya Buku Tanah dan Sertifikat Tanah)

Panduan mengurus sertifikat tanah

Untuk membuat surat tanah, setidaknya ada empat hal yang harus diperhatikan, yakni:

Dasar hukum yang jelas atas kepemilikan tanah

Sebelum mengurus sertifikat tanah, kumpulkan bukti-bukti yang mengarahkan Anda sebagai pemilik tanah tersebut. Entah itu Akta Jual Beli, surat warisan, perjanjian barter, atau bahkan hibah. Catatan tersebut akan dicantumkan di dalam sertifikat tanah, termasuk ke dalam riwayat kepemilikan tanah.

Letak dan Luas Tanah

Kondisi fisik tanah harus jelas. Batas-batas tanah juga harus jelas. Keterangan obyektif tersebut dinyatakan dalam bentuk surat ukur atau gambar situasi yang menunjukkan letak, batas, bentuk, dan luas tanah.

Pastikan tanah Anda tidak tumpang tindih dengan tanah mirik orang lain.

Identitas Pemegang Hak

Selain kondisi fisik tanah, hal penting lain adalah mengetahui kepastian subyektif atau siapakah pemegang hak dari kepemilikan tanah tersebut. Pemilik tanah adalah subyek yang sangat sah dan tertera di sertifikat tersebut.

Jadi, kendati tanahnya merupakan warisan, subyek pemegang hak adalah pihak yang mendapatkan warisan tersebut.

Prosedur Penerbitan

Terakhir, terkait prosedur penerbitan. Pada prosedur ini diharuskan sesuai dengan azas pembeli sitas. Sitas berarti pengumuman kepada kantor kelurahan atau pertanahan setempat tentang adanya permohonan hak atas tanah tersebut agar pihak lain yang merasa keberatan dapat mengajukan sanggahan sebelum pemberian hak/sertifikat itu diterbitkan.

Adanya prosedur ini sebenarnya meminimalisasi adanya sengketa tanah. Sebab, pihak yang merasa keberatan dapat mengajukan sanggahan sebelum pemberian hak (sertifikat) diterbitkan. Namun ingat! Pemberitahuan itu hanya bertujuan untuk pemberian sertifikat baru, dan bukan untuk balik nama.

Investasi properti adalah salah satu bentuk investasi dengan prospek bagus. Nilainya hampir selalu meningkat setiap tahunnya. Tertarik mencari rumah baru? Lihat pilihannya di sini dengan harga Rp300 jutaan!

Agregasi Okezone

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Jokowi Ingatkan Pentingnya Sertifikat Tanah

RumahCom – Presiden RI Joko Widodo kembali mengingatkan kepada jajaran Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) serta masyarakat akan pentingnya sertifikat tanah.

Lanjutkan membacaApril 18, 2017

VIDEO RUMAH: Ini Langkah dan Biaya Urus Sertifikat Tanah

Rumah.com - Sertifikat Hak Milik (SHM) untuk tanah dan bangunan adalah bukti paling kuat dalam kepemilikan properti. Namun, beberapa orang masih bingung cara mengurusnya.Sebenarnya, Kementerian Agra

Lanjutkan membacaSeptember 15, 2017

Berapa Biaya Bikin Sertifikat Tanah Warisan?

RumahCom – Berapa biaya bikin sertifikat tanah warisan? hal ini penting, terutama bagi Anda yang berencana bikin sertifikat tanah warisan namun masih ragu-ragu karena takut biayanya mahal.Lagi cari

Lanjutkan membacaOktober 12, 2017

Masukan