Regulasi Pemerintah Sokong Pasar Properti 2018 Lebih Prospektif

Fathia AzkiaOktober 24, 2017

RumahCom – Data Bank Indonesia menunjukkan realisasi pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua (Q2) 2017 mencapai 5,01% (year-on-year/y-o-y), di bawah target sebesar 5,1%. Realisasi ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2016 sebesar 5,18% (yoy).

Perkembangan pertumbuhan ekonomi ini mengindikasikan masih berlanjutnya proses pemulihan ekonomi Indonesia, meskipun tidak sekuat perkiraan semula. Target pertumbuhan ekonomi tahunan BI adalah 5,2%. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) diprediksi stabil sepanjang 2017.

Konsumsi pribadi menjadi fondasinya. Belanja negara untuk infrastruktur meningkat. Investasi swasta mengalami pertumbuhan, walaupun secara bertahap.

Baca juga: Rumah.com Property Outlook 2018: Pasar Bergerak Positif

Kredit Properti

Bank Indonesia mencatat indikasi peningkatan pertumbuhan kredit baru pada Q2 2017, diantaranya:

  • Kredit Pemilikan Rumah (KPR)/Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) mencatatkan kenaikan tertinggi yakni sebesar 70,7% pada Q2 2017. Real estate mencatatkan rasio NPL yang relatif kecil, yakni sebesar 1,85%. Rasio NPL tertinggi di sektor properti berasal dari segmen rumah-toko (ruko) yakni sebesar 4,5%.
  • Dari segmen apartemen, rasio NPL tertinggi berasal dari apartemen dengan luas kurang dari 21m2, yaitu 5,52%. Sementara rasio NPL terendah apartemen berasal dari tipe besar (di atas 70 m2) yaitu sebesar 1,77%.
  • Sebaliknya, rasio NPL terendah pada rumah tapak justru berasal dari tipe dengan luas menengah (36-70m2) yakni sebesar 2,69%. Sementara rasio tertinggi berasal dari tipe besar (3,13%).

Guru View

Kebijakan-kebijakan pemerintah berdampak positif pada optimisme terhadap target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,2%. Kondisi ekonomi diperkirakan akan stabil hingga akhir tahun jika pemerintah tetap konsisten menjalankan kebijakan yang berlaku.

Pasar properti nasional di tahun 2018 diperkirakan akan lebih positif, melanjutkan tren yang telah terbentuk sepanjang semester pertama 2017.

Di sisi suplai, perlambatan pasar properti pada pertengahan 2018 sebagai dampak Hari Raya Idul Fitri serta Pilkada Serentak 2018 mungkin terjadi, begitu juga menjelang Pemilu Legislatif & Pemilihan Presiden 2019.

Rumah.com Property Price Index diperkirakan akan mengalami pertumbuhan pada kisaran 3-5% (y-o-y) pada akhir 2018, sementara Rumah.com Property Supply Index diperkirakan akan mengalami pertumbuhan pada kisaran 15-20% (y-o-y) pada akhir 2018.

Sementara di sisi permintaan, kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah membuat optimisme konsumen dalam membeli rumah pada 2018 masih tetap tinggi. Porsi permintaan terbesar akan datang dari rumah tipe menengah dengan harga di bawah Rp700 Juta.

Simak juga: Rumah Dekat Stasiun KRL, Harga di Bawah Rp500 Juta

Konsumen akan mencari perumahan tipe klaster, terutama di wilayah satelit kota besar dengan akses menuju pintu tol dan sarana transportasi massal. Seiring tumbuhnya suku bunga untuk Kredit Pemilikian Apartemen maka akan terjadi pertumbuhan yang moderat pada hunian jenis apartemen.

Ike menjelaskan bahwa secara umum pasar properti Indonesia di tahun 2018 mendatang akan lebih menarik dan prospektif dibandingkan tahun 2017 ini.

Satu tahun sebelum tahun politik 2019, pasar properti akan sedikit lebih bergairah dan ini merupakan kesempatan yang tepat untuk membeli properti, baik untuk dihuni atau dipakai sendiri maupun sebagai sarana investasi.

“Rumah.com sebagai portal properti terdepan di Indonesia akan senantiasa terus berinovasi menghadirkan inovasi, solusi dan panduan bagi pencari properti, agen, dan pengembang serta stakeholder properti di Indonesia. Rumah.com juga memiliki komitmen membantu para pencari properti dalam menentukan keputusan pembelian properti melalui informasi data yang tepat dan akurat,” pungkas Ike.

Fathia Azkia
Penulis adalah content writer di Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke:Fathiaazkia@rumah.com atau melalui Twitter: @fathianyaaa

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Sewa Bagus, Apartemen di Alam Sutera Diburu Investor

RumahCom – Bersaing dengan kawasan terpadu lain di wilayah Jabodetabek, Alam Sutera hingga kini terus berbenah diri. Jika dulunya masyarakat mengenal kawasan ini sebagai pusat bisnis dan hunian te

Lanjutkan membacaJuli 17, 2018

Ekonomi Membaik, Pengembang Apartemen Optimistis

RumahCom – Pulihnya pasar properti secara nasional mulai terlihat di sepanjang kuartal II (Q2) 2017. Berdasarkan catatan Rumah.com Property Index, harga properti residensial berada pada titik 103 da

Lanjutkan membacaAgustus 16, 2017

Pasar Sewa Bagus, Apartemen di Karawaci Laris Manis

RumahCom – Berubahnya tren pada bisnis hunian bagi ekspatriat, membuat area penyangga Jakarta seperti Karawaci, Tangerang kini dibidik sebagai lokasi hunian alternatif.Jika sebelumnya para ekspatria

Lanjutkan membacaAgustus 22, 2017

Destinasi Wisata Pacu Kenaikan Harga Rumah di Yogya

RumahCom – Data Rumah.com Property Index mencatat bahwa pada kuartal II-2017, harga rumah tapak di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan rentang di bawah Rp600 juta mencapai Rp4,23 juta per meter

Lanjutkan membacaOktober 6, 2017

Penjualan Apartemen Dekat Bandara Soetta Naik Signifikan

RumahCom – Merujuk data Rumah.com Property Index untuk kuartal III (Q3) 2017, median harga apartemen di kawasan Jakarta Barat kembali mencatatkan peningkatan tipis. Pada Q2 median harga berada di an

Lanjutkan membacaOktober 23, 2017

Masukan