Langkah Demi Langkah Pindah Bank KPR

Fathia AzkiaOktober 24, 2017

RumahCom –  Kredit Pemilikan Rumah (KPR) take over atau pindah bank KPR sering dipilih orang dalam menangani masalah kredit macet. Pasalnya ada banyak manfaat yang bisa didapat dari melakukan KPR take over.

Misalnya, si debitur bisa mendapat dana segar dalam jumlah besar (KPR top up), serta jumlah cicilan yang lebih rendah.

Walau terdengar menggiurkan, dalam prosesnya pindah bank KPR harus dilakukan secara cermat. Sebab Anda akan menutup utang kredit di bank lama dengan berutang di bank baru. Jika tidak dilakukan secara berhati-hati, Anda justru bisa mengalami kerugian.

Pertama, ada biaya yang dikeluarkan untuk proses pindah bank KPR. Biasanya sebesar 0,5-3% dari nilai kredit. Selain itu, bank KPR sebagian besar menerapkan biaya penalti yang cukup besar jika ingin melunasi kredit sebelum jatuh tempo.

Simak juga: Pilihan Rumah Rp400 Jutaan Bagi Peserta BPJS-TK

Persiapan melakukan refinancing

Hal pertama yang harus dilakukan ketika ingin pindah bank KPR adalah dengan mencari bank yang menawarkan bunga KPR lebih rendah ketimbang sebelumnya. Jika sudah, lakukan permohonan KPR refinancing ke bank dengan menyertakan beberapa persyaratan.

  • Fotokopi KTP Pemohon (Suami/Istri)
  • Fotokopi Kartu Keluarga
  • Fotokopi Surat Nikah/Cerai
  • Fotokopi NPWP Pribadi/SPT Tahunan
  • Dokumen asli slip gaji/surat keterangan penghasilan 1 bulan terakhir
  • Fotokopi rekening tabungan 3 bulan terakhir
  • Dokumen asli surat keterangan/rekomendasi perusahaan
  • Akta pisah harta notariil dan didaftarkan ke KUA atau catatan sipil (jika ada)
  • Dokumen asli pernyataan mengenai kredit pemilikan properti atau kredit berangun properti yang sedang diajukan atau sudah dimiliki

Selain itu, perlu juga menyertakan beberapa dokumen sebagai jaminan sebagai berikut:

  • Fotokopi sertifikat HM/HGB/Strata title
  • Fotokopi IMB
  • Fotokopi denah bangunan (jika ada)
  • Fotokopi Akta Jual Beli (untuk properti seken)
  • Fotokopi PBB terakhir (untuk properti seken)

Tahap mengajukan refinancing

Setelah mengajukan KPR refinancing ke bank yang baru, pihak bank akan datang kerumah untuk melakukan penilaian atau appraisal ulang. Mereka akan memberitahu Anda jika nilai rumah bertambah.

Penilaian rumah tidak hanya berpatok pada capital gain (kenaikan harga rumah), namun juga dari kondisi bangunan.

Baca juga: Ketahui Rahasia Bank Menaksir Harga Rumah Anda 

Apabila Anda sudah melakukan renovasi atau penambahan ruangan baru di rumah, maka nilainya akan bertambah tinggi. Untuk itu, sebelum mengajukan take over, ada baiknya melakukan renovasi kecil pada rumah supaya nilainya bertambah ketika dinilai (appraised) bank.

Jika nilai rumah atau properti Anda bertambah, maka selisihnya akan diberikan secara tunai dari bank.

Mau KPR Anda disetujui? Lihat tipsnya di sini:

 

Kelebihan harga ini bisa Anda manfaatkan untuk modal usaha atau keperluan mendesak lainnya. Sebaiknya, manfaatkan dana tunai ini di sektor investasi supaya Anda punya dana cadangan jika sewaktu-waktu terjadi kredit macet lagi.

Setelah disetujui, Anda akan mendapatkan jumlah angsuran dan skema tenor kredit yang baru dari bank. Anda bisa melakukan negosiasi atau pendekatan dengan bank untuk mendapat angka terbaik.

Baca rincian perjanjian tertulis sebelum menandatangi kontrak, khususnya untuk bagian “Biaya Pindah” dan “Penalti Pelunasan Awal”. Terakhir, lakukan pelunasan sesuai tempo yang ditentukan sampai masa tenor selesai.

Ingin segera punya rumah sendiri? Lihat daftar rumahnya dengan harga mulai Rp300 Juta di Perumahan Baru Rumah.com.

Isnaini Khoirunisa

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Begini Cara Cepat Lunasi KPR

RumahCom – Ada beberapa orang yang perlu waktu hingga berbulan-bulan lamanya hanya demi sebuah keputusan "membeli rumah dengan cara mencicil". Hal ini tentu tidak bisa disalahkan sepenuhnya, pasaln

Lanjutkan membacaMei 30, 2017

Kenali Beda KPR Syariah VS Konvensional

RumahCom – Ketika hendak mengajukan kredit pemilikan rumah, Anda bisa memilih jenis KPR yang sesuai dengan kebutuhan. Salah satunya ialah KPR Syariah. KPR Syariah mengadaptasi sistem jual-beli syar

Lanjutkan membacaJuni 15, 2017

Ini Daftar Pilihan Hunian untuk Gaji 5 Jutaan

RumahCom – Pembelian rumah dengan metode KPR atau kredit pemilikan rumah nampaknya terus meningkat trennya. Pasalnya dengan gaji pas-pasan Anda bisa menempati rumah siap huni sembari menyicil biaya

Lanjutkan membacaSeptember 22, 2017

Plus Minus Memilih KPR Syariah

RumahCom – Kredit perumahan atau yang dikenal sebagai KPR kini menjadi jalur favorit bagi masyarakat yang ingin segera punya rumah sendiri. Selain melalui perbankan konvensional, calon debitur jug

Lanjutkan membacaOktober 5, 2017

Enak Beli Rumah Tunai atau Nyicil?

RumahCom – Membeli rumah memang bukan perkara mudah. Selain dituntut memilih lokasi yang tepat untuk bertempat tinggal, sebagian orang juga harus memahami metode pembelian yang sesuai dengan kondisi

Lanjutkan membacaOktober 9, 2017

Takut Terjebak Kredit Macet? Ini Strateginya!

RumahCom – Sejatinya tidak ada seorang pun yang berharap mengalami kredit macet. Meski akhirnya siapa yang tahu, kondisi ekonomi yang turun di kemudian hari menyebabkan tragedi itu datang juga.Jika

Lanjutkan membacaOktober 10, 2017

Trik Cicilan KPR Berjalan Mulus

RumahCom – Waktu cicilan yang panjang acapkali jadi pertimbangan banyak orang sebelum memutuskan untuk mengambil Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Kekhawatiran pun muncul, salah satunya yang terbesit da

Lanjutkan membacaOktober 12, 2017

Tips Mengajukan KPR Rumah Bekas

RumahCom – Meski ada banyak kelebihan menempati perumahan baru, namun rumah sekunder atau bekas masih memiliki pangsa pasarnya sendiri. Pasalnya rumah seken memiliki karakteristik yang unik.Seperti

Lanjutkan membacaOktober 16, 2017

Masukan