BTN: Potensi Properti Wilayah Timur Sayang Dilewatkan

Fathia AzkiaOktober 25, 2017

RumahCom – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. mengajak para pengembang di daerah untuk memacu pertumbuhan bisnis di Nusa Tenggara Timur (NTT), lantaran potensi bisnis yang masih besar dan berbagai kebijakan pemerintah yang mendukung ekspansi.

Kepala Ekonom Bank BTN, Winang Budoyo mengatakan, potensi bisnis di Kawasan Timur Indonesia (KTI) masih tinggi.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan ekonomi di KTI mencatatkan kenaikan yang lebih tinggi di banding kawasan lainnya. Per kuartal II/2017, ekonomi KTI tercatat tumbuh 3,14% atau naik 65 basis poin (bps) quarter-on-quarter (q-o-q) dari 2,49% di kuartal sebelumnya.

Sebaliknya, pertumbuhan ekonomi di Jawa pada kuartal II/2016 turun 27 bps (qoq), Kalimantan turun 50 bps (q-o-q), Sulawesi turun 35 bps (qoq), Sumatera stabil, dan Maluku serta Papua tumbuh 48 bps (q-o-q).

“Di NTT, ekonomi tumbuh sebesar 5,01% pada kuartal II 2017 atau sama dengan pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.

Ingin ajukan KPR? Saksikan video Cara Dapatkan Fasilitas KPR dari BTN:

Rumah.com Property Outlook 2018: Pasar Bergerak Positif

Secara sektoral, real estate baru menyumbang 2,58% terhadap produk domestik bruto (PDB) NTT. Namun, pertumbuhan sektor ini telah mencapai 5,4% secara tahunan (year-on-year/y-o-y) pada kuartal II 2017 atau jauh melonjak dari pertumbuhan pada kuartal I 2016 yang hanya sebesar 2,94%.

Data dari Bank Indonesia (BI) menyebutkan lonjakan pertumbuhan tersebut disebabkan pembangunan perumahan di Kabupaten Manggarai Barat, Kota Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan, dan Kabupaten Kupang dalam rangka program 3.000 unit rumah subsidi pada 2017.

“Momentum pertumbuhan di sektor real estate ini menjadi potensi untuk bisnis perumahan, terutama di NTT. Apalagi saat ini pemerintah sedang gencar membangun infrastruktur terutama jalan yang membuka akses lahan yang lebih besar.”

“Pengembangan sektor properti pun sejalan dengan Program Satu Juta Rumah sehingga pemerintah memberikan berbagai bantuan subsidi pembiayaan agar masyarakat mudah memiliki rumah,” ia mencetuskan.

Stimulus Pemerintah

Menurut Winang, adanya berbagai kebijakan pemerintah yang memberikan stimulus untuk sektor properti menjadi peluang bisnis bagi para pengembang. Berbagai stimulus tersebut seperti relaksasi ketentuan loan to value atau financing to value (LTV/FTV) sejak Juni 2015.

Loan to Value berkaitan dengan uang muka. Semakin besar LTV, makin kecil uang muka yang diperlukan. Saat ini, batasan minimum DP rumah dari Pemerintah adalah 15%.

Pemerintah juga berencana akan kembali memberikan stimulus untuk sektor properti melalui kebijakan LTV/FTV spasial atau berdasarkan wilayah. “Relaksasi tersebut memiliki efek pengganda yang besar karena sektor properti terkait dengan hampir 170 sektor lainnya,” katanya.

Baca juga: Regulasi Pemerintah Sokong Pasar Properti 2018 Lebih Prospektif

Secara nasional, sektor properti masih memiliki ruang yang besar untuk digarap karena kontribusi bidang tersebut yang baru berkisar 2,5% hingga 2,8% terhadap PDB nasional.

Selain itu, bonus demografi Indonesia serta tingkat suku bunga acuan yang masih rendah membuat sektor properti masih potensial. Di Indonesia masih ada 11,38 juta kepala keluarga yang belum memiliki rumah dan 6,09 juta kepala keluarga yang tinggal menumpang (backlog keterhunian).

Sejalan dengan pertumbuhan bisnis properti di NTT, Kantor Cabang Bank BTN di Kupang mencatatkan kenaikan positif kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit kontruksi.

Per September 2017, KPR Bank BTN di Kupang tercatat naik 45,31% yoy dari Rp29,02 miliar di September 2016 menjadi Rp53,06 miliar. Kredit konstruksi Bank BTN di Kupang pun naik 60,49% yoy dari Rp65,02 miliar pada kuartal III 2016.

Sedangkan secara nasional, per September 2017, Bank BTN mencatatkan pertumbuhan KPR sebesar 21,16% yoy dari Rp110,85 triliun di September 2016 menjadi Rp134,31 triliun. Kredit konstruksi turut naik 17,87% y-o-y dari Rp20,56 triliun pada kuartal III 2017 menjadi Rp24,23 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.

Tertarik berinvestasi properti di luar Pulau Jawa? Lihat pilihan perumahan di bawah Rp1 miliar dengan prospek bagus di sini!

Fathia Azkia
Penulis adalah content writer di Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke: Fathiaazkia@rumah.com atau melalui Twitter: @fathianyaaa

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Pasar Properti Nasional Mulai Pulih

RumahCom – Portal properti terdepan di Indonesia, Rumah.com, melalui Rumah.com Property Index mencatat bahwa harga properti residensial secara nasional berada pada titik 103 pada kuartal II 2017 ata

Lanjutkan membacaJuli 25, 2017

Kredit Konstruksi BTN Capai Rp23,5 Triliun

RumahCom – Dalam mendorong laju pengucuran KPR, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. berharap para pengembang mampu mengoptimalkan fasilitas kredit konstruksi sebagai sumber pendanaan proyek.Me

Lanjutkan membacaAgustus 8, 2017

67% Masyarakat Indonesia Puas dengan Tren Harga Properti

RumahCom – Berdasarkan hasil survei yang dirilis Rumah.com Property Affordability Sentiment Index 2017, sebanyak 63% responden mengaku puas dengan kondisi pasar properti Indonesia pada semester 1 20

Lanjutkan membacaSeptember 15, 2017

Resmikan Tol Terindah, Bukti Jokowi Muluskan Pasar Properti

RumahCom – Jalan tol Semarang – Solo seksi III ruas Bawen-Salatiga sepanjang 17,6km akhirnya diresmikan. Proses peresmian dihadiri langsung oleh Presiden RI Joko Widodo bersama Menteri Pekerjaan U

Lanjutkan membacaSeptember 26, 2017

Dibilang Lesu, Pasar Properti Nasional Diminati Investor Asing

RumahCom - Sejumlah pengamat dan pelaku properti menyebut pasar properti nasional masih lesu. Pun demikian, hal itu tak menghalangi minat investor asing untuk menanamkan modalnya di Tanah Air.Konsulta

Lanjutkan membacaOktober 15, 2017

Masukan