Dekorasi Ruang Berdasarkan Psikologi Warna

Wahyu ArdiyantoNovember 18, 2017

Warna merupakan elemen penting

RumahCom – Warna merupakan elemen penting dalam mendekorasi interior hunian. Tanpa warna sebuah hunian jelas akan terasa membosankan. Pengaplikasian warna pada interior biasanya juga disesuaikan dengan konsep ruang dan karakter yang ingin ditampilkan.

(Baca juga: Dongkrak Gairah Bercinta Lewat Permainan Warna)

Namun, Anda juga bisa mengaplikasikan warna pada setiap ruang berdasarkan psikologi warna yang tepat. Ya, penggunaan warna yang tepat secara tak langsung dapat meningkatkan kondisi jiwa atau psikologi manusia menjadi lebih baik.

Penasaran, kan?! Simak penjelasannya berikut ini.

1. Area Foyer

Area foyer merupakan area pertama yang akan dilalui oleh tamu sehingga harus memberikan kesan yang baik. Area ini sebaiknya mampu membangun suasana ceria dan dinamis. Karena itu disarankan menggunakan warna-warna terang, seperti warna light blue atau oranye.

Kedua warna ini secara psikologis membawa energi positif saat memasuki rumah. Anda juga dapat memunculkan motif polkadot pada area foyer untuk membantu menambah suasana ceria pada hunian, meskipun di beberapa bagian area foyer terpasang warna hitam.

2. Ruang Tamu

Ruang tamu merupakan area utama untuk menyambut tamu yang datang. Aplikasikan warna biru royal untuk membawa suasana damai di dalam ruangan. Warna ini dapat memberikan rasa nyaman dan sejuk kepada tamu Anda.

Namun jika Anda menyukai nuansa yang playful, Anda dapat mengaplikasikan warna pink lembut pada ruang tamu Anda. Warna pink membuat ruang terlihat lebih ceria, demikian juga dengan suasana hati tamu Anda.

3. Kamar tidur

Kamar tidur merupakan area pribadi. Area ini umumnya dirancang nyaman dan menenangkan karena berfungsi sebagai tempat istirahat. Selain cokelat, warna dusty pink yang lembut dapat Anda terapkan pada kamar tidur karena mampu memberikan efek tenang dan damai saat beristirahat.

Jika Anda tidak menyukai suasana yang terlalu feminin, aplikasikan warna abu-abu atau navy. Kedua warna ini dapat memberikan suasana sejuk pada ruangan.           

4. Ruang makan

Ruang makan harus dirancang sebaik mungkin agar nafsu makan tetap terjaga. Anda dapat menerapkan warna kuning jika menginginkan suasana makan yang ceria dan bersemangat. Bagi Anda yang lebih menyukai nuansa elegan maka penggunaan warna ungu adalah langkah tepat.

5. Dapur

Warna merah dapat membuat area dapur lebih hidup. Tambahkan aksesn alumunium untuk bagian kabinet. Bagi Anda yang menginginkan suasana dapur lebih tenang, penggunaan warna biru atau hijau akan lebih cocok.

6. Kamar mandi

Untuk area kamar mandi aplikasikan putih dan abu-abu. Selain itu perhatikan jenis lampu yang akan anda gunakan. Pilih lampu dengan cahaya putih untuk menghindari kesan suram pada kamar mandi.

Pemilihan warna untuk ruangan yang tepat secara psikologis bikin kita selalu merasa nyaman dan bahagia saat di rumah. Cek di sini untuk piliihan hunian yang nyaman mulai harga Rp500 jutaan!

Dian Probowati

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Psikologi Warna dalam Ruangan

RumahCom – Pewarnaan yang tepat pada dinding sebuah ruangan, terbukti mampu memengaruhi suasana hati orang-orang yang ada di dalamnya. Demikian besar pengaruh yang dibawanya, maka para orang tua

Lanjutkan membacaMei 16, 2013

Warna Cat Kamar Tidur dan Efek Psikologisnya

RumahCom - Kamar tidur menjadi bagian terpenting di rumah. Mengingat fungsinya sebagai tempat beristirahat, tak heran jika Anda akan sangat memerhatikan kualitas furnitur dan desain kamar. Tak jara

Lanjutkan membacaSeptember 24, 2016

Jelang Akhir Tahun, Ganti Warna Furnitur di Rumah Yuk!

RumahCom – Tak terasa kurang dari tiga bulan lagi tahun akan berganti. Saatnya menyusun resolusi yang ingin dicapai tahun depan, dan mencentang impian-impian yang sudah berhasil dilakukan tahun ini.

Lanjutkan membacaOktober 24, 2017

5 Pilihan Warna untuk Kamar Anak

RumahCom – Anak yang tengah dalam masa tumbuh kembang, sudah seharusnya mulai diajarkan untuk tidur sendiri. Memang tak mudah mengajarkan anak mandiri. Kebanyakan mereka masih takut untuk ditinggal

Lanjutkan membacaOktober 27, 2017

Masukan